Meet Again

15.8K 420 9
                                    

Vote sebelum membaca!!!
Komen setelah membaca!!!

~Happy Reading~

Clarke POV.

Sedari tadi senyum tidak pernah luntur dari bibir ku, bagaimana tidak berhenti tersenyum orang di depanku ini terus mondar-mandir kesna kemari menyiapakkan sarapan untuk kami, padahal di rumah ini ada banyak art tapi dia bilang ingin menyiapakkan semuanya sendiri spesial untuk ku.

Pada akhirnya aku menginap di rumah Billy, karena sudah terlanjur larut malam, dan hujan deras.

Bukankah aku wanita paling beruntung di dunia ini, mempunyai kekasih seperti dia adalah "the dreams of many women" dia tampan, kaya, baik, dan selalu memanjakan aku setiap saat, ketika kami sedang bersama. Dan dia menerimaku apa adanya.

Padahal keluarganya sangat rich, dengan uang yg dia punya dia bisa memiliki banyak wanita, tapi dia tidak melakukan itu. Keluarga Billy juga menerimaku dengan sangat baik.

Berbeda dengan keluargaku, mami hanya ibu rumah tangga, dan papi karyawan biasa di perusahaan swasta, ya walaupun kalau masalah uang kami tidak pernah kekurangan, karena gaji papi lumayan untuk menghidupi kami saat aku masih sekolah dulu. Keluarga ku orang yg punya tapi tidak bisa di bilang kaya.

Aku dan Billy sudah menjalin hubungan sekitar 5 tahun lamanya, bukankah itu sangat lama yup, dan sampai saat ini perlakuan Billy padaku tidak pernah berubah selama 5 tahun ini, selalu sama seperti pertama kami memutuskan untuk berpacaran.

Aku ingat sex pertamaku dengannya. itu terjadi saat kami masih kuliah, saat itu Billy di jahili temannya dengan memberinya obat perangsang di dalam minuman saat kami ke club' malam. Untuk merayakan ulangtahunnya.

Dan terpaksa aku membawanya ke apartemen ku karena jika aku membawanya pulang dia pasti akan di marahi Daddy nya. Saat itu aku menidurkan dia di kamar sebelah kamarku. Lalu aku meninggalkannya untuk mengambil air, saat aku kembali aku melihat dia meringkuk di bawah selimut dan sesekali merintih.

Aku yg khawatir pun membuka selimut itu dan terkejut saat melihat dia sedang masturbasi, dia menyuruhku keluar dari kamar tersebut jika aku tidak ingin menyesal. Dia juga bilang tidak ingin menyakitiku.

Jika Billy adalah orang lain pasti dia sudah menyerangku, dan memperkosaku karena tidak tahan untuk menahan hasratnya. Billy memang di kenal lelaki yg sangat baik dan patuh pada orang tuanya. Dia tida pernah melakukan sex bebas bersama wanita lain.

Karena kasihan melihat dia seperti itu akhirnya aku membolehkan dia untuk menyentuhku, awalnya aku sangat takut dan gugup, tapi Billy memperlakukan ku dengan sangat lembut sehingga aku nyaman saat bercinta denganya. Padahal mukanya sudah sangat memerah tapi dia tetap bersikap lembut padaku,.

"Hon"

"Honey"

"Clarke"

"Huh-ya"

"Kamu mikirin apa sih, dari tadi aku panggil ngga nyahut-nyahut"

"Oh ya, maaf, aku ngga mikirin apa-apa"

"Yasudah ayo makan nanti kita telat ke kantornya"

"Hemmm"

×××

"Makasih yah udah anterin aku, kamu hati-hati di jalan jangan ngebut bawa mobilnya"- ujarku setelah melepas seat belt dan mengecup bibirnya sekilas.

"Iya kamu semangat yah kerjanya, nanti aku ngga bisa jemput kamu ngga papa kan? Soalnya aku ada pertemuan dan mungkin sampai malam"- ujar Billy sambil mengusap rambutku.

BETWEEN USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang