Hari Bersama Nuca

1.3K 143 18
                                        

"pria brengsek kenapa sih suka bikin jantung gue mau copot? untung sayang kalo ngga, udah gue bikin jadi krebipeti" gumamku dalam hati

"Sayang"

"Oiiiii sayang" panggilnya kembali saat ada jawaban kemudian

"Oh mau lagi?"ucapnya

"a..apa...? Nggak kak beneran"

"Haha apa yang nggak?"

"Eng...nggak aja heeehe, ya udah ini kita mau ke mana kak?"

"Nih udah nyampe" ucapnya saat kita tiba di taman kota pagi itu,

"Oh iya" ucap ku salah tingkah

"Ya udah turun sini"

"Hmmmm kak aku malu"

"Malu kenapa?"

"Dandanan ku ini loh kak aku nda PD"

"Udah dibilangin, Nggak kenapa-kenapa"

"Jahat kamu tuh kak"

"Udah ah, sini" dia menggapai tangan ku dan menggenggam jemari ku mengajak ku berjalan ke arah taman kota pagi itu

"Kamu mau makan apa?"

"Terserah kamu" ucapku yang masih kesal

"Di sini ngga ada yang jual terserah sayang, yang ada tu cuma bubur ayam, nasi goreng, nasi uduk, sop ayam, lontong sayur, kamu mau yang mana?"

"Yang kamu mau aja"

"Ya nanti kalo aku pesannya kamu ngga suka kan percuma sayang, adinya mubazir dong"

"Iiiiihhhhhh iya bubur ayam aja"

"Hahaha gitu dong pinter" ucapnya sambil mengacak pucuk rambut ku

Kemudian kami duduk di salah satu meja pedagang yang menjual bubur ayam

"Pak bubur ayamnya dua ya sama teh hangat dua"

"Iya mas tunggu sebentar ya" ucap pedang bubur ayam

"Baik pak" ucap kak'nuca

Sambil menunggu pesanan kami, Aku hanya sibuk memainkan gawaiku dan tak pedulikan dia.

"Kenapa sih mukanya di tekuk terus, senyum dong"

"Nggak kenapa-kenapa" jawab ku

"Mas ini bubur sama teh hangatnya"

"makasih pak"

"Sama-sama"

"oh iya pak boleh nanya nggak?"

"Iya boleh" jawab bapak pedagang tersebut

"Bapak calon istri saya cantik ngga pak?" Aku hanya bingung dan heran dengan pria aneh ini apa yang ada di isi kepalanya pertanyaan apa itu

"Cantik mas, cantik banget, mirip istri bapak waktu muda, cantiknya kaya begini" jawabnya

"Oh ya, berarti bapak muda nya kaya saya dong?" Tanya kak nuca kembali yang berhasil membuat benteng pertahanan ku untuk tak berbicara roboh, aku hanya bisa terkekeh mendengarkan pertanyaannya

"Pak, pacar saya ketawa loh, makasi ya pak"

"Hehe mas bisa aja, sama-sama" ucap pak pedagang bubur ayam tersebut

"Kak' kamu kenapa sih?" Tanya ku karna melihat tingkah anehnya hari ini

"Ngga kenapa-napa, cuman pengen habisin waktu aja sama kamu hari ini"

"Ya udah makan sana ntar keburu dingin lagi buburnya"

Satelah selesai menyantap bubur kami berdua kemudian meninggalkan tempat tersebut dan berjalan mengintari taman kota pagi itu sambil bergenggaman tangan.

Mahkota untuk RajaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang