17+
ps. anak kecil harap menjauh ‼️‼️
WARNING ⚠️⚠️⚠️❗️❗️‼️
MENGANDUNG UNSUR LGBT!! YANG TIDAK SUKA HARAP MENJAUH!!!! YANG SUKA HARAP MENDEKAT!
𝓹𝓼𝓼𝓼𝓽... 𝓣𝓱𝓲𝓼 𝓼𝓽𝓸𝓻𝔂 𝓲𝓼 𝓶𝓪𝓭𝓮 𝓫𝔂 2ndbila_
⒟⒪⒩⒯ ⒞⒪⒫⒴ ⒨⒴ ⒮⒯⒪⒭⒴ ❣️
ℓσνє уσυ!! 😘
Halo! Namaku Naruto Uzumaki.. Aku berusia 4 tahun. Sebentar lagi adalah hari ulang tahunku yang ke-5. Saat ini aku sedang berjalan menuju taman di dekat mansion milik Ayahku. Di taman ini jarang sekali ada pengunjung. Seperti saat ini, taman selalu terlihat sepi.
Memang tidak ada yang menarik dari taman ini selain tanaman bunga dan juga bangku-bangku yang berjejer dengan rapi.
Aku selalu datang kesini dan duduk, berharap ada seseorang yang datang dan menyapaku kemudian duduk di sebelahku..
Aku sangat kesepian kalau boleh jujur. Aku bosan terus menerus berada di Mansion.
Tapi, Ayah dan Ibuku tidak meninggalkanku. Mereka justru memperhatikanku. Terutama Ibuku.
Hanya saja.. aku butuh teman seusia ku. Mungkin satu atau dua juga tidak masalah.
Oh ya, aku masih belum pandai berbicara. Masih cadel. Aku kan sekarang ngomongnya dalam hati. Dan Author nya yang nulis hehe. >\\\\< Anggap aja aku ngomongnya cadel, ok?
Iya deuh, aku mah apa atuh. :")
Nah, saat ini udara pagi sangatlah bagus untuk menenangkan diri. Mungkin suatu saat nanti aku akan sering datang kemari. Itu pun, kalau aku masih tinggal disini.
"Um, gomenne.. disini kosong gak?"
Aku mendongak dan mendapati seorang anak perempuan yang cantik. Dia seusiaku! Akhirnya aku akan punya teman.
"Oh, disini kosong kok! Duduk aja." ucapku dengan ramah dan tentu saja dengan senyum manis andalanku.
Gadis kecil itu tersenyum lebar! Astaga dia sangat imut!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siapa namamu?" tanyaku padanya.
Gadis itu menatapku sejenak lalu mengulurkan tangannya.
"Namaku Hanabi! Senang bertemu denganmu." ucap Hanabi dengan ekspresi riangnya. Juga dengan nada cadelnya. Anggap aja ngomongnya cadel hehe.
Aku membalas uluran tangannya lalu tersenyum.
"Namaku Naruto Uzumaki. Senang bertemu denganmu juga." ucapku senang.
Hanabi membalas senyumanku lalu ia tiba-tiba memelukku erat.
"E-eh?"
Aku yang tidak siap dengan pelukan tiba-tiba dari Hanabi pun terjatuh dari bangku, Hanabi ikut jatuh dan kini dia di atasku.
"Hahahahahhaha." tawa kami.
"Gomenne Uto-chan! Aku hanya senang mendapat teman baru." ucap Hanabi lalu beranjak dari posisinya lalu membantuku berdiri.
"Hm! Tidak apa-apa, Hanabi! Aku juga seneng kok."
Kami kembali duduk di bangku.
"Tokorode—ngomong-ngomong—, Kau tinggal dimana Uto-chan?"