“Kamu adalah alasan aku bangkit, dan kamu juga yang berhasil membuat saya jatuh cinta.”
Rifaldo Winata.
***
“Sampai kapan kamu menutupi kebenaran? Apa kamu gak kasihan sama adik kamu?”
“Siapa maksud kamu?”
“Vita,” ucap seorang pria, lirih.
Ekpresi yang ditunjukkan gadis cantik itu terlihat muak. “Kalau sampai kamu membocorkan rahasia ini, lebih baik kita putus!”
“Terus kamu bakal biarin semua ini terjadi sama dia? Disalahkan dengan apa yang dia gak perbuat?” Laki-laki itu tampak memijat pangkal hidungnya.
“Aku benci dia, dia yang rebut kasih sayang Mami dan Papi dari aku, biarin aja dia dibenci, aku gak peduli!”
“Kamu egois, Bel.”
“Kamu gak tau apa-apa, Azka!” Perempuan itu tampak membentak.
“Terus rencana kita apa selanjutnya?” tanya si laki-laki mengalihkan topik pembicaraan.
“Kamu akan muncul, dan harus melakukan ....”
Setelah menyusun rencana, perempuan itu tampak menyeringai. Kemudian ia menelpon seseorang, “gimana Nal? Lo siap kan hancurin hidup adik kita tercinta?” gadis itu menyeringai.
***
Hari sudah tengah malam. Setelah kegiatan penjelajahan, acara berlanjut ke acara selanjutnya, yaitu api unggun, Saat ini para anggota OSIS menyiapkan kayu bakar yang di cari tadi untuk ditumpuk di tengah lapangan bumi perkemahan, lalu disiram dengan minyak tanah. Setelah persiapan selesai, para siswa-siswi yang mengikuti acara LDKS langsung berbaris membentuk lingkaran untuk mengelilingi api unggun.
Kali ini yang bertugas menyalakan api unggun ada Aldo, Nala, Naufan, dan Selvi, anggota OSIS. Mereka memakai baju putih-putih, dengan peci upacara di kepala. Acara berlangsung lama dan kali ini saatnya menyalakan api unggun.
Aldo mulai membimbing. “Langkah tegak maju ... jalan!”
Suara pantofel yang beradu dengan lantai lapangan mulai terdengar. Inilah kenapa teman-temannya memanggil Aldo robot, selain cara bicaranya yang kaku, tubuhnya juga tegap. Setelahnya, mereka berempat mengambil posisi melingkari api unggun dan mulai mengarahkan obor yang mereka bawa ke tumpukan kayu. Setelah api unggun menyala mereka langsung sigap mundur dua langkah ke belakang. Setelah kembalinya petugas yang menyalakan api, upacara api unggun diakhiri dengan doa.
“Nah, baru saja kita melaksanakan upacara api unggun. Sekarang kalian akan dihibur dengan penampilan dari kakak kelas serta angkatan kalian yang ikut partisipasi di acara LDKS tahun 2021 ini!” Perkataan Pak Asep disambut tepuk tangan yang meriah oleh semua siswa-siswi yang ada di sana. “Sekarang, silahkan boleh duduk di lapangan.”
Semua orang yang capai karena berdiri mengikuti upacara sedari tadi langsung duduk berlesehan di lapangan tanpa takut kotor, toh lapangannya di selimuti oleh rumput.
Seorang MC yang adalah salah satu anggota OSIS berdiri di tengah-tengah lapang dekat api unggun. ”Hai semua! Apa kabar? Wah sehat semua, ya? Gimana pelaksanaan LDKS kali ini? Seru, ‘kan? Pasti dong?!” ucapnya, “nah, untuk acara pertama akan diawali dengan dance dari kelas sepuluh IPS 2 yang ikut partisipasi! Mana tepuk tangannya?”
KAMU SEDANG MEMBACA
OSIS Vs Adik Kelas (END)
Teen Fiction"Vita," panggil Aldo pelan. Mendengar panggilan Aldo, Vita yang duduk di samping pemuda itu segera menoleh. "Ya?" "Jangan nangis, saya gak suka liat kamu nangis," ujar Aldo sambil menangkup kedua pipi Vita dan menghapus sisa air mata di sudut mata g...
