Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pembangkangan Adipati Pesisir

283 12 0
                                        


Air laut hari ini begitu tenang,deburan ombak kejar mengejar menuju ke tepian.
jalur perdagangan masih terasa seperti biasa,jual beli berbagai macam kebutuhan masih mewarnai pesisir utara jawa.
rencana bhre Kertabhumi untuk mengajak para adipati di pesisir laut utara jawa,sedikit demi sedikit mulai membawa hasil.
meskipun para adipati pesisir menyanggupi dan akan membantu bhre Kertabhumi,namun syarat yang diminta juga tidaklah ringan,namun demi sebuah dendam bhre Kertabhumi bersedia untuk memenuhi permintaan tersebut jika kelak berhasil dan menjadi raja majapahit.
sejumlah demang juga tidak tinggal diam dalam menggalang kekuatan untuk membantu bhre Kertabhumi.
Dengan janji setia para adipati pesisir,bhre Kertabhumi mulai yakin jika raja Suraprabhawa akan bisa dia gulingkan.

Raja Suraprabhawa terdiam,saat seorang pembesar kerajaan majapahit,Aryo kusumo melaporkan kepadanya tentang para adipati pesisir utara jawa.
"apa ada kemungkinan mereka membangkang?" tanya raja Suraprabhawa.
Aryo kusumo kini ganti yang terdiam,dia tidak berani langsung menjawab pertanyaan rajanya itu.
"kita kirim utusan ke semua kadipaten pesisir yang mulia raja Suraprabhawa"
"mungkin itu lebih baik"
Lewat saran Aryo kusumo,akhirnya raja Suraprabhawa memerintahkan Tejo wardhaya untuk mengirim surat pada para adipati pesisir.

Terik panas matahari tepat diatas kepala,sesekali Tejo wardhaya memandang keatas,mungkin dia memiliki sedikit harapan,agar ada segumpal awan yang menutupi teriknya matahari siang ini.
hati Tejo wardhaya sedikit berbunga,dia melihat ada orang yang berjalan kaki tidak jauh dari tempatnya,dia langsung putuskan mendekati orang tersebut.
"permisi kisanak"
orang tersebut memberhentikan langkahnya,kala Tejo wardhaya menegurnya.
dia cuma menganggukkan kepala,wajahnya tidak terlihat jelas karena topi petani lebar yang dia kenakan untuk menahan teriknya matahari.
"bisakah aku menumpang berteduh dan memerintah seteguk air untuk tenggorokan yang kering ini"
"jika cuma seteguk air atau sepotong singkong rebus,ayo ke rumahku"
ajak orang tersebut pada Tejo wardhaya.

"inilah tempat tinggalku"
sebuah rumah yang besar dengan halaman yang luas terbuat dari bata merah yang kokoh.
Tejo wardhaya dan empat orang temannya langsung duduk duduk di teras rumah tersebut.
tak lama kemudian,orang ini kembali muncul dengan membawa sekendi air dan beberapa potong singkong rebus.
Tejo wardhaya merasa tidak asing dengan wajah orang ini,dia langsung menghaturkan hormat.
"terima hormatku " ucap Tejo wardhaya dan keempat temannya.
"saya bukan siapa siapa lagi,jadi tidak perlu anda hormati"
"maaf,saya benar benar tidak tahu ternyata anda tuan Dharma"
"jangan panggil aku tuan,karena aku bukan punggawa majapahit lagi"

Pada akhirnya Tejo wardhaya menceritakan semuanya kepada Dharma,tapi Dharma berpura pura tidak tahu perihal pembangkangan para adipati pesisir.
"berhati hatilah tuan Tejo wardhaya,diluar sana banyak musuh"
"terima kasih tuan Dharma,saya pamit dulu"
"silahkan tuan"
Tejo wardhaya pergi meninggalkan rumah Dharma menuju tuban,dan singgah dulu di gresik.

Ternyata kedatangan Tejo wardhaya ke gresik sudah tercium oleh prajurit simpatisan bhre Kertabhumi,mereka langsung menghadang Tejo wardhaya.
"mau kemana kau prajurit majapahit?"
tanya salah satu diantara mereka.
Tejo wardhaya tidak langsung menjawab,dia cuma mengamati berapa banyak prajurit yang kini menghadang jalannya.
"aku utusan majapahit,dan ini daerah majapahit,biarkan aku lewat"
mereka tidak memberi jalan,malah tertawa terbahak bahak.
"habisi mereka" kata orang tersebut,dan sontak jumlah mereka yang puluhan langsung menyerang Tejo wardhaya.

Ksatria Majapahit 6 eps Perang Wangsa Rajasa 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang