Part 28

856 40 11
                                        

"Aaaaaa... Ngapain sih otak gue error gini!!!" Ucap Cara.

"Yeee.. emang error dari dulu juga." Sahut Depe.

"Bacot lu! Masa iya gue masih mikirin kejadian malam itu? Aahhh sial sial." Ucap Cara memukul kepalanya sendiri.

"Emang Lo ngapain?" Tanya Depe merapatkan tubuhnya tanda penasaran.

"Udah udah kepo amat lo, gue masih ga setuju aja masa ciuman pertama gue kek gitu sih! Mana ga romantis lagi! Padahal gue udah berkhayal bakal dapet ciuman pertama yang romantis kayak di film-film gitu." Cerocos Cara.

"WHAATTT?!!! Lo...Lo.. udah ciuman!?" Tanya Depe tidak percaya.

"Astaga! Nih mulut kaga bisa ngerem apa?!" Ujar Cara menepuk-nepuk mulutnya yang katanya tidak bisa direm itu.

"Pokoknya Lo harus cerita, kalo ga mau cerita ya siap-siap aja gue gentayangin Lo setiap malam."

Tanpa pikir panjang, Cara memberi tahu bagaimana ia mendapatkan first kiss nya yang terjadi secara mengenaskan, karena ia tak mau jika nanti Depe akan terus datang kerumahnya mencak-mencak di dalam kamarnya yang akan berujung seperti kapal pecah.

"Ada kesalahan teknis, yaa jadi kecium deh, mana di WC lagi ihhh ga enak banget anjir"  ucap Cara teringat kembali kejadian yang sebenarnya tak ingin dia ingat.

"Btw, Lo udah tau siapa yang nyuri first kiss Lo?"

"Udahlah bahas yang lain aja napa sih"

"Iye iye ngambekan sih lu" ujar Depe sambil mengejar Cara yang ngambek minta di tampol.

°°°

Sumpah demi apapun Vino sangat penasaran siapa gadis itu, ia pasti akan menemukan bidadarinya, ya bidadari yang bisa membuatnya hangat, di pelukannya Vino merasa lepas bebas seperti tanpa beban hidup. Mulai saat ini ia bertekad dengan cara apapun ia harus bertemu dengan gadis itu.

"Woiii Vino es cup, jangan melamun mulu Lo, latihan yang serius besok kita udah mau tampil nih." Panggil Andre yang membuyarkan lamunan Vino

"Tauk tuh, ngelamunin apa sih Lo sampe ga fokus gini." Sambung Elmo

"Gue mau pulang." Ucap Vino yang tak ada mood lagi untuk latihan. Toh, setiap hari mereka sudah latihan maksimal, mungkin untuk hari ini ia tak ingin melihat alat-alat band itu.

"Wah wah wah, tuh temen Lo itu, temen kentut emang." Upat Elmo

"Udahlah mungkin lagi banyak pikiran kek ga tau Vino aja, mending cabut yuk main skateboard"

"Berang-berang naik pangkat, berangkaaatt!!"

°°°

Tibalah The Gar's Band menampilkan kehebatan mereka di festival sekolah, yang tentunya para fans Vino sangat antusias melihat idola nya tampil di atas panggung.

"Woyyy vin, udahan dulu nge game nya 5 menit lagi tampil nih, bisa serius ga sih?" Tanya Andre yang kesal melihat kelakuan Vino yang tak henti bermain game.

Pusing mendengar Andre mengoceh, ia segera bergegas mengambil gitar dan ...

"Inilah penampilan yang kita tunggu-tunggu, mari kita sambut THE GAR'S BAND..."

Kurasa ku sedang jatuh cinta
Karena rasanya ini berbeda
Oh apakah ini memang cinta
Selalu berbeda saat menatapnya

Mengapa aku begini
Hilang berani dekat denganmu
Inginku memilikimu
Tapi aku tak tahu
Bagaimana caranya

Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Sampai aku mampu
Ucap Maukah denganku

........

Saat Vino menyanyikan lagu tolong yang di populerkan oleh Budi Doremi tersebut, mata dan pikirannya tertuju pada gadis berkacamata yang tampak sangat lugu itu.

Sama seperti hal nya Vino, Cara juga merasakan hal yang sama, entah mengapa mata dan pikirannya tak bisa berpaling dari laki-laki yang sedang bernyanyi diatas panggung itu.

°°°

"Eh lo kenal ga sama tuh anak?" Tanya Nandia kepada lelaki disampingnya.

"Ga kenal cuma tau aja, setau gue si cupu itu pacarnya Vino mantan lo, gue dendam sama dua pasangan itu" jawab Tomi.

"Kok bisa?"

"Berani-beraninya si cupu ga tau diri nabrak gue dan yaahh cowo nya udah pasti sok keren ngebelain cewe nya."

"Yaudah seret Tom, gue juga benci sama jalang itu"

Ya, mereka tergabung dalam komplotan geng di SMA Merah Putih yang cukup di takuti para murid di sekolah itu.

Di tengah-tengah penampilan Vino, ia melihat Cara di tarik oleh salah satu anggota geng tersebut.

°°°

"Mau ngapain sih?" Tanya Cara yang berusaha melepaskan cengkraman tangan laki-laki yang tidak dia kenali itu.

"Aaahhh bacot lu cupu!" Hardik siswa tersebut.

Sampailah mereka di gudang yang waktu itu telah Cara bersihkan bersama Vino. Sudah menunggu Nandia, Tomi, Ola dan teman-teman geng mereka.

"Ehhh orang sok cantik udah dateng" ucap Ola dengan tangan terlipat di dada.

"Mau ngapain kalian semua? Aku ga ada salah sama kalian?" Ucap Cara yang berusaha melepaskan ikatan tali yang kini mengikat kaki dan tangannya.

"Hah? Ga salah denger gue? Lo bilang ga ada salah?? Coba lo pikir-pikir lagi lo tuh...." Belum selesai Ola dengan pembicaraan nya tiba-tiba di potong oleh Nandia.

Sambil berjalan maju mendekati Cara, "Heh, gue udah denger tentang lo dari temen-temen gue, dan lo ternyata emang jalang yah." Ucap Nandia sambil memegang dagu lancip Cara.

"Gue udah siap video nih." Ucap Tomi.

"Oke langsung aja, gue ingetin sama Lo jangan pernah deket-deket sama Vino, ga usah sok cantik lo itu cuma cupu yang ga berguna di sekolah ini, ngerti bitch?" Ucap Nandia.

Cara hanya bisa terdiam, jika ia melawan itu artinya sama saja dengan mengungkap siapa dia sebenarnya.

Ola langsung memberikan gunting kepada Nandia. Dengan senyum congkak di wajah Nandia, gadis itu menggunting baju seragam Cara sedikit demi sedikit guna mengekspose tubuh Cara. Cara hanya menutup mata menahan amarah, ia tidak takut sama sekali kepada para brengsek itu.

Ia hanya takut, ia tak bisa menahan amarah dan berakhir mommy nya di panggil ke sekolah lagi karena ulah anak gadisnya. Ia tak mau menyusahkan orang tuanya.
Tiba-tiba......

Braakkkk......

---

Udah satu tahun ga pernah update lagi, sekarang akhirnya bisa update lagi...

Aku minta maaf yang sebesar-besarnya untuk kalian yang udah setia nungguin cerita nya Caramel.

Terima kasih dan maaf buat readers ku..

Mulai sekarang aku bakal update terus yang udah aku draf sampe end.

Falsum NerdsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang