"Denger baik-baik karna ngga akan gue ulangin"
Dia menggenggam tangan ku erat
"Mutiara Anugrah Setya Andini putri, malam ini kota Jakarta menjadi saksi saat Aku Raja Giannuca Putra meminta mu untuk berada disetiap detik dan menit menjadi bulan dan tahun hingga rambut kita memutih, bersediakah kamu untuk menjadi kekasih ku? Tolong jangan tolak karna aku pastikan bahwa akulah terbaik untuk kamu"
Butiran bening tumpah dari kelopak mataku yang tak bisa menahan haru,
"Iya ka aku bersedia" tanpa ragu sedikitpun aku menerima permintaanya untuk menjadi kekasihnya,
"Tuhan rasa ku bersambut, terima kasih karna telah mendengarkan batin ku, maaf jika ku memaksa tapi aku hanya ingin dia saja tak ada yang lain" gumamku dalam batin
Dia mendekap tubuhku memeluk ku erat dan mengecup kening ku,
"Thank's yah Ra,mulai malam ini Tuan rumah dari hati aku adalah kamu begitupun sebaliknya"ucapnya,
aku memandangnya lekat dan masih tak percaya pada cara semesta yang menyatukan hati kami.
Banyak yang kita perbincangkan malam ini mulai dari kebiasaan kita masing-masig, sifat yang berbanding terbalik, semakin mendengar ceritanya aku semakin menemukan apa yang aku cari dia memang berbeda dari mereka yang pernah aku kenal.
"Kak emang bener kakak mau jadiin aku sama teman-teman aku grup Qasidah buat tampil minggu depan ya kak? Tanyaku untuk memastikan penyataannya tadi siang
"Hahahaha emang kalian mau?"
"Ya nnnnnnggggggggaaaakkk juga sih kak',
"Ya udah berarti nggak"
"Beneran?" Tanyaku dengan wajah yang riang
"Iya, itu cuman guyonan kok"
Ucapnya,
"Btw kak, aku dan Sam hanya sebatas teman di UKM aja, tadi dia ngajak aku ketemu buat nawarin aku untuk jadi bagian dari teatrikal untuk pergelaran seni Minggu depan nanti, tapi aku belum terima sih tawaranya dia, kalo misalnya kamu ngga ngijinin, aku ngga bakalan terima serius"
"Ra pertama terima kasih karena sudah mau menjelaskan perihal tadi siang kepadaku, kedua aku ngga akan ngebatasin kamu buat ngembangin bakat kamu, aku malahan bangga kalo kamu mau untuk ambil tawaran itu"
"Jadi nggapapa aku terima tawarannya?"
"Iya"
"Aku janji aku ngga bakalan macem-macem sama Sam atau siapapun" aku memberi komintmen dan memeluknya erat
"Aku tau" dia pun membalas pelukanku
Tak terasa sudah jam 11.30 dia pun mengajak ku untuk kembali, ah waktu kenapa begitu cepat, sepertinya dia cemburu pada kami berdua,
"Yuk balik, kasian para penghuni bikinin bottom nungguin squidward yang belum pulang dari tadi"
Dia memasangkan kembali helm di kepalaku, kami pun melaju bersama skuternya sampai di kosanku,
"Ka aku masuk dulu ya"
Dia tersenyum hangat kepadaku, ketika aku berbalik dia menarik ku kembali dan mendekap ke pelukannya, di daratannya sebuah kecupan manis di keningku
"Mimpi yang indah mutiara ku"
Dia pun berlalu dengan skuter maticnya,
Aku berjalan pelan menuju ke kamarku, sengaja tak kubiarkan teman-temanku mendengar langkah kaki ku, aku membuka pintu kunyalakan lampu kamar ku dan,
"Hayoooooollloooooooohh dari mana"
Terikan ketiga manusia usil yang sudah berada di kamarku mengagetkan dan menodongku dengan berbagai pertanyaan
KAMU SEDANG MEMBACA
Mahkota untuk Raja
RomancePerkenalkan namaku Mutiara Anugrah Setyaandini Putri, aku berasal dari kota Jember Jawa Timur & sekarang aku memutuskan untuk hidup mandiri sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi terkece di Jakarta sebagai Mahasiswa fakultas hukum di universitas An...
