Flashback on.
Sudah hampir 4 bulan Ruby berada di sekolah yg sama dengan Clarke. Tapi semenjak pertemuan mereka di kantin, mereka tidak pernah bertatap sapa kembali, hanya Ruby yg selalu memperhatikan pergerakan Clarke dari kejauhan.
Clarke sangat sibuk, dia bahkan sering pulang terlambat, dan datang begitu pagi, sesekali Ruby selalu dengan sengaja menyimpan makanan yg tentu saja dia beli untuk di simpan di loker penyimpanan milik Clarke.
Dan hari ini, Ruby kembali di labrak oleh kakak kelasnya yg masih tidak merelakan William berpacaran dengan dirinya, padahal hubungan mereka baik-baik saja. Walaupun kenyataannya Ruby terpaksa menerima Wiliam karena orang tua mereka adalah rekan bisnis, dan kemungkinan besar nya Wiliam memanfaatkan dirinya, karena kekayaan yg di miliki Daddy Ruby.
Akan tetapi Ruby tidak perduli dengan hal seperti itu, dia hanya ingin dekat kembali dengan Clarke, tapi kenyataannya tidak begitu, dia malah semakin sulit dekat dengan Clarke.
"Heh, padahal udah kita ingetin buat mutusin hubungan sama William, kenapa masih ngotot pacaran sama dia sih, dasar jal*Ng sialan.!!!"- ucap seorang gadis sambil mendorong Ruby ke dalam bilik toilet.
"Tidak ada hubungannya dengan kalian, mau aku berhubungan dengan siapapun, itu hakku bukan hak kalian"- jawab Ruby dengan cuek.
"Sialan, cewek satu ini emng harus di kasih pelajaran!!!"
Byurr
Teman gadis tadi maju dia Langsung mengguyur Ruby dengan air dari ember yg baru saja dia bawa, Ruby hanya diam sambil mengepalkan tangannya dan.....
Plakk
"Apa hah?!! Mau coba buat melawan?"- gadis tadi langsung menampar pipi Ruby setelah melihat tangan Ruby yg mengepal.
"Ayo kita pergi, biarin cewek sialan itu kedinginan"- mereka keluar meninggalkan Ruby yg terkunci di balik bilik toilet.
×××
"Abi...., Ngapain sih ngintil terus? Udah kayak anak anjing aja tau ga!!!"- kesal Clarke karena sedari tadi Abigail mengganggu dirinya, bahkan mengikuti kemanapun Clarke pergi.
"Jahat nya aku di samain sama anak anjing, ehh tapi nggk apa deh anak anjing kan lucu"- Abigail tersenyum membuat Clarke memutar bola matanya.
Sampai akhirnya mereka di parkiran, Abigail tetap mengikuti Clarke, sampai saat nya Clarke akan keluar dari gerbang Abigail menggapai tangan Clarke dan membawa nya kembali ke parkiran.
"Apa sih Abi, aku mau pulang!!"- dengan kesal Clarke melepaskan tangan Abigail.
"Ihh, jangan teriak-teriak Mulu kenapa sih! Ayo pulng bareng, uang nya di tabung aja buat terakhir aku besok makan, daripada kamu naik kendaraan umum kan"- ujar Abigail sambil menarik kembali Clarke menuju ke mobil miliknya.
"Bukankah tidak ada bedanya? Uangku tetap tidak utuh jika seperti itu"- gumam Clarke.
Sesudahnya mereka sampai di depan mobil, dengan manis Abigail membuka kan pintu untuk Clarke, membuat Clarke kembali memutar kedua bola matanya sambil memasuki mobil.
Brak
Abigail pun ikut masuk, akan tetapi di saat Abigail akan melajukan mobilnya tiba-tiba saja Clarke berteriak.
"BERHENTI!!"- Abigail terkejut sambil menginjak pedal rem.
"Astaga, Clarke kamu bikin kaget, Kenapa sih!?!!!!"
"Perutku"
"Perut kamu kenapa??"- bukanya menjawab Clarke malah membuka seat belt.
"Tunggu sebentar"- ucapnya sambil keluar dari dalam mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
BETWEEN US
Storie d'amore🔞 Clarke adalah seorang independent women, walaupun tidak terlahir dari keluarga kaya dia tidak pernah mau bergantung pada orang lain, dia selalu melakukan segala hal sendirian, dia juga terlahir dari keluarga harmonis yang tidak pernah kekurangan...
