Yorobun mulai part ini ke depan bacanya yang teliti ya soalnya clue-cluenya nyempil, sekecil apapun itu bisa jadi clue^^
•
•
•
•
"Justin? Justin?" panggil Jungkook mengelilingi mansion.
"Aku di sini, Jungkook!" seru Justin dari arah taman belakang mansion.
"Sedang apa kau?" Jungkook muncul dari balik pintu dapur.
"Lihatlah, kemari," Justin melambaikan tangannya pada Jungkook, mengisyaratkan agar Jungkook mendekat.
"Kau sedang lihat apa?" tanya Jungkook lagi. Jungkook berjalan mendekati Justin yang berjongkok di tengah rerumputan.
"Lihat ini," tunjuk Justin ke arah rumput.
Jungkook memicingkan matanya, "Apa? Rumput?" ujarnya menyerah, karena ia tidak menemukan apapun.
"Semut," Justin tersenyum.
Jungkook mengernyit, "Semut?" ulangnya.
Justin mengangguk. "Lihatlah dia sedang bercerita tentang anaknya."
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, Justin. Sebaiknya kau masuk, mommy mencarimu," ujar Jungkook.
"Baiklah, baiklah. Aku harus pergi tuan semut, sampai jumpa," Justin melambai seolah semut itu memperhatikannya. Kemudian Justin masuk ke rumah diikuti Jungkook di belakangnya.
"Justin, mommy sudah mengurus kepindahanmu ke Amerika, kau akan bersekolah di sana bersama dengan hellen," ujar Wendy saat Justin sudah duduk di sebelahnya.
"Terima kasih, mommy. Mommy akhirnya mengijinkanku bersekolah di sana, itu impianku," sahut Justin antusias.
"Mommy pasti akan merindukanmu," Wendy memeluk Justin erat, seolah tidak ada hari esok.
"Mommy dan daddy bisa mengunjungiku kapan saja, kan," ucap Justin.
"Iya, tapi tidak mudah bagi mommy berada jauh darimu," Wendy mengurai pelukannya pada Justin. Menatap wajah anaknya dengan sayang.
"Mommy membuatku berat," ucap Justin dengan nada sedih.
Wendy tersenyum, "Tidak, sayang. Mommy bangga padamu, kau akan bersekolah di sana dan mengikuti pelatihan di akademi milik NASA. Siapa yang tidak bangga," ujar Wendy dengan berbinar.
"Nanti saat aku sudah jadi astronot, aku akan menyapa mommy dari langit," ujar Justin dengan gembira, ia menggoyang-goyangkan kakinya yang menggantung.
Wendy mencium puncak kepala Justin lama, sebagai ibu ia begitu terharu dan bangga, tentu saja.
"Kau memakan apa sih, Justin. Otakmu bisa jenius begitu," tukas Jungkook yang duduk di sebelah Justin.
"Tidak ada yang beda diantara kita, kau juga jenius, hanya saja aku sedang beruntung." Justin berucap dengan bijak di usianya.
"Anak mommy jenius dengan cara kalian sendiri, mommy sayang kalian, sini peluk mommy," Wendy merentangkan tangannya, meminta kedua anaknya datang kepelukannya.
■■■
Justin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak peduli jika caranya berkendara akan mengganggu ketertiban lalu lintas. Sorot matanya mengisyaratkan amarah yang siap meledak kapan saja. Belahan jiwanya, mate-nya, saat ini sedang dalam bahaya. Justin meninju stir mobilnya keras, siapapun yang berani menyentuh belahan jiwanya sedikit saja, maka justin akan memutus urat nadi orang tersebut saat itu juga, kalau perlu, Justin tidak akan membiarkannya mati dengan mudah.
