Malam ini adalah malam terakhir LdK sebelum besok kami kembali ke JKT dan memulai awal baru sebagai seorang Mahasiswa.
"Guys semoga kita lulus ya biar kita ngga perlu ikut lagi tahun depan, takut gue"ucap ku dengan harap
"Iya kapok gue di kasi sarapan permen karet sama air larutan garem bleee" balas Ziva yang kapok saat dikerjai
Tak lama berselang kami di panggil untuk berkumpul di depan api unggun untuk mengikuti acara penutupan LDK
"Assalamualaikum warahamatulla hinwabarakatu" ucap K'Nuca memberi salam
"Waalaikumussalam" balas dari kamu
"salam sejahtera teman-teman semuanya terima kasih atas partisipasi teman-teman panitia dan adik-adik Maba yang sudah bekerja sama dan tidak pernah berkeberatan untuk mau digembleng oleh kami para panitia, semoga dengan berakhirnya LDK ini tidak ada dendam yang ada hanyalah kasih sayang"
"ok untuk selanjutnya saya ingin mengumumkan bahwa kalian semua Maba Fak. Hukum Universitas Angkasa Jakarta Angkatan 2020 dinyatakan lulus dalam setiap tahapan LDK selamat kepada kalian"
sambutan dan pengumuman kelulusan LDK dari K'Nuca membuat kami bersorak bahagia aku dan ketiga sahabat ku lalu berpelukan.
Tak sengaja mata ku dan mata ka nuka bertemu ada seutas senyum dari bibirnya, awalnya aku tak yakin jika senyum itu untuk ku namun saat aku berbalik melihat tak ada siapapun yang membalas senyumnya aku pun yakin, entah apa maksud dari senyum itu namun sungguh dada ini seperti bergejolak rasanya ada kupu-kupu yang terbang bebas di hati ini,
"Tuhan biarkan senyum itu sedikit lebih lama disitu untukku"
Asaku dalam dada
Kami melewati malam ini dengan kebahagiaan namu dan rasa haru
"Ok adik-adik acara penutupan selanjutnya adalah kali ini berhubung karena kalian kemarin udah di gembleng oleh panitia, sekarang kami beri kalian kesempatan untuk membalas tapi, ada tapinya balasannya tak boleh berupa kontak fisik yah, kalian boleh bebas mau ngata-ngatain panitia terserah kalian, terserah bebas"
Ucap ka Age yang membawa acara penutupan malam ini,
jujur ini hal yang menyenangkan, tapi aku tak berfikir untuk melakukan apapun aku hanya ingin menikmati malam ini dengan indah.
"Okeh ada yang bersedia silahkan acungkan jari dan orang yang saya tunjuk boleh maju kedepan,
Tampak banyak yang mengacungkan jarinya salah satunya adalah keisya dan dia salah satu yang di panggil maju ke depan, aku, ziva dan lyo bingung apa yang hendak Dy buat kami hanya tersenyum dengan raut penuh tanya, keisya memang terkenal paling kritis dan juga usil.
"Apa yang mau kamu sampaikan dan ke senior yang mana?"
Tanya ka age kepada keisya
"Bukan saya sih Ka tapi teman saya cuman Dy malu makanya saya nolongin"
Jujur aku sudah mulai berfirasat saat tadi dia mencungkan jari tangannya yang pasti mau mengusili aku atau temanku yang lain, aku, ziva dan lyo hanya bertatap pasrah
"Oooow teman kamu siapa?"
Tanya ka age,
Aku mulai tak nyaman dan hendak berdiri dan lari ke tenda namun sayang namaku terlanjur telah di sebutkan oleh si usil dari malang itu
"Mutiara Anugrah Setyandini Putri"
Jawabnya dengan wajah yang seolah tak bersalah,
"Ow ow emang dia mau ngapain Ampe ngga berani sendiri?"
"Tau kak katanya tadi mau ngajak duet ka nuca tapi takut ka nucanya ngga mau"
Mendengar itu semua mata tertuju kepadaku teman-temanku hanya menertawakan aku, aku bingung harus bagaimana sungguh keisya entah spesies apa dia, tega-teganya dia mengerjai temannya sendiri,
"Gila tu si keisya haha, emang benar ya Ra Lo mau duet sama Ka Nuca?"
Tanya ziva
"Ih gila aja gw ziv, beneran tu anak emang seddeng tu otaknya gila tau ga"
Sanggah ku kepada ziva
"Yang merasa punya nama yang tersebut silahkan untuk mengambil tempat di depan"
Panggilan dari Ka age
"Maju ra"
"Ga gila aja"
"Ya mau gimana maju aja udah"
"Ya tapi gw mau bilang apa?"
"Apa aja udah daripada kita ga dipulangin besok?
"Apaan sih aaaaah keisya"
Obrolanku dengan ziva dan lyo
"Ayooo silahkan bagi yang merasa bernama Mutiara Anugrah"
Panggil Ka age kembali,
Akupun maju dengan kepala menunduk karena malu, bisa-bisanya aku kembali menjadi bahan tertawaan dari temanku sendiri,
"Awas aja kamu keisya"
Gumamku dalam hati
"Untuk ketua panitia yang terhormat tolong mengambil tempat di depan sini"
Panggilan ka age kepada ka nuca, dan dia pun bersedia maju kedepan, dengan sikap tenang dan wajah datarnya tak tampak sedikitpun senyum di wajahnya, jujur aku tak berani melihatnya rasanya ingin lari dari sini, aku menelan ludah dan mencoba untuk biasa saja,
"Jadi Tiara apa yg mau kamu bilang ke Nuca, katanya mau ajak duet? Mau duet lagu apa?"
Tanya ka' age
"Ngga ada ka"
"Kok ngga ada tadi katanya mau duet"
Dari belakang ada suara dari KA Ola dan ka Richard yang berteriak
"Duet duet duet, sikat nuc mumpung masih hangat'
Ka nuka hanya tersenyum, kemudian mengambil gitarnya, dan menarik ku untuk duduk disampingnya, kalian pasti tau bagaiman perasaanku saat ini, tanpa bertanya dia pun memetik gitar dan memainkan nada, sebuah lagu dari Banda Naira "Sampai jadi debu", aka memulai partku diikuti olehnya,
Badai Tuan telah berlalu
Salahkah 'ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
'Ku aman ada bersamamu
Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
'Ku di liang yang satu
'Ku di sebelahmu
Badai Puan telah berlalu
Salahkah 'ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku
Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
'Ku di liang yang satu
'Ku di sebelahmu.
Jika boleh jujur sedikitpun tak ada penyesalan dalam hati saat ini yang ada hanyalah aku merasa ada sebuah nyaman ketika melihatnya sedekat ini, merasakan getaran saat tak sengaja mata kami saling bertemu, aku belum bisa menerjemahkan maksud dari rasa ini, namun sungguh demi malam yang indah ini aku bahagia, terima kasih keisya.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Mahkota untuk Raja
RomansaPerkenalkan namaku Mutiara Anugrah Setyaandini Putri, aku berasal dari kota Jember Jawa Timur & sekarang aku memutuskan untuk hidup mandiri sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi terkece di Jakarta sebagai Mahasiswa fakultas hukum di universitas An...
