Tick Tock

76 3 0
                                        

Ting Tong pertama, suara belnya masih terdengar biasa saja.

Ting Tong kedua, jarak dari bel pertama sekitar 2 menit.

Ting Tong ketiga, suaranya menjadi sangat terburu - buru.

Ting Tong keempat, menjadi seperti sebuah panggilan urgent.

Saat itulah Adria terbangun, menyadari jika ia tidak memakai apapun. Ia mengambil bathrobe dari salah satu lipatan dalam lemari pakaiannya. Dengan mata separuh tertutup ia berjalan ke arah interkom yang menempel pada dinding dekat pintu depan.

"Damn it!" Adria mengumpat begitu melihat siapa yang ada di depan rumahnya. Langkah kakinya tak terkontrol, dalam hitungan detik ia sudah kembali ke kamarnya.

"Heh. Tukang tidur. Bangun! Cepat!" Adria mengguncangkan tubuh Min Hyuk yang masih terlelap di ranjangnya.

"Ugh. Ada apa sih?" pria itu mengerang.

"Chang Kyun ada disini!" jawab Adria yang baru saja melepas bathrobenya. Kini wanita itu tengah memungut celana dalam yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri. Lalu mengambil bra peach satin brukatnya dari lantai.

"Min. Bantu aku cepat" Adria meminta Min Hyuk yang baru saja duduk untuk mengaitkan bagian belakang bra nya.

Setelah mengaitkan bra Adria, Min Hyuk malah melingkarkan kedua tangan di perut Adria. Mengecupi punggung Adria lalu menyandarkan pipinya ke bahu Adria. Terdengar lagi bunyi bel.

"Min. Pakai ini. Lalu sembunyi di kamar mandi. Cepat!" Adria segera membersihkan pakaian Min Hyuk yang masih berceceran. Kemudian melemparnya ke dalam keranjang pakaian kotor. Ia harus menyembunyikan sepatu pria itu sebelum Chang Kyun menekan password rumahnya. Sejenak ia mengatur ekspresi di depan cermin, tak lupa kacamata minusnya sebelum menyambut sang asisten.

 Sejenak ia mengatur ekspresi di depan cermin, tak lupa kacamata minusnya sebelum menyambut sang asisten

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Oh god! Akhirnya kau muncul juga. Gwaenchana? Dari semalam aku tidak bisa menghubungimu noona. Semalam Joo Heon hyung membelikanku ini. Katanya favorit noona juga. Kau masih sakit?" Chang Kyun melewati Adria sambil menunjukkan kotak kaca plastik berisikan 2 slice Lemon Cheese Cake.

"Ehem. Aku masih demam" balas Adria.

Chang Kyun meletakkan tapak tangannya di dahi Adria. Pria itu mengerutkan dahinya, tak yakin jika suhu itu masih tinggi.

"Mau aku panggilkan dokter? Sudah sarapan?" tanya Chang Kyun mengamati sekitar. Kepala Adria benar - benar pusing sekarang.

"Kepalaku masih agak pusing. Tampaknya aku akan izin hari ini. Di sekitar sini ada restaurant pagi yang menjual bubur enak. Mungkin aku akan kesana. Aku masih kuat berjalan" Adria membuka kotak cheese cake yang Chang Kyun beri.

"Aku tidak bisa seharian di sini. Hari ini ada wawancara dengan model Italy itu" kata Chang Kyun duduk di depan Adria.

"Namanya Mia, sayang" Adria tersenyum merapikan rambut Chang Kyun.

KintsugiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang