“Karena bagaimanapun kamu adalah sahabat ku.”
Pricilla Evyta Aurora.
***
Kareen dan Anna menghampiri Vita, mereka bertiga berpelukan layaknya teletubbies begitu acara di bubarkan. “Kayaknya kita harus ganti nama grup kita deh, soalnya dua temen gua ini udah gak jadi jomblo lagi,” ucap Kareen drama.
“Lo sama Lulu kapan nyusulnya?” ledek Anna.
“Tunggu gue dapet maaf dari Zaky, gue susul kalian!” Kareen cemberut, Anna dan Vita tertawa.
“Sampe lupa, Lulu mana?” tanya Vita yang baru menyadari ketidakhadiran Lulu.
“Loh bukannya tadi ada?” Anna kaget, karena seingatnya tadi mereka masih bersama.
“Mungkin Lulu duluan ke tenda, lo berdua ke tenda duluan aja, biar gue yang cari Lulu,” ucap Vita yang di angguki keduanya.
Vita mulai mencari Lulu di sekitar lapang bumi perkemahan, namun tidak ada sampai akhirnya ia melihat Lulu duduk di depan api unggun sambil mengarahkan telapak tangannya ke api unggun, mencari kehangatan.
“Lu!” panggil Vita, Lulu menoleh namun sedetik kemudian gadis itu mengalihkan tatapannya lagi, Vita yang heran karena Lulu hanya diam tidak menyahuti panggilannya pun langsung menghampiri Lulu dan duduk di sampingnya. “Lo gak mau ngasih selamat ke gue?” tanya Vita sambil tersenyum.
Lulu mendengus, “buat apa gue kasih selamat ke orang yang baru aja jadian sama cowok yang gue suka?” setelah berucap ketus seperti itu, Lulu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Vita.
“Maksud lo apa Lu?!” teriak Vita namun di abaikan oleh Lulu. Vita berniat mengejar Lulu namun tidak jadi karena tiba-tiba saja pinggang kirinya sakit. “Akh,” ringisnya.
***
Kini acara LDKS sudah selesai, setelah acara api unggun, besok paginya di adakan acara berjalan di atas lumpur, apalagi ada jalanan yang mengharuskan kita untuk merangkak dan tidak boleh terkena tali yang menjadi pembatas, kalau tidak OSIS akan melempar air lumpur ke tubuhnya, dan Vita tidak sengaja malah mengenai tali, dan yang paling menyebalkan Aldo lah yang melempar air lumpur itu, harusnya kasih keringanan kek ‘kan Vita pacarnya. Kejadian itu masih membuat Vita sebal kepada Aldo, walaupun sekarang ia di antar oleh cowok itu. Vita sangat lelah, bagaimana tidak? Setelah acara kotor-kotoran itu, sorenya mereka langsung berangkat lagi ke Jakarta, dan mereka sampai pukul 20:00 WIB. Vita turun dari motor Aldo tanpa mengatakan apa-apa lagi, Aldo yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh. Vita membuka pintu rumahnya. “Kalau baru pulang itu harusnya mengucapkan salam,” suara Valen terdengar begitu Vita melangkahkan kakinya di tangga.
Vita buru-buru turun dari tangga dan menyalimi Valen. “Assalamualaikum, Bun,” ujarnya kemudian.
Setelahnya Vita melangkahkan kakinya menuju tangga, dan Valen hanya memperhatikan Vita dari bawah, ia menghela nafas lelah sambil mengurut hidungnya.
Vita duduk di depan meja rias setelah selesai bersih-bersih, ia memegang pingang kirinya yang akhir-akhir ini terasa sakit, “kok pinggang gue sakit terus ya,” ujarnya sambil meringis pelan.
***
Vita baru saja sampai di kelasnya, ia duduk di samping Anna. “Hai!” sapanya, yang di balas oleh Anna dan Kareen, namun tidak dengan Lulu, gadis itu tidak menjawab sapaan Vita, bahkan untuk menolehpun enggan.
KAMU SEDANG MEMBACA
OSIS Vs Adik Kelas (END)
Teen Fiction"Vita," panggil Aldo pelan. Mendengar panggilan Aldo, Vita yang duduk di samping pemuda itu segera menoleh. "Ya?" "Jangan nangis, saya gak suka liat kamu nangis," ujar Aldo sambil menangkup kedua pipi Vita dan menghapus sisa air mata di sudut mata g...
