Sehari sebelum pernikahan Taeyong dan So-Hyun,
Selama beberapa hari Taeyong pergi ke perusahaan dan mengurus beberapa kepentingan dan mengikuti rapat bersama karyawan dan juga beberapa dewan direksi, dia selalu di temani sekretaris Kim selama dia belajar menjalankan perusahaan. Karena hanya sekretaris Kim yang menjadi kepercayaan presedir Lee selama di perusahaan.Karena beberapa hari dia terus bekerja dan kurang istirahat, pagi itu dia memutuskan untuk pulang dari perusahaan karena merasa sangat lelah.
" Sekretaris Kim aku akan pulang dan beristirahat, kau juga pulanglah. Kita akan sangat sibuk di acara besok."
" Baiklah... kau istirahatlah . Beberapa hari kau tidak pulang dan hanya tidur beberapa jam di kantor. Makan dan istirahat lah lebih banyak agar terlihat segar besok di pernikahan mu."
" Kau juga . Baiklah aku akan pulang."
Taeyong segera mengambil kunci mobilnya dan memanggil sopir. Karena dia merasa sangat lelah dia tidak ingin mengemudi sendiri untuk pulang .
Sesampainya di rumah dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Saat beru masuk kedalam kamarnya dan melepas dasinya, dia melihat seorang pria berambut putih berdiri di dekat jendela dan menghadap ke luar. Taeyong mendekati pria itu,
“ Baekhyun Hyung... Apa itu kau ?” ucap Taeyong sambil melempar jas dan melepas dasinyaByun Baekhyun adalah sepupu Taeyong, dia adalah anak dari adik perempuan ayah Taeyong. Dia juga merupakan direktur dari salah satu anak perusahaan LT grup yang ada di luar negeri.
Mendengar suara Taeyong memanggil namanya, pria itu berbalik dan tersenyum pada Taeyong,
“ yaaahhh Lee Taeyong bukankah besok adalah hari pernikahanmu ?? Kenapa kau masih bekerja ?” ujar Baekhyun
“ Hyung... Kapan kau datang ke Korea ? Bukankah kau sedang di Paris untuk mengurus anak perusahaan disana ?” Taeyong mencoba mengalihkan pembicaraan
“ Hei... Aku kemari bukan untuk membicarakan itu. Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan. Jadi, jelaskan padaku kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan menikah ? Aku tidak akan tau jika ayah tidak menelponku tadi subuh dan aku sangat terkejut dengan pernikahanmu dan aku juga segera mengambil penerbangan paling pagi untuk datang kemari.” ujar Baekhyun kesal
“ Hyung... Ini rencana ayahku. Bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Jika bukan karena wasiat kakek, lebih baik perusahaan kau yang mengambil alih. Ini sangat melelahkan dan menyebalkan.” Ujar Taeyong sambil merebahkan dirinya di tempat tidur" Yahh ayolah.. kau adalah cucu keberuntungan kakek. Dengan kecerdasan dan sikap cekatanmu perusahaan akan mengalami kemajuan dibawah kepemimpinan mu." Jawab Baekhyun sambil duduk disebelah Taeyong
" Aku sangat tidak menginginkan pernikahan ini."
“ Sekretaris ku memberitahu ku tentang calon istrimu itu saat aku perjalanan kemari. Dia juga dari keluarga yang cukup baik. Bukankah ayahnya sekretaris Kim? Dia wanita yang sangat cantik menurutku, dia juga mahasiswa terbaik di fakultas nya. Yaahh bukankah kau sangat beruntung menikahinya...” Baekhyun mencoba menenangkan Taeyong
“ ini pernikahanku seharusnya aku merasa bahagia tapi mengapa hatiku malah terasa sangat sesak dan sakit. Hyung...aku ingin melarikan diri rasanya. Tapi aku juga memikirkan ayahku." Taeyong menutup matanya dengan satu lengannya
“ Apa kau masih memikirkan wanita itu? “
“ Sudahlah Hyung memikirkannya ataupun tidak, tidak akan membuatnya kembali .”
Baekhyun yang melihat Taeyong tidur sambil menutupi wajahnya dengan lengan kirinya . Baekhyun merasa sangat khawatir dengan keadaan sepupunya itu.
“ Istirahatlah kau akan sangat sibuk besok ... Aku akan pergi menemui paman.”
Baekhyun keluar dari kamar Taeyong .
Karena merasa sangat lelah, tidak terasa Taeyong .
Saat turun dari lantai kamar Taeyong, Baekhyun sepupu dari Taeyong itu menemui pamannya , presedir Lee di ruangannya.Saat memasuki ruangan pamannya, dia melihat presedir Lee sedang duduk termenung di depan jendela. Baekhyun menghampiri pamannya,
“ paman.... Sedang apa kau melamun disitu ? Bukankah besok hari bahagia bagi keluargamu?” ucap Baekhyun
“ Baekhyun... Kapan kau datang ? Apakah semua baik baik saja di Paris ?”
“ Tenanglah paman. Semuanya baik-baik saja. Tapi paman ada yang ingin aku bicarakan denganmu mengenai Taeyong.”
“ Bicaralah...”
“ Sepertinya Taeyong tertekan dengan pernikahannya dan juga masalah mengambil alih perusahaan. Bukankah kau sebaiknya mengatakan yang sebenarnya kepada Taeyong mengemasi wanita itu. Setidaknya dia tidak akan merasa terbebani dan terus membencimu.” Ujar Baekhyun meyakinkan presedir Lee
“ Dia akan tau kebenarannya saat sudah waktunya. “
Baekhyun hanya menatap pamannya dengan perasaan khawatir,
“ tapi paman. Taeyong akan selalu membencimu karena berpikir bahwa kau yang membuat wanita itu terus berpindah tempat saat Taeyong menemukannya. Bukankah itu keinginan wanita itu sendiri agar tidak bertemu Taeyong? Dan kau hanya membantu nya melarikan diri dari Taeyong.”
Presedir Lee hanya terdiam tidak menjawab perkataan Baekhyun.
Dia mengingat hari saat pemakaman mendiang istrinya.
Saat itu putri dari pelayan itu mendatangi presedir Lee dan mengungkapkan tindakan ibunya sambil menangis. Dia mengatakan bahwa ibunya lah yang menaruh racun di makanan ibu Taeyong. Anak itu juga mengatakan bahwa ibunya saat itu mengalami gangguan mental karena masalah perceraian dengan ayahnya yang disebabkan oleh wanita lain. Itu menyebabkan ibunya selalu merasa ingin membunuh wanita yang terlihat muda cantik. Dia merasa sangat bersalah pada presedir Lee dan Taeyong, Dia meminta tolong pada presedir Lee untuk memasukkan ibunya ke rumah sakit jiwa dan mengirimnya ke tempat yang tidak dapat di temukan Taeyong . Karena dia merasa sangat bersalah pada Taeyong atas kematian ibunya. Dia juga tidak ingin bertemu dengan Taeyong lagi karena merasa sangat bersalah atas tindakan ibunya.
Melihat pamannya yang diam termenung Baekhyun mencoba mencairkan suasana,
“ Taeyong kita yang malang... Seharusnya dia merasa bahagia menikah dengan wanita secantik itu. Paman.. bagaimana kalau aku saja yang menikahi wanita itu jika Taeyong tidak mau menikahinya.” Ujar Baekhyun
Presedir Lee menatap kearah Baekhyun
“ Byun Baekhyun....”
“ Ya paman...?” Baekhyun memasang wajah imutnya
“ Apa kau ingin ku pindah ke Afrika ?” ucap Presdir Lee ketus
“ Yaaahh paman... Bukankah aku adalah keponakan kesayanganmu? Aku hanya bercanda... Aku tidak mau pindah ke Afrika paman..” Baekhyun memelas dan memeluk pamannya
Sementara itu di rumah Sekretaris Kim,
So-Hyun yang ditemani Hechan hanya duduk termenung di sofa sambil menonton TV, sedangkan ayah dan ibunya berjalan kesana kemari menyiapkan ini dan itu menelpon kesana kemari.
“ So-Hyun... Aku merasa pusing melihat orang tuamu mondar mandir kesana kemari dengan sibuknya. Tapi... Mengapa kau sangat santai . Apa kau tidak merasa gugup sama sekali?” ujar Hechan
“ aku harus gugup untuk apa ? Tidak akan terjadi apapun diantara aku dan Taeyong meskipun kami menikah.” Jawab So-Hyun santai sambil memakan camilan.
“ Wahhh... Bisakah aku bermain kerumahmu saat kau menjadi nyonya Lee.?”
So-Hyun menatap Hechan dengan tatapan yang sedikit marah,
“ Baiklah... Aku tidak akan datang kerumahmu.. tidak akan!” ujar Hechan sambil menyimpangkan tangannya membentuk X
“ yaaakk Lee Hechan... Kau harus sering datang kerumahku nanti untuk menemaniku. Akan kusiapkan satu set game untukmu.” Jawab So-Hyun
“ waahh Kim So-Hyun... Kau mulai menggunakan kekuasaanmu.” Hechan tertawa
Hechan sengaja tinggal di rumah So-Hyun untuk menemani So-Hyun karena So-Hyun bilang dia merasa bosan di rumah . Dia mengambil cuti kuliah untuk pernikahannya dan membuatnya tidak melakukan aktifitas apapun.

KAMU SEDANG MEMBACA
U BOSS ( Full )
FanficSegala menjadi kacau ketika aku bertemu dengannya. Tiba-tiba menjadi istri dari pewaris perusahaan terbesar Korea, Dan Terlibat kisah cinta rumit