HIS 16

1.9K 283 18
                                    

"When the day comes"

"I'll be there for you.. Don't be afraid, baby"

"I'll be there for you.. Don't be afraid, baby"

"I will kill you, then we could be together for long time.. "

Alunan musik klasik dengan volume sedang menemani perjalanan Jungkook menuju mansion nya. Bibir Jungkook sesekali ikut menggumamkan lirik lagu tersebut. Namun matanya menatap nyalang lurus ke depan. Jungkook terkekeh sendiri. Tangannya menggengam erat stir mobil hingga urat-urat di tangannya menyembul keluar. Kacau. Itulah keadaannya saat ini. Belahan jiwanya, mate nya, pusat hidupnya saat ini tidak ada di sampingnya.

"Fuck! Kubunuh kau keparat!"



■■■




Perlahan yerim membuka matanya, berat, kepalanya terasa amat berdenyut-denyut. Saat kelopak matanya terbuka, Gelap! Itulah yang ditangkap retina matanya. Hanya seberkas cahaya kecil yang masuk melalui celah-celah di ruangan itu.

Yerim tersadar, sekarang ia dalam posisi terduduk di lantai dengan kedua tangan diikat ke atas. Erat. Ikatan di lengannya membuat aliran darahnya terasa berdenyut-denyut.

Jantung yerim berdetak lebih cepat ketika sekelebat ingatan kejadian di kampus menyapanya. Pria berhodie hitam yang sebelumnya pernah dilihatnya beberapa hari ke belakang, datang dan menculiknya. Sekarang nyawanya dalam bahaya, Yerim harus keluar dari sini, sebelum lelaki berhodie hitam itu datang.

Tiba-tiba terdengar suara isakan tertahan dari seorang perempuan. Yerim menajamkan pendengarannya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Di samping keadaan yang gelap, ia tidak merasakan keberadaan seseorang di sana. Mungkinkah?

Yerim mencoba mendengarkannya lagi, suara itu terdengar kembali lebih lirih. Seketika darah yerim berdesir dengan cepat. Mungkinkah ada hantu?

"S-siapa itu?" tanya yerim dengan suara bergetar.

Tidak ada sahutan. Masih terdengar suara tangisan samar.

"S-siapa?" Yerim meninggikan suaranya.

Suara tangisan itu berubah menjadi sesenggukan. Yerim sedikit bernapas lega, setidaknya dia bukan hantu seperti yang di bayangannya. Karena tidak ada hantu yang menangis sesenggukan. Itu artinya ada orang lain yang berada di sana selain Yerim.

"Halo, siapa kau?"

"Halo? Tolong jawab aku, apa kau juga diculik?"

"Aku bukan orang jahat, aku diculik dan aku ingin keluar dari sini."

Tetap tidak ada sahutan.

"Halo, tolong jawab aku,"

"Dia akan menjual organmu," suara bergetar dari seorang wanita menyahuti ucapan Yerim.

Yerim menegang, "A-apa maksudmu?"

"Aku yakin kau mendengar ucapanku dengan baik," jawabnya.

"Siapa dirimu? Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya yerim to the point.

"Aku jihan, sebelumnya di sini banyak anak seumuranku juga, kami diculik dari desa dan disekap di sini."

Bulu kuduk yerim meremang, "Lalu, di mana yang lain?" tanyanya.

"Sudah mati, organ merka diambil," Jawab Jihan.

Jantung yerim berdegup kencang, "A-apa? lalu, kau sendiri?"

"Dia mengurungku di sini. Aku tidak tau kenapa dia tidak membunuhku juga."

Napas yerim memburu, "aku, aku tidak mau mati," tanpa sadar yerim menangis. "Kita harus pergi dari sini Jihan."

HIS [JUNGRI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang