Jungkook membuka pintu kamarnya sendiri. Indra penglihatannya langsung menjadi sosok gadis yang selama ini menjadi pusat hidupnya.
Sosok gadis itu masih bergelung di balik selimut karena ini juga masih pukul tiga pagi. Jungkook bernapas lega dan tersenyum tipis. Dihampirinya tubuh gadis tersebut dan mengusap kepalanya.
"Kim yerim." jungkook melafalkan nama gadis tersebut sambil memandang wajah tidurnya.
Tidak terasa jarum jam sudah bergerak menunjukkan pukul enam pagi. Samar-samar cahaya fajar mengintip dari balik tirai jendela.
"Eungg.. " yerim merentangkan kedua tangannya ke atas. Meregangkan otot-ototnya. Tidak sengaja kepalan tangan yerim menghantam perut seseorang yang duduk tepat di sebelahnya tidur.
Yerim langsung bangun terduduk dan menatap siapa korban dari pukulan kepalan tangannya.
"Sudah bangun?" tanyanya pada yerim.
Pandangan yerim yang masih setengah sadar meneliti wajah orang di depannya ini.
"Jungkook?"
Jungkook tersenyum tipis. "Kamu nggak usah kuliah hari ini." ucapnya begitu saja.
Bibir yerim mengerucut, "Kenapa bolos lagi?"
Jungkook mendekat ke yerim dan menariknya ke dalam pelukan. "Bukankah lebih enak bolos?" ucapnya.
"Bolos itu nggak boleh tau." yerim mendorong tubuh jungkook, dia sebenarnya tidak nyaman dengan keadaannya yang masih baru bangun tidur dan bau, takut membuat jungkook ilfeel.
"Sebentar, aku haus." ujar jungkook semakin mengeratkan pelukannya.
"Hah?" sahut yerim tidak mengerti.
"Aku mau minum darahmu," saat itu juga jungkook menggigit leher yerim membuat yerim berteriak, bukan karena sakit melainkan karena kaget.
Jungkook terkekeh melepas pelukannya.
Hanya dengan ucapan jungkook yang sebenarnya sebuah gurauan sudah mampu membuat napas yerim tercekat.
"Nggak lucu jungkook!" kesal yerim memukulkan bantal ke arah jungkook yang langsung ditepis olehnya.
"Emang siapa yang lagi ngelucu?" suara kekehan yang terdengar menyebalkan bagi yerim.
"Kamu." kesal yerim.
"Emang kamu pikir aku beneran mau hisap darah kamu apa. Kamu kira aku apaan?"
Yerim cemberut, memukul paha jungkook, "Kamu monster."
Ekspresi kesal yerim malah menjadi hiburan tersendiri bagi jungkook.
Jungkook menahan kedua tangan yerim yang terus memukul pahanya. "Udah puas mukulnya?"
Napas yerim terengah, "Belum." yerim kembali akan memukul jungkook namun tangannya ditahan.
Untuk beberapa saat tatapan mereka bertemu,
"Eum, jungkook?" yerim membuka suara.
"hm?" sahut jungkook dengan deheman, matanya tidak terlepas dari yerim.
"Nggak jadi."
"Jangan bohong, eh?"
Nah.
"Eum, aku ingin memperbaiki nilaiku jungkook. Jadi hari ini ada jadwal mata kuliahku yang dapat remidi jadi .. jadi ijinkan aku masuk ya hari ini."
Jungkook membuang napasnya kasar membuat yerim terpatung di tempat.
"Nggak aku ijinin."
"Please .. ". Jungkook rasanya ingin menerkam tubuh yerim saat itu juga ketika yerim mengeluarkan rengekannya.
