Halo, temen-temen!
Hari ini kita akan bahas tentang KISSING SCENE!
Kissing scene adalah salah satu adegan terpenting dalam cerita. Terutama genre romance. Cerita tanpa kissing scene itu seperti sayur tanpa garam, teletubis tanpa Lala, Spongebob tanpa patrick! Kurang, hambar, dan tidak menarik :(
Namun, dari beberapa cerita yang pernah aku baca, gak sedikit aku menemukan kissing scene yang cringe! Well, kalau buat aku pribadi, menurutku kissing scene itu lebih dari sekadar saliva.
Apa itu saliva? Please, jangan cari di google dalam bentuk gambar! :p
Buat aku pribadi, kissing scene adalah tentang PERASAAN; gejolak yang ada di dalam hati karakter dan perubahan yang terjadi pada karakter setelah kissing scene.
Kamu sendiri di real life udah pernah ciuman belum? Hehehe
Kalau udah, selamat! Itu artinya kamu bakal lebih mudah mendeskripsikan adegan ciuman. Kalau belum, tenang, aku ada di sini buat kamu...
Aku akan kasih 5 tips menulis kissing scene tanpa cringe atau pun saliva!
Desclimer 1 : Aku membuat tips ini untuk heteroseksual, tapi sebenarnya tips ini bisa berlaku untuk semua gender relationship.
Desclimer 2 : Aku tidak menulis tips ini untuk cerita erotika karena aku percaya cerita erotika memiliki level sensualitas yang berbeda.
Desclimer 3 : Aku menulis tips ini untuk ciuman yang awesome bukan ciuman yang kasar dan tidak awesome.
Oke, langsung aja!
1. Tunggu sampai momen pas
Kissing scene bisa menjadi adegan terpenting dalam sebuah cerita terutama untuk genre romance. Untuk menuju ke sana, diperlukan pembangunan momen dan karakter sehingga pembaca bisa ikut greget menantikan kapan dua karakter yang mereka sukai akan bersatu dalam sebuah ciuman.
Jauhkan mereka dulu untuk beberapa saat, bangun masing-masing karakter dan ciptakan momen yang tepat di mana kedua karakter akhirnya merasa tidak bisa lari lagi kemana pun dan menyadari bahwa orang yang selama ini dia cari ada di depannya.
2. NO SALIVA
Aku sudah singung di awal, kissing scene dengan deskripsi saliva adalah tulisan ter-cringe yang pernah aku baca. I mean... ketika berciuman, kita akan sama sekali gak peduli dengan kondisi mulut kita atau wajah kita, terutama jika kita berciuman dengan seseorang yang selama ini kita impikan tiap malam dalam tidur kita... orang yang selama ini kita inginkan! Aku gak akan pernah peduli sama pertukaran saliva apalah, lidah menyimpang ke atas lah, lalu menyimpang ke bawah, berputar-putar... uhhh! Pertama, itu buang-buang waktu. Kedua, itu menjijikan!
3. Perasaan
Dari pada kamu menghabiskan satu paragraf mendeskripsikan tentang saliva dan posisi lidah, lebih baik kamu gambarkan bagaimana perasaan si karakter. Gak cukup kalau kamu hanya bilang dia sangat bahagia atau dia senang sekali.
Kamu bisa menggunakan penjabaran lain yang terjadi ketika karaktermu berciuman.
Ketika berciuman dengan seseorang yang selama ini kita inginkan, perasaanmu akan meledak. Jantungmu seperti berhenti berdetak atau kamu bisa menulis jantungmu berdetak terlalu keras sampai rasanya mau melompat keluar dari dadamu dan berlari-lari keliling ruangan dan berteriak.
Ketika berciuman, tubuh manusia juga akan jadi lebih sensitif. Kita akan merinding dan setiap sentuhan terasa ajaib. Tangan kita bergetar dan napas kita jadi tidak beraturan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cara Cepat Menjadi Penulis Hebat : TIPS MENULIS
Novela JuvenilIni kumpulan tips menulis yang beda dari yang lain. Ada cara menulis Kissing Scene, Breaking Point, Fight Scene, dll. UPDATE tiap RABU. Bisa dibaca juga di miaveranika.blogspot.com Semua tips berasal dari pengalaman dan riset. * HIGH RANK 16 Januar...
