“Kamu mungkin berubah sekarang, tapi aku tahu kamu tetaplah orang yang sama seperti dulu kita bertemu. Aku sudah menemukanmu dan tidak akan aku biarkan kamu pergi lagi."
Rifaldo Winata.
***
“Ren, bawa tuh pesanan kita!” titah Lulu kepada Kareen yang tengah asik memainkan ponselnya.
“Gak mau ah.” Kareen menjauhkan tangannya yang terus ditarik oleh Lulu karena menyuruhnya agar mengambil pesanan.
“Yaudah, gue aja yang bawa.” Vita berdiri dan berjalan mengambil jus alpukat miliknya dan milik Aldo.
“Itu mah, lo ngambil jus punya lo sendiri sama Kak Aldo. Punya kita mana?” dengkus Anna sebal saat melihat Vita berjalan ke arah mereka dengan hanya membawa dua gelas jus alpukat.
“Emang lo pikir gue budak lo?” Vita berjalan lurus melewati sahabatnya hingga saat di depan Aldo, gadis itu menjatuhkan dirinya sendiri sehingga minuman yang ia bawa tumpah ke baju Aldo.
“Astaga Vita! Minuman kamu jatuh di baju saya, kamu sengaja ya?!” Aldo bangkit dari duduk dan segera membersihkan minuman yang tumpah di bajunya.
“Gue gak sengaja,” elak Vita.
“Jelas-jelas kamu sengaja jatuhin diri kamu sampai jus yang kamu bawa tumpah di baju saya!”
“Gue kesandung! Gak sengaja!” Gadis itu tetap bersikeras.
“Kesandung bagaimana? Emang kamu sengaja, kan!” hardik Aldo, Vita benar-benar sedang mengerjainya, ia tahu itu.
“Nggak!” bantah Vita, gadis itu tetap tidak ingin mengakui kesalahannya.
“Ikut saya!” Aldo menarik tangan Vita menuju toilet. Dari mulai Vita menumpahkan minumannya kepada Aldo, semua mata memperhatikan keduanya. Mereka semua menatap Vita sinis kecuali sahabat-sahabat Vita. Ingat! Aldo itu ketua OSIS, wajar kalau mereka tidak suka ketua OSIS idola mereka berdekatan dengan seorang gadis, apalagi gadis itu mengerjai idola mereka.
“Lo mau bawa gue ke mana, sih?” kesal Vita, tapi Aldo terus menarik tangannya, entah menuju ke mana.
“Tidak usah tanya, tunggu dan lihat saja!”
“Ini arah ke toilet kan?” tanya Vita yang di abaikan oleh Aldo. “Ngapain lo bawa gue ke toilet?!"
“Bersihin baju saya!” kata Aldo, Vita harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, ‘kan?
Gadis itu memekik, “A-apa!” Vita berusaha melepaskan cekalan tangan Aldo, namun pemuda itu malah semakin mengeratkan cekalan tangannya. “Gue gak mau ya bersihin baju lo!” walaupun memang dirinya bersalah, tetapi tetap saja Vita tidak ingin kalau harus membersihkan baju Aldo, enak saja!
Saat tangan Vita ditarik Aldo, kakinya tersandung kala ia melewati lantai yang lebih tinggi dari yang dipijak sebelumnya, hingga membuat gadis itu jatuh terduduk. “Aw!” ringisnya.
“Astaga, kenapa harus jatuh sih?!” Aldo geram, ada-ada saja di saat seperti ini.
“Ini ‘kan gara-gara lo yang narik-narik gue!” Vita mencebikkan bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OSIS Vs Adik Kelas (END)
Teen Fiction"Vita," panggil Aldo pelan. Mendengar panggilan Aldo, Vita yang duduk di samping pemuda itu segera menoleh. "Ya?" "Jangan nangis, saya gak suka liat kamu nangis," ujar Aldo sambil menangkup kedua pipi Vita dan menghapus sisa air mata di sudut mata g...
