Disuatu malam yang hening. Kampung Pamin sudah meredup karna ini hampir jam 11 malam.
Ruang tamu pun sudah gelap, anak-anak keluarga harmonis itu sudah tertidur lelap. Hanya ruang tv yang masih terang dan menampilkan beberapa adegan di layar persegi panjang itu.
"KOK ENTUT SIH?" Bulin udah keluar tanduk. (Kok kentut sih?)
Pamin ngeliatnya rada shock. Merasa apa salah dan dosanya sampai dibentak begitu.
"Halha mau takon krungu ora ki opo? Aku bar ngentut mau. Tak kiro koe pengen entut. Njuk karepmu opo?" (lha tadi tanya denger nggak itu apa? Aku habis kentut tadi. Tak kira kamu pengen kentutnya. Terus maumu apa?)
"Sek dog dog mau lho ya Allah. MIE DOG DOG. MIE DOG DOG UDUK ENTUT!" (Yang dogdog tadi. Mie dogdog bukan kentut)
Bulin terus lari kedepan dan nyamperin tukan mie dogdog.
"Pak, seporsi ya." kata Bulin santai sambil nungguin.
Pamin nyusul keluar dan senyum secerah matahari pagi.
Pamin noel bahu Bulin, "2 porsi to?"
"Sopo? Rasah sok kenal." (siapa? gausah sok kenal)
"Cweh. Ngono wae nesu. Pak, seporsi lagi ya." (Gitu aja marah)
Akhirnya tengah malam ini Bulin sama Pamin makan dipinggir rumah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
anggap aja gitu . itu news baru mateng masih panas aku beli sama suamiku malem ini. cemiwiwww ~