Waktu menunjukan pukul dua dini hari. Ditemani lampu tidur yang sudah menyala, ia belum bisa memejamkan matanya barang sebentar. Sesuatu mengusiknya, seperti akan ada hal yang tidak beres semenjak kedatangan Ibu nya.
Dan Seokjin, tidak mau mengulang hal yang sama.
──
Ruang tamu di rumah mewah itu sangat luas, matanya tak berhenti untuk mengamati ada apa saja disana selain sofa dan pajangan-pajangan yang nampak mahal.
Ditemani sang Ibu, mereka menunggu seseorang.
"Aku pulang!"
Seorang bocah yang baru saja masuk kedalam rumah. Anak lelaki itu nampak kusam, pakaiannya kotor dan wajah berkeringat. Dipeluknya bola berwarna orange dengan kedua tangannya.
Seorang wanita yang nampak seperti pelayan di rumah besar itu menghampiri anak lelaki tadi sambil menggelengkan kepala.
"Aigoo, Tuan. Darimana saja?"
"Sekolah." Jawab anak lelaki itu.
"Ayo cepat mandi, Tuan Jinki sudah menunggu untuk belajar ." Wanita itu sempat melirik Ibu dan Anak lelakinya yang masih duduk disana.
"Maaf, Tuan besar akan segera datang." Wanita itu membungkuk lalu kembali pada Tuan mudanya, "Ayo, Tuan."
Sambil berdecak pelan, anak lelaki tadi berjalan dengan gontai.
"Yang itu namanya, Lee Taemin. Dia akan menjadi saudaramu, Jin──ah."
Atensinya beralih pada seorang Pria berusia hampir empatpuluh tahunan yang muncul dari arah lain rumah, dengan membawa beberapa berkas dan menyimpannya keatas meja.
Disampingnya, sang Ibu menegakkan posisi duduknya. Situasi yang ditangkapnya saat itu begitu serius, ia ──Kim Seokjin kecil, hanya memerhatikan percakapan kedua dewasa di depannya.
"Aku sudah muak, Hyorin──ssi. Aku tahu aku salah karena memulai hubungan ini dan aku merasa sangat berdosa pada Istriku, aku harap kau bisa mengerti." Ujar pria tersebut.
Wanita bernama Hyorin itu mengangguk, "Aku mengerti, untuk itu aku juga ingin mengakhirinya. Namun dengan persyaratan yang sudah kuajukan beberapa waktu lalu."
Lee Junho──tuan besar di rumah itu mendorong beberapa berkas di atas meja yang dibawanya ke depan Hyorin. Wanita itu menerimanya, menyimak semua isi lembar demi lembar berkas tersebut.
Menyunggingkan segurat senyum tipis dibibir yang dipoles oleh lipstick berwarna maroon, ia menunjukkan rasa puasnya. Dialihkan pandangannya pada sosok kecil disampingnya dan memegang kedua pundak anak lelaki tersebut.
"Jin──ah, mulai hari ini kau akan tinggal disini .. bersama dengan Ayah barumu." Ucapnya. "Besok Eomma akan bawakan semua baju dan mainanmu."
──
"Berapa lama──sampai kau merasa puas?" monolognya. Tubuhnya ia sembunyikan dibawah selimut tebal. Berusaha memejamkan kedua matanya agar terlelap dan melupakan sejenak pilu nya.
"Ini tidak adil untukku." Ucapnya lagi.
Kim Seokjin Ohh Lee Seokjin. Kepalanya ingin pecah jika harus memperkenalkan diri pada orang lain dengan nama akta kelahiran barunya, bahkan ia muak mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK
FanficLOVESICK : The Series • highest rank • #4 shawol (15 Oktober 2018) #4 panda (22 Oktober 2018)
