Makan malam di ruangan itu nampak tenang, bahkan dentingan sendok yang menyentuh piring pun dapat terdengar. Seorang pria melirik wanita di sampingnya dan berdeham pelan, bermaksud agar wanita di sampingnya itu membuka suara.
Boa tahu apa maksud Jinki, pria itu terus melihat kearahnya.
"Jadi tidak ada sambutan untukku?" Ucap Boa, dua pemuda lainnya mengangkat kepala dan melihatnya.
"Ohh ayolah Imo, kau ini hanya kembali dari Singapore. Kami sudah terbiasa melihatmu datang dan pergi ke luar negeri untuk business trip." Ujar Taemin, pemuda itu kembali menyuap makan malamnya.
Boa merenggut lalu beralih pada Joe yang duduk disamping Taemin. "Joe, bagaimana kabar keluargamu? Sudah lama aku tidak bertemu dengan Nenekmu."
Mungkin waktu yang tepat, batin Joe. "Halmae baik baik saja ──eung, Ahjumma, bisa kah kita bicara setelah ini?"
Seketika semua orang di meja makan melirik Joe. Jinki lalu melirik Taemin, memberikan tatapan bertanya, dan Taemin hanya mengangkat bahu. Sementara Boa menyimpan sendok dan garpunya, wanita itu tersenyum.
"Tentu, Joe."
──
Jinki mencoba mencuri dengar obrolan Boa dan Joe, kedua orang itu terlihat sangat serius membicarakan sesuatu. Tak dapat mendengar apapun, pria itu menghampiri Taemin di kamarnya.
"Tidak bisa kah mengetuk pintu dulu?" Dengus Taemin saat mendapati sang Kakak masuk ke ruang privasi nya.
Jinki memandangi rak buku milik Taemin dengan kedua tangan di dalam saku celananya, "Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan Joe dengan Boa Imo?"
Taemin yang duduk depan komputernya memutar kursi, "Entah lah. Mungkin soal perusahaan, seingatku Joe mengeluhkan tentang perusahaan milik Neneknya itu."
"Ginja Group?" Jinki mengambil satu buku darisana. "Tidak ada yang kau curigai, Taemin?"
Kening Taemin mengerut, "Mencurigai apa?"
"Entah lah, mungkin hanya perasaanku saja yang tidak enak." Gumaman Jinki jelas membuat Taemin semakin bingung.
"Hyung, seingatku kemarin Joe sempat mengatakan jika saudarinya tidak bisa dihubungi setelah dia membahas tentang Ginja Group." Ujar Taemin, pemuda itu memainkan bolpoin di tangan kanannya sambil mengingat apa saja yang dikatakan Joe.
Jinki hanya mengangguk, "Mungkin memang urusan keluarga juga." Timbal pria itu, netranya menangkap satu frame di antara jajaran buku milik Taemin. Disana terdapat foto Taemin, Naeun, dan Seokjin saat mereka masih kecil.
"Aku tidak melihat Seokjin, padahal Boa Imo memintanya untuk ikut makan malam hari ini."
Benar. Taemin tidak melihat Seokjin sejak kemarin, seharusnya pemuda itu mengikuti rapat untuk festival. Bagaimana pun juga dia terlibat sebagai perwakilan dari kelompok Ares.
"Entahlah, bahkan dia tidak mengikuti rapat. Merepotkan."
"Ah iya, bagaimana festival, sudah siap semua?" Tanya Jinki.
"Untuk Apollo dan Athena, semua sudah okay, untuk team theater dan team dance hanya butuh latihan dua sampai tiga kali lagi. Sedangkan sisanya hanya butuh gladiresik." Jawab Taemin, pemuda itu mengingat lagi.
"Dan aku butuh laporan dari Seokjin tentang kesiapan Ares dan Artemis." Tambahnya.
──
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK
FanfictionLOVESICK : The Series • highest rank • #4 shawol (15 Oktober 2018) #4 panda (22 Oktober 2018)
