Adria Taylor : "You just know my name. Not, my story. Even my future. So, shut the f*ck up!"
Lee Min Hyuk : "Tuhan, tolong beri aku kesabaran ekstra menghadapi wanita jelmaan Dewi Hera ini. Rasanya ingin aku membuangnya ke Tartarus saja"
Im Chang Ky...
Chang Kyun memiringkan wajahnya agar dapat melihat wajah sang ibu dengan jelas. Wanita di hadapannya itu sedari tadi melamun, sampai – sampai ibunya salah menggigit cabai alih – alih kimchi yang ada di depannya.
"Mom, are you okay?" Chang Kyun menyentuh punggung tangan sang ibu.
"I am little bit tired today"
"That's okay. Just rest then, i will wash the dishes" Chang Kyun tersenyum, sebelum pergi ke kamar. Pemuda itu terlebih dahulu mengecup kening sang ibu.
"Mom. Don't forget to take your medicine" seru Chang Kyun saat mengangkut piring kotor dari meja makan.
Wanita itu tersenyum, lalu menghilang dari balik pintu kamarnya yang berwarna coklat. Padahal tadi ibunya excited sekali sebelum pergi, kenapa sekarang malah lesu begitu? Seharusnya acara itu berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Ini baru 1 jam, ibunya sudah meminta Chang Kyun untuk menjemputnya.
Smartphonenya berdering, Chang Kyun mengerucutkan bibirnya lalu menekan tombol hijau.
"Halo"
"Kau sedang luang tidak?"
"Aku? Iya setelah cuci piring aku luang kok. Kenapa hyung?" tanya Chang Kyun masih membilas peralatan makan yang baru saja ia cuci.
"Mobilku mogok, Min Hyuk hyung dan Adria noona tidak mengangkat telphonku. Taksipun sedari tadi tidak ada yang kosong. Sekarang juga hujan. Aku benci sekali jika harus berbasah – basahan. Jadi, bisakah kau mengantarku pulang ke apartemen. Apapun permintaanmu akan ku kabulkan. Please Im Chang Kyun"
Mendengar pria itu merengek, Chang Kyun tersenyum.
"Baiklah, di mana kau sekarang?"
"Aku ada di Flower Kafe, terima kasih ya kkung. Aku mencintaimu, mmuach"
"Ya ampun, sebegitu mudahnya kau bilang cinta pada orang yang tidak kau kenal. Baiklah tunggu 15 menit, pesankan aku hot americano dan cinnamon roll ya. Bye"
Chang Kyun tersenyum, kemudian bergegas berganti baju dan menuliskan note untuk sang ibu yang berisikan jika ia ada janji untuk bertemu seorang teman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Adria sudah merasa tenang setelah mandi dan tidur selama kurang lebih 4 jam. Ia terbangun karena mimpi itu datang lagi dan ia sudah tidak punya anti depresan lagi.
Adria memegangi dahinya yang sudah tak lagi panas. Ia perlu segelas air putih untuk kerongkongannya yang kering.
"Ya ampun, aku lupa kalau orang ini masih ada" Adria mengambil selimut biru muda dari kamarnya. Ia berjongkok, melepas kaos kaki yang masih terpasang. Ia merentangkan selimutnya hingga menutupi dada Min Hyuk. Sejenak Adria membelai wajah Min Hyuk yang terlihat cemas dalam tidurnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan bebe?" bisik Adria, menyentuh alis Min Hyuk dengan ujung telunjuknya.
"Thanks for supporting me until these day" Adria kembali berbisik, ia memberi sebuah kecupan kecil di pipi Lee Min Hyuk. Namun, tangan pria itu memegangi lehernya dan menempelkan bibirnya ke bibir Adria.