Irene menatap seokjin kesal saat ini irene tengah berada di apartmen seokjin setelah irene dipaksa ikut dengan pria tinggi itu.
"kau mau minum sesuatu? Atau kau mau makan?" tanya seokjin
"aku ingin pulang" ucap irene kesal
"aku akan memesan makanan kau bisa pulang setelah makan" ucap seokjin lalu berlalu memasuki kamar nya seokjin tidak bermaksud untuk membuat irene semakin kesal dengan nya dia hanya ingin melihat irene makan itu saja cuma memang seokjin memilih cara yang ekstrem dengan memaksa irene ikut dengan nya
Irene masih duduk di sofa di ruang santai milik seokjin tidak ada yang berubah masih sama hanya saja tidak ada lagi foto foto dirinya, irene menaikan kaki nya ke sofa merangkak mengambil bantal yang ada di ujung lalu menelungkupkan badan nya dia benar benar lelah dan lemas saat ini kepalanya berputar putar irene mengerjapkan matanya 'apa aku akan pingsan lagi? Ah tapi ku rasa tidak buruk juga pingsan di sofa tidak akan sakit' batin irene lalu terkekeh irene membalikn badan nya menjadi telentang lalu sedikit memiringkan tubuh nya kesamping mencoba untuk tidur
Seokjin baru saja selesai mandi saat bel apartmen nya berbunyi, seokjin berjalan ke arah pintu melewati irene yang tengah tertidur di sofa milik nya mengambil pesanan nya lalu kembali menutup pintu itu berjalan menghampiri irene
"bangun lah kau bilang mau pulang" ucap seokjin
Seokjin berjogkok di dekat irene mengusap lengan irene lembut "joohyunaa" panggil nya lirih
Irene membuka matanya lalu berbalik menatap seokjin
"ayo makan aku memesankanmu pizza kesukaanmu" ucap seokjin masih dengan posisi yang sama
"aku sakit" ucap irene dengan suara bergetar sudah ingin menangis
Tangan seokjin terulur menyentuh dahi irene "kau sedikit demam kenapa baru bilang kalau sakit"
"aku sudah mengtakan nya dari tadi, kenapa kau malah memarahiku" dan kini irene benar benar mennagis
'kau bahkan membuat nya menangis lagi' ucap seokjin pada diri nya sendiri
"miane jangan mennagis hemm" seokjin mengusap pipi irene lembut menghapus jejak air mata irene
Seokjin memindahkan irene ke kamar nya agar irene bisa berbaring dengan lebih nyaman "aku sudah memanggil dokter sebentar lagi dia akan datang"
Dokter baru saja selesai memeriksa irene dan tengah di antrakan seokjin keluar
"apa kau ini anak anak? Kenapa bisa sakit seperti ini lagi? Tidak bisakah kau berhenti membuat khawatir?" Ucap seokjin begitu sampai di kmar nya
"kau marah marah lagi? Aku ini sedang sakit kenpa kau terus memarahiku?" cicit irene
"aku akan membuatknmu bubur dan akan kupastikan kau menghabisknnya" ucap seokjin lalu meninggalkan kamar nya
Irene benar benar kesal dengan sikap seokjin yang terus memaksa nya memaksa ikut dengan nya memaksa makan memaksa minum obat nya tidak bisakah lelaki tinggi itu membiarkan nya pulang saja dan dia benar benar rindu omma nya saat ini, dan bahkan seokjin meninggalkan nya saat ini.
Seokjin sudah mau tidur merebahkan tubuh nya di kamar lain aparmen nya 'apa perlu kupastikan joohyun sudah tertidur atau belum sekarang atau mungkin dia perlu sesuatu saat ini' seokjin kembali bangun dan menghampiri joohyun
Duduk di pinggir ranjang nya mengusap lengan irene pelan "kenapa memangis? Kau perlu sesuatu?" irene menggelengkan kepalanya
"miane joohyun" lirih seokjin "aku dan rose akan segera menikah"
KAMU SEDANG MEMBACA
love is game (jinrene)
Fanfictioncast bae joohyun (irene) kim seok jin suho jiso Start: 26 januari 2020 Finish: 8 april 2020
