Tak
Tak
Tak
Yerim menoleh ke arah jendela kamarnya. Dirinya terkejut saat mendapati wajah seorang perempuan muncul di balik kaca jendela. Yerim mundur.
"Mau apa kau?" teriak yerim.
Tak
Tak
Tak
Kaca jendela kamar yerim diketuk menggunakan batu.
"Buka!" ujar perempuan itu dari balik jendela, samar yerim masih bisa memahami ucapannya.
Yerim masih bergeming. Dirinya takut, bagimana perempuan itu bisa masuk ke mansion jungkook. Perempuan berwajah blasteran dengan rambut bergelombang berwarna merah kecoklatan, dia adalah Hellen. Perempuan yang menurut yerim sedikit aneh dengan sikapnya yang cuek dan urakan.
Terakhir pertemuan mereka adalah di mansion orang tua jungkook, saat itu hellen melukai lengan yerim. Apa hellen memiliki dendam dengannya. Bahkan pertanyaan di dalam otak yerim tentang siapa hellen, masih belum terjawab.
Hellen kembali mengetuk jendela kamar yerim tapi kini lebih keras. Yerim takut, kenapa juga pagi-pagi jungkook sudah pergi.
Yerim meneliti mimik wajah hellen, mencari tau maksud hellen menemuinya untuk berbuat jahat atau tidak. Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian, yerim mendekat ke arah jendela.
"Kau mau apa?" yerim berteriak agar hellen bisa mendengar suaranya.
"Buka, aku hanya ingin bertemu denganmu!" teriak hellen.
Perlahan yerim membuka jendela kamarnya dengan waspada. Segera setelah itu hellen langsung menarik jendela agar terbuka lebar, hellen masuk ke dalam kamar yerim.
Yerim mundur waspada, "jangan macam-macam, kau sudah janji, kan?"
"Iya, iya. Kau takut sekali sepertinya." hellen terkekeh. Mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan.
"Cepat katakan apa maumu?!"
"Eits, jangan emosi dong. Aku hanya ingin bertemu denganmu, kim yerim." hellen mendudukan diri di ranjang dengan santainya, yerim menatap dengan keheranan.
"Lalu?"
"Ya hanya ingin bertemu, itu saja." hellen mengendikkan bahunya.
"Terus kenapa kamu lewat jendela, kamu mau berbuat jahat, ya?" tuduh yerim.
Alis hellen bertaut, "ih, enak aja. Jangan asal nuduh yerim," tukasnya.
"Lalu?"
"Kalau aku lewat pintu, nanti ketahuan tuan rumah yang sombong itu," sahut hellen santai.
Kening yerim berkerut, "apa maksudmu? Dan bagaimana kau bisa berada di mansion Tuan Jeon kemarin? kau ini sebenarnya siapanya Tuan dan Nyonya jeon?" yerim memborbardir hellen dengan pertanyaan yang selama ini berputar di otaknya.
Hellen mengorek telinganya malas, "karena aku tunangannya jungkook," jawabnya.
Mendengar ucapan hellen hati yerim terasa dicubit. Sesaat yerim terpaku di tempatnya berdiri.
Hellen kemudian terkekeh, "kau cemburu, ya?"
"Ng .. Nggak! kau pasti berbohong, aku tidak percaya padamu!"
"Kalau aku jujur, apa kau cemburu?" hellen menatap yerim.
Yerim rasanya seperti terjun bebas mendengar ucapan hellen ini, ada rasa takut yang menjalar di hatinya, "Nggak tau! kau pasti berbohong," yerim mengalihkan pandangannya.
