"Ehem"
Suara itu berhasil membuat Sowon dan Eunwoo melepaskan pelukan erat mereka.
"Kalo gitu gw turun dulu, beresin barang barang."-Sowon
"Ntar aja, masih ada Taehyung."-Eunwoo
"Em, kalo gitu gw mau turun minum."-Sowon
"Itu ada botol air putih."-Eunwoo
"O, iya. Tau lah mo turun." Akhirnya Sowon pun berlarian menuruni tangga begitu juga dengan Eunwoo. Di ruang tamu tak ada seorang pun, dan sepertinya Taehyung sudah pulang duluan. Ketika itu terdengar suara yang sangat keras.
"BRAAAKKK!"
Kepala seseorang terbentur dan darah mengucur dimana mana, tak ada seorang pun disana. "Bik, bibik, tolong!!!" Teriaknya begitu frustasi. "Aish, bibik ga ada. Oh iya 119." Setelah beberapa menit akhirnya ambulan datang dan mengangkat orang yang terjatuh dari tangga tadi.
-***-
21.00
Rumah Sakit Pyonghwon
"Ini ulah kamu kan?!"-Siwon
"Kenapa bisa begini?!"-Yoona
"Kamu pasti dorong dia dari tangga kan?! Tega ya kamu!!!"-Yoona
"Jawab?!"-Siwon
Orang itu hanya terdiam sesenggukan tak dapat bicara. Ia begitu syok dengan apa yang menimpanya. Air matanya masih terus mengalir. Ia mengepalkan tangannya dan berlari ke luar rumah sakit. Ia tak tahu mau berlari kemana, ia hanya mengikuti kakinya yang terus berlari hingga sampai di depan supermarket. Kenangan kenangan masa lalu mulai bermunculan. Ia berteriak sekencang mungkin tak peduli dengan orang orang yang menatapnya sinis. Dadanya sesak, karena tak kuasa menahan rasa bersalah. Lalu seseorang menepuk pundaknya.
"Permisi? Anda tidak apa apa?"
"Apakah anda mendengar saya?"
"Hei, permisi, anda tidak boleh berteriak dijalanan seperti ini."
Pemilik suara tadi membalik tubuh di depannya itu dan ia terkejut melihat orang itu. Ia merasa bersalah atas apa yang baru saja ia katakan.
"Lo ga papa? Ada apa?"
"Sowon! Jawab gw!"
Sowon hanya memeluk orang itu dan menumpahkan air matanya di pelukannya. Lalu dengan keadaan terisak Sowon mulai berbicara.
"Na-na-nayeon. Gw takut, gw ga tau semua bakal jadi kaya gini. Ini salah gw."-Sowon
"Hei~, kenapa? Pelan pelan ceritanya"-Nayeon
"Eun-eunwoo, Yeon, Eunwoo"-Sowon
"Iya, Eunwoo kenapa?"-Nayeon
"Dia jatuh dari tangga. Gara gara gw, gw harus gimana? Gw takut kalo suruh masuk ruang kerja Choi Siwon lagi."-Sowon
"Ssstt, ga bakal. Kalo gitu lo masuk mobil gw dulu, kita kesana bareng."-Nayeon
Sowon hanya mengangguk dan mengikuti Nayeon. Lalu mereka pun pergi menuju ke rumah sakit tempat Eunwoo di rawat. Mereka terburu buru hingga tak sadar ada yang membuntut i mobil mereka.
Sesampainya di rumah sakit Nayeon menyapa orangtua Eunwoo dan menanyakan keadaannya, sedangkan Sowon menatap pintu kamar rawat inap Eunwoo dengan begitu gelisah. Saat ia menatap Eunwoo air matanya tak terbendung lagi. Hingga fajar tiba pun Eunwoo belum membuka matanya.
"Kalian pulang saja, biar kami yang jaga Eunwoo."-Nayeon
"Nggak! Kami nggak percaya sama kalian. Terutama gadis itu!"-Yoona
"Kalian saja yang pulang, dan kau! Anak tak tahu terimakasih, jika Eunwoo sudah siuman datang ke ruang kerja ku."-Siwon
Akhirnya, Sowon dan Nayeon pun pulang. Sowon meminta Nayeon agar mengantarnya pulang, tapi Nayeon tak setuju dan meminta Sowon untuk tinggal bersamanya dulu. Selama perjalanan ke rumah Nayeon keadaan begitu hening, Sowon menundukkan kepalanya dan Nayeon tak berani mengajaknya bicara.
"Perasaan mobil itu selalu dibelakang kita?"-Supir
"Mungkin hanya sama warna dan modelnya saja."-Nayeon
"Mungkin saja sih. Tapi, ah sudahlah."-Supir
"Oh iy pak, ntar tolong bilang ke papa, mama kalo temen Nayeon mo nginep beberapa hari."-Nayeon
"Mereka nanti tidak pulang lagi?"-Supir
"Iya, katanya, ada sedikit masalah sama investor perusahaan di cabang Gangnam, jadi mereka mau selesaiin masalah itu dulu."-Nayeon
"Baik non."-Supir
Sesampainya di depan rumah Nayeon, Sowon tak turun dari mobil ia masih melamun di dalam. "Hei, keluar, ayo buruan masuk. Dingin di luar." Ucap Nayeon lembut, dan menggandeng tangan Sowon. Ketika Sowon dan Nayeon masuk rumah, ada seseorang yang mencurigakan di depan rumah Nayeon, supir Nayeon pun mendekati orang itu.
"Ada urusan apa ya?"-Supir
"Ini saya, orang sebelah. Bisa tolong panggilkan Kak Nayeon?"
"Memang kenapa?"-Supir
"Ck, panggilin aja napa. Ga usah banyak nanya."
"Iya, iya."-Supir
"Oh iya, jangan sampai perempuan yang satu lagi tau."
"Beres"-Supir
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Night [END]
FanfictionSekarang aku mengerti mengapa ada yang berkata "ekspetasi tak seindah kenyataan."
![Sweet Night [END]](https://img.wattpad.com/cover/217924099-64-k40014.jpg)