Setelah balik dari Fakultas Taknik aku dan keisya singgah untuk membeli pesanan Lyodra di tempat fotocopy
"Mbak pulpen yang ini dong satu berapa mbak?" ucapku sambil menunjuk pulpen yang kumaksud kepada penjaga toko fotocopy
"30 rebo dek"
"Satu biji?"
"Iye satu, mau lo berapa tong? Satu pack , lo bikin pabrik sendiri aja sono"
"Buset deh mbak mahal amat, mau naik Haji ya mbak?"
"Ni boca, iya emang gue mau naik Haji tapi bukan dari riba, emang harganya begetoooo PA, lo liat tu mereknya"
"Ya maap, soalnya pulpen gue harga segitu bisa dapat enam, ya udah ni kembalian nya mana cepetan"
"Ini si lili beli pulpen kaya beli lipstik aja mahal amat ya hmhm holang kaya mah beda" gumamku dalam hati
"Tiara ayo cepet lama amat, bentar lagi Prof edy masuk, lo tau sendiri kalo dia udah di kelas, kita ngga bakal dibolehin masuk" ujar keisya
"Iya paling telat 5 menit doang, ni mba-mba juga kembalinnya lama banget lagi iiisssh, mba cepetan dikit mba saya ada kelas ini"
"Nih, kembalian lo, baweeeeel amat" ujar penjaga toko foto copy
"Ye biarin makasi mbak, yuk kei"
"Lagian tu dosen giliran dia masuk cepet aja kaya gitu nanti kalo dia telat kitanya biasa aja, haaaa gue komporin sekelas buat bikinin petisi baru tau rasa dia" ucap ku dengan nada kesal
"Udah aah cepetan, makanya lo janan gosip mulu"
Aku dan keisaya berlari menuju lift namun sayang lift yang hendak kami pakai untuk menuju ke lt.6 tempat kami berkuliah siang itu full mengingat banyak yang kuliah di jam tersebut,
"Yah full key, mana banyak yang antri lagi"
"Aaah elo sih lama"
"Ya maap"
"Aa udah ah, naik tangga aja de"
"Ya udah yuk"
akhirnya aku dan keisya memilih untuk naik lewat tangga darurat dari pada tidak mengikuti kelas Prof Edy. Tapi belum sampai di tempat tujuan kami langkah ku terhenti saat sampai di tangga lt.5
"Nuc apa kurangnya gue dibandingkan dengan tiara? Kenapa ngga bisa sekalipun lo ngasih gue kesempatan? Jawab gue Nuc?
"Lin ngga bisa, sekalipun gue kasih kesempatan tetep aja ngga bisa, dan lo tau itu?"
"Gue ngga peduli nuc"
"Lin lo ngga bisa kaya gini, lo tau kan siapa yang kita hadepin bukan manusia tapi Tuhan lin, terlalu besar sekat yang lo dan gue hadapi dan kita ga bisa lewatin itu lin"
"Bisa asalkan lo mau nuc, asalkan loe mau kasih gue kesempatan, please beri gue kesempatan sekali aja gue mohon sekali ini kalo ngga bisa gue akan berenti dengan sendirinya"
"Ngga bisa lin, gue udah punya mutiara, dan gue bahagia sama dia, gue ngga mungkin nyakitin dia"
"Mutiara lagi mutiara lagi kenapa sih sejak perenpuan itu masuk di kampus ini semuanya harus tentang dia? gue benciiiiiii gue benci perempuan itu,
ok Raja Giannuca Putra kalo gitu gue mau lo bersumpah demi nama Tuhan lo kalo sekalipun bahkan sedikitpun di hati lo ngga ada cinta buat gue"
"Ayo nuc ngomong"
"Ngga lin"
"Ngomong aja gue mau denger, sekalipun itu pahit, kalo lo jujur gue janji gue akan ninggalin lo, gue ngga akan ganggu hubungan lo sama Mutiara, ayo ngomong nuc"
"Ngga lin"
"Ngomong aja nuc"
"Ngomong nuc kalo loe emang ngga pernah punya perasaan ama gue
Sumpah demi nama Tuhan lo"
mahalini terus memaksa k'nuca untuk berkata sesuatu yang tak ingin di katakan hingga akhirnya
"Iyaaaa mahalini iya gue memang cinta sama lo, tapi itu dulu, dulu sebelum Mutiara masuk dalam hidup gue"
Siang ini aku harus melihat dan mendengar sendiri sesuatu yang tak igin aku lihat dan tak ingin aku dengar,aku hampir terjatuh karena tak tahan mendengar semua pembicaraan mereka berdua, aku mencoba sekuat hati untuk tak menangis namun air mata ini tetap saja akhirnya terjatuh juga di wajah ku, rasa sakit yang menusuk seketika membuatku tak tahan, keisya berada bersamakupun kaget dan memelukku erat dan berusaha menenagkan ku
Tuhan apa aku salah karena hadir di dalam kehidupan dua manusia ini, aku pun segera berlari secepat mungkin, aku ingin meninggalkan tempat ini.
"Tiara tunggu lo mau kemana" teriak keisya mengejarku,
Setelah mendengar teriakan keisya ka nuca yang menyadari kehadirankupun berlari menyusul hingga menghetikan aku di lt.3 aku berusah mencari lift dan menemukan entah berapakali aku menekan tombol lift berulangkali akhirnya pintulif terbuka dan aku masuk kedalam lift diikuti oleh keisya dan k'nuca yang berusaha menghentikan aku.
"Tiara please dengerin dulu penjelasan aku jangan salah paham please ra" ucap ka nuca yang berusaha menahan ku
"Udah ka cukup, aku mau pulang"
aku berusaha sekuat mungkin menenangkan hati ku untuk baik-baik saja
"Ra please jangan gini ra"aku tak pedulikan dia yang ku lakukan hanya berjalan menuju tempat parkir dan mencari motor ku,
"Ra biar gue yang anter" keisya lalu menyalakan motorku dan bersiap mengataku pulang
"Ra please, denger dulu"
"Kei jalan kei" ucap ku
Keisya lalu menjalankan motorku, sepanjang jalan aku hanya memeluk keisya dan menangis, memikirkan semua yang terjadi tadi. Tuhan apakah aku salah telah menaruh perasaanku kepadanya, apa aku salah karna telah menyakiti hati orang lain yang juga sama besarnya mencintai Dia sepertiku?
********
KAMU SEDANG MEMBACA
Mahkota untuk Raja
RomancePerkenalkan namaku Mutiara Anugrah Setyaandini Putri, aku berasal dari kota Jember Jawa Timur & sekarang aku memutuskan untuk hidup mandiri sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi terkece di Jakarta sebagai Mahasiswa fakultas hukum di universitas An...
