31. Akhirnya Selesai [End]

540 62 4
                                        

"Ji, lo akur lagi ya sama Y/n

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ji, lo akur lagi ya sama Y/n."

"Gue gak tau cara perbaikinya kayak apa kak. Gue—"

Ucapan Yeji terhenti.

"Kenapa?" Tanya Hyunjin.

"Gue gak tau caranya. Gue gak mau jadi terlihat jahat di mata orang-orang." Yeji menunduk.

Hyunjin mengusap puncak kepala Yeji.

"Gak papa. Lo pasti bisa, lo lakuinnya berdua sama Y/n. Dan ada gue, sama Seungmin yang bantu," ucap Hyunjin sambil tersenyum.

"Gue juga ikut bantu kok Jin."

Jisung ikut duduk di taman bareng Yeji dan Hyunjin.

"Lo tau apa?" Tanya Hyunjin.

"Gue tau semuanya Jin. Gak usah sinis gitu, jadi takut gue. Merinding tau."

Garing Sung.

"Gak lucu, emang gue setan apa?" Tanya Hyunjin makin sinis.

"Ampun gue gak kuat!" Teriak Jisung sambil nutup telinganya pake dua telapak tangannya.

"Ih biasa aja kali Sung, tuh pada ngeliatin lo semua tuh denger teriakan lo," lanjut Yeji.

Jisungnya nyengir aja.

"Kita harus ngomong sama Y/n juga Seungmin, biar kita bisa nyelesaiinnya dengan baik," final Hyunjin.

Berakhirlah seperti sekarang, gue, Seungmin, Hyunjin, Yeji sama Jisung udah ngumpul di rooftop.

Tenang, gak bolos kok. Udah jam pulang, jadi kami semua mampir ke sini.

Kami ambil duduk di lantai aja, biar adil. Bangku yang ada di sini gak cukup buat kami berlima.

Hyunjin abis cerita barusan, dan sekarang saatnya, kami harus menyelesaikan semuanya dan mengakhiri sandiwara ini.

"Ji, lo bisa ceritain lagi detail kenapa kita bikin perjanjian itu?"

Yeji menunduk. Tangan gue terangkat buat usap pundak dia. Kemudian gue tersenyum, "gak papa. Cerita aja sejujurnya, karna di sini yang tau cuma lo. Gue gak marah kok."

"S-sebenarnya, kita gak ... Gak pernah, bikin perjanjian itu." Suaranya memelan tapi gue tetep bisa denger.

Apa? Gak pernah?

"Ga-gak pernah?"

"Maafin gue! Gue, gue cuma mengada-ngada cerita." Tangis Yeji pecah.

Sumpah, gue sakit hati sebenernya. Tapi gue usahain air mata gue gak keluar. Walaupun penglihatan gue udah sedikit buram karna air mata gue.

Hyunjin mengusap kepala Yeji buat nenangin dia, "udah, udah. Gak papa."

"Jadi, itu semua cuma ide lo Ji?" Tanya Jisung, Yeji mengangguk.

𝐌𝐲𝐬𝐨𝐩𝐡𝐨𝐛𝐢𝐚 || 𝑆𝑒𝑢𝑛𝑔𝑚𝑖𝑛 𝑋 𝑌𝑜𝑢✔︎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang