HIS 2

3.2K 371 40
                                    

Seperti yang sudah jungkook janjikan, hari ini hari pertama yerim masuk kuliah, tentunya melewatkan kegiatan ospek atau pengenalan lingkungan kampus. Jadi ini kali pertama yerim melihat kampus barunya dan juga teman-teman se-jurusannya. Yerim sungguh antusias menyambut hari barunya.

"Jangan pake make up atau aku akan melukis wajah mulusmu itu"

"Pakai pakaian yang udah aku pilihkan"

"Jangan berdekatan dengan siapapun sekalipun itu cewek, aku selalu mengawasimu yerim"

"Ingat! Jangan kemana-mana, di kelas aja, aku akan menjemputmu pulang nanti"

"Jika ada yang mengganggumu, biar aku bunuh"

Yerim membaca sticky note yang tertempel di pintu kamar mandi. Membaca pesan jungkook membuat yerim meringis, ucapan jungkook selalu saja berisi perintah dan ancaman.

Tangan yerim meraba lengan kirinya yang dipenuhi luka goresan. Jungkook yang melakukannya, dia melukis lengan yerim dengan silet, terukir tulisan milik jungkook. Yerim tak bisa membayangkan kalau jungkook akan melukis wajahnya jika yerim memakai make up.

Yerim menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memegang pipinya sendiri.

Sesuai perintah jungkook, yerim tak memoles sedikitpun wajahnya, hanya menggunakan sunscreen saja sebagai pelindung kulit. Memakai dress biru pastel sepuluh senti di bawah lutut pilihan jungkook. Jungkook juga menyiapkan jaket untuk yerim pakai. Yerim harus selalu memakai jaket, jungkook berujar jika dia tak mau lekuk tubuh bagian atas yerim menjadi tontonan banyak orang.

Selesai bersiap, yerim membuka pintu kamarnya. Terpampang sosok jaehyun orang kepercayaan jungkook yang sudah menunggu di depan pintu kamar dengan kepala menunduk. "Jungkook ada urusan pekerjaan jadi saya yang akan mengantar anda."

Yerim mengangguk mengikuti saja apa yang sudah diperintah jungkook.

Di perjalanan menuju kampus barunya. Yerim selalu menyunggingkan senyum tipis sambil memikirkan nanti dirinya akan satu kelas dengan sahabatnya suhyun. Seperti yang sudah jungkook katakan. Yerim sangat senang bisa bertemu lagi dengannya.

Jungkook juga berkuliah di kampus yang sama, tapi berbeda fakultas. Jungkook jarang masuk kuliah, dia hanya masuk saat ujian saja. Meski tak pernah mengikuti kuliah, nilai jungkook cukup baik. Mungkin otak jungkook memang sudah terlahir jenius. Lelaki itu mana mau mengikuti kuliah, dia lebih memilih bekerja mengurus perusahaannya. Dia benar-benar tipe gila kerja.

Sebuah mobil sedan hitam memasuki kawasan perguruan tinggi. Penghuni kampus yang berlalu lalang mengarahkan pandangan mereka pada sosok yang keluar dari mobil itu.

Jaehyun keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk yerim.

Yerim terus menundukan kepala, sejujurnya ini kali pertama dirinya berada di keramaian seperti ini. Setelah bertahun-tahun jungkook mengurungnya di mansion. Beberapa pasang mata bahkan menatapnya, membuat yerim berkeringat dingin.

"Kelasmu ada di sebelah sini." jaehyun menunjuk sebuah kelas dengan tangannya.

"Ah, iya terima kasih." yerim berdiri di depan pintu kelas. Lalu dengan satu tarikan napas ia membuka pintu tersebut.

Ceklek.

"Y-yerim." suhyun sedikit terkejut dengan kedatangan yerim.

Yerim lebih terkejut karena kelas yang akan ditempatinya kosong, hanya ada suhyun saja. Matanya masih bergerak mengedarkan pandangan ke setiap sudut kelas.

Ini pasti ulah jungkook.

Jungkook benar-benar berlebihan.

Ini namanya sama saja seperti sekolah privat.

HIS [JUNGRI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang