stimulants (accident)

3.5K 211 17
                                    

typo tolong di maklumi yah da aku mah bukan pro males baca lagi juga aku teh.

🙈🙈🙈

Siang sudah berganti malam, tapi Clarke belum juga kembali, pada akhirnya aku tidak pulang, aku terlalu menikmati kenyamanan ranjang Clarke, aroma tubuh nya menempel dengan sempurna di seprai putih yg dia ganti saat kami tiba kemarin, membuat ku betah untuk berlama-lama di sini.

Mungkin saja Clarke merasa tidak nyaman atau mungkin tidak enak hati karena Sprai yg sebelumnya pernah dia gunakan untuk tidur bersama Billy, akan tetapi walaupun baru semalam dia menempati tempat tidur ini bersama ku, aroma tubuh Clarke tidak hilang, aku menyukai nya (aroma tubuh Clarke)

Aku memutuskan untuk memanggang roti, dan membuat telur mata sapi, ya hanya ini yg bisa kulakukan, karena aku bingung mau masak apa, atau lebih tepatnya aku tidak pandai memasak.

Saat tinggl bersama nenek pun hanya pembantu yg selalu membuat kan kami makanan, aku tidak pernah beranjak ke dapur sekalipun saat tinggl bersama nenek, hah aku benar-benar wanita yg buruk, tapi setidaknya aku bisa membuat telur mata sapi, aku juga bisa merebus mie.

Aku menikmati makanan ku sambil menonton televisi, tempat tinggal Clarke benar-benar rapih, Clarke benar-benar wanita yg luar biasa dan sangat sempurna, Aku selalu mengagumi sosoknya sedari dulu.

Tut  tit tit tit

Pandangan ku teralih pada pintu, mungkin itu Clarke, ya tentu saja menang nya siapa lagi. Dan benar saja Clarke memasuki apartemen sambil menjinjing paper bag.

"Astaga"- dia terkejut saat melihat ke arah ku.

"Ruby, Kenapa masih di sini? Untung saja Billy langsung pulang"- dia berjalan ke arah ku sambil memegangi dadanya.

"Tadinya memang mau pulang, tapi tidak jadi"

"Kenapa? Jadi sedari tadi kau tida pulang?"- tanya nya.

"Tidak, aku di sini sejak tadi pagi, umm atau mungkin sejak kemarin malam"- dia menghela nafas.

"Sudah makan?"

"Ini aku sedang makan"- ujar ku sambil mengangkat piring.

"Hanya itu? Kamu hanya makan sarapan tadi pagi dan roti ini?"- aku mengangguk mengiyakan.

"Ini, makanlah, tadi aku membeli cake"

"Bukan Billy yg membeli kan nya kan?"

"Bukan, aku membeli nya sendiri makanlah, aku akan mengganti bajuku dulu"- aku hanya mengangguk, Clarke pun berlalu menuju kamar.

15 menit kemudian, Clarke keluar dari kamar, menggunakan Hoodie oversize putih dengan hotpants hitam, yg benar-benar sangat pendek. Dan mata ku tiba-tiba saja tertuju pada paha putih milik Clarke yg memiliki memar.

Tentu aku tidak bodoh, itu bukan sembarang memar, pasti Billy yg membuat paha putih Clarke memiliki memar, sial aku membayangkan apa yg di lakukan Billy pada paha mulus Clarke.

"Kenapa?? Apa ada yg aneh?"- tanya nya sambil mengambil posisi duduk di samping ku.

"Apa hari ini kamu melakukan nya dengan Billy?"- tanya ku dengan pelan.

"Huh? Melakukan apa?"

"Jangan tiba-tiba menjadi polos seperti itu!!!"- geram ku padanya.

"Ya, kami terbilang sering melakukan nya jika ada waktu luang"- ucapnya dengan santai. Apa Clarke tahu bagaimana hancur nya dan seberapa sesaknya hatiku saat dia mengucapkan itu dengan santai nya.

BETWEEN USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang