Selli Ananta Osbert, si anak pertama yang sudah berumur 12 tahun yang menyandang gadis kecil paling sempurna. Pintar dan berprestasi, kalem dan selalu jaim di depan semua orang. Tapi siapa yang tahu kalau dia sebenarnya pelopor pertama yang paling annoying dari semua adik-adik nya.
"Selli" Lisa menarik nafasnya mencoba mengatur emosi nya setelah menjemput si sulung dari sekolahnya.
Bagaimana Lisa bisa tidak emosi kalau anak sulungnya itu membuat ulah dengan mengempeskan ban mobil guru matematika nya bahkan menyalahkan seorang anak lelaki bandel sebagai pelaku nya.
"Aku enggak suka sama guru itu, dia ganjen sama Ayah, bun" Selli menjawab dengan duduk tegap layaknya putri keraton.
Lisa tahu kalau Selli tidak akan berulah tanpa alasan, tapi bagaimana dengan kasusu satu lapangan bola menjadi perkelahian hanya karna merebutkan anak gadisnya yang masih kecil itu. Lisa melihat dengan sangat jelas kalau Selli melayangkan flying kiss pada kapten sepak bola lawan dan kapten sepak bola sekolahnya juga menyukai Selli.
BRUK PRANG..
"Opss.. Gio dan Kenny kayaknya mecahin kaca lagi deh bun" Selli berkata.
Pipi Lisa memerah semakin emosi.
Giorgino Abraham Osbert anak kedua nya yang berumur 10 tahun dan adiknya Kenand Abigail Osbert yang baru berumur 7 tahun. Yang sangat usil seperti Marcell.
"Opss.. sorry bunda, bola nya pecahin pas bunga kesayangannya bunda yang di kasih Mama Ochi di melbourne" Kenny berkata.
"Sorry bunda" Gio tersenyum lebar, senyum yang sama persis seperti milik Marcell.
Lisa menarik nafasnya, menenangkan dirinya yang akan meledak sebentar lagi.
"AKU ENGGAK MAU YA!, AKU CUMA MAU MAKAN SAMA BUNDA!" Teriakan Lily anak bungsu Lisa yang sangat mirip dengannya membuat Lisa rasanya ingin pingsan saja.
Liliana Caroline Osbert, gadis berumur 5 tahun yang super aktif dan banyak ulahnya itu memang bisa di bilang paling nakal di antara anak Lisa yang lainnya. Lisa bahkan masih ingat bagaimana mereka satu keluarga menghadiri event Vita. Dan saat wartawan menyorot mereka, Lily dengan nakalnya berpose jengkel bahkan menendang ke arah kamera.
"Bunda enggak kuat lagi sama kalian, terserah kalian. Bunda tuh capek kelakuan kalian tuh enggak ada yang kalem nya. Coba contoh Alish sama Alex, anteng banget" Lisa berkata.
"Bunda hanya memandang dari luarnya, keluarga mereka itu aslinya lebih Freak dari kami, percaya deh" Selli menjawab.
"Tau nih bunda, masa Jovan mukul aku gara-gara aku nyubit pipi Freya" Kenny menambahkan.
"Ya siapa suruh ganjen" Lisa menyahut pelan sambil memijat pangkal hidungnya.
" Bunda, lebih baik kami ini. Terlihat apa adanya tanpa perlu sok jaim di depan orang-orang" Gio ikut menambahkan.
"Bunda, Lily pengen makan" Lily menghentakkan kaki nya.
"Tunggu sebentar Lily was't little girl sayang, kak Selli lagi ngomong" Selli menyahut.
"BUNDA" Lily berteriak.
"Gio suapin adek!" Selli berkata.
"Enggak mau, orang si Lily pengen makan sama bunda, atau enggak sama Kenny nih" Gio menjawab.
"Kok Kenny kak?, enggak mau ah. Kenny mau ikut dengar obrolan orang gede. Kan si Lily biasanya mainnya juga sama Roland" Kenny menjawab.
"Haduh Lily yang masih TK aja udah pacaran, Selli jadi iri" Selli berkata pelan tapi cukup di dengar Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Side to Side
Short StoryLisa memang tidak punya tipe khusus untuk memilih pasangan, tapi dia jelas akan menolak om-om yang mendekatinya. Tapi kalau om nya kayak aktor korea favorite nya gongyoo, mungkin lisa akan menerima tanpa pikir panjang. yang jadi masalahnya, aktor fa...
