Langit kehilangan Senjanya

445 130 17
                                        

Langit membuka matanya. Yang ia lihat pertama kali ialah selimut putih yang menutupi sebagian tubuhnya. Ia melihat ke kanan, disana terbaring mamanya. Namun ia tidak melihat sang papa. Kemana papa? Batinnya berkata. Pintu ruangan yang ia huni itu pun terbuka, menampilkan dua orang yang berpakaian serba putih yang mulai mendekati dirinya.

"Syukurlah, akhirnya kamu sadar juga" kata sang dokter.

"Mamamu dan kamu mengalami koma seminggu terakhir ini. Papamu sudah sadar dari 3 hari yang lalu, kini ia diruang rawat. Kamu jangan khawatir, istirahat. Jangan banyak pikiran" sambung dokter itu.

"Dokter"

"Iya kenapa? Ada yang sakit?" Langit pun hanya menggeleng.

"Dimana Senja?" Tanya Langit.

"Senja? Gadis kecil yang jadi korban juga?" Dokter itu bertanya kepada Langit. Langit pun hanya mengangguk dua kali.

"Dia di pindahkan kerumah sakit di Jerman, karna rumah sakit di Indonesia tidak bisa mengobatinya. Tapi tenang saja, dia tidak mengalami luka bakar yang serius. Hanya saja organ tubuh dalamnya yang kontraksi akibat insiden itu" jelas dokter.

Pindah ke Jerman? Batin Langit masih tidak menyangka semua ini akan terjadi.

"Lalu kedua orang tuanya dok?" Tanya Langit. Sang dokter pun hanya bisa diam. Langit pun mulai menduga-duga hal yang buruk.

"Orang tuanya me- me- men- meninggal dok?" Tanya Langit yang di penuhi dengan rasa takut dan dokter itu hanya bisa mengangguk lemah.

"La- lalu di- dia ke Jerman sa- sama si- siapa dok?" Tanya Langit lagi yang entah mengapa menjadi sangat sulit untuk berbicara.

"Dia ke sana bersama neneknya. Sudah lah, kamu masih harus beristirahat banyak. Dia akan baik-baik saja. Percayakan semua kepada Tuhan. Ini semua sudah takdir nak" kata dokter menasihati Langit yang mulai mengeluarkan cairan bening dari matanya. Sang dokter kemudian membelai halus rambut Langit, lalu keluar dari ruangan itu. Langit pun hanya bisa menangis sejadi-jadinya, ia menatap langit-langit ruangan serba putih itu.

Apakah Senja sudah sehat?

Apakah Senja baik-baik saja?

Apakah Senja marah sama Langit?

Apakah Senja kembali lagi ke Langit?

Apakah Senja memaafkan Langit?

Apakah Senja kuat tanpa kedua orangtuanya?

Seandainya...

Seandainya ia tidak mengundang Senja untuk hadir di perayaan ulang tahunnya.

Seandainya malam itu ia tidak berulang tahun.

Seandainya malam itu ia tidak merayakan ulang tahunnya.

Seandainya kejadian itu tidak terjadi, mungkin ia kini sedang tertawa bersama dengan Senja dibawah semesta dan diatas bumi yang sama.

Seandainya kejadian itu tidak terjadi, mungkin ia kini sedang bermain dengan Senjanya.

Seandainya kejadian itu tidak terjadi, mungkin ia kini sedang mengerjakan tugas sekolah bersama Senjanya.

Langit & SenjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang