"STOP! WOY BERHENTI!" Teriak Jungkook yang panik melihat Taehyung yang sudah bersimbah darah. Ia berusaha menghentikan pria itu, tapi malah terpental. Pukulan demi pukulan terus menghujami wajah tampan Taehyung. "HENTIKAN! BERHENTI!" Seorang perempuan yang dari tadi hanya memerhatikan mereka akhirnya berteriak dan berusaha menghentikan mereka. Namun sayang, perempuan itu juga terkena pukulan.
Greb
Sebuah tangan dengan jari yang lentik melingkar di pinggang pria yang memukuli Taehyung. "Berhenti, ku mohon, hentikan. Lihat aku." Ucap perempuan tadi dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. "EUNWOO! KU BILANG BERHENTI!" setelah teriakan itu, Eunwoo berhenti memukuli Taehyung dan memeluk balik perempuan tadi.
"Lu ga papa? Lu ko bisa luka gini? Sialan, lu diapain Taehyung?" Ucap Eunwoo dengan penuh khawatir dan mengeratkan pelukannya. "Gw ga papa ko. Lu pulang aja, ntar di cariin ayah." Ucapnya lembut. "Sowon, gw udah muter muter nyari lu dan tiba tiba lu terluka kaya gini. Lu pikir gw bisa pulang dengan tenang?" Ucap Eunwoo sambil memegang kedua pundak Sowon dan menatapnya dalam dalam.
"Dia ga papa, bentar lagi boleh pulang, ga usah lebay." Ucap Taehyung yang mencoba berdiri dengan segala tenaganya. Akhirnya dengan susah payah Taehyung berdiri dan menarik Sowon kebelakang nya. "Lu pulang aja, mulai sekarang gw yang tanggung jawab atas Sowon." Ucap Taehyung dengan tatapan tajamnya. Eunwoo hendak menarik kerah baju Taehyung, namun sudah di hadang oleh seseorang.
"Eunha, minggir! Lu ga liat Sowon luka kaya gitu, gw ga bisa percayain Sowon ke Taehyung."-Eunwoo
"Woo, dari awal bukan ini yang gw mau. Lu juga ga mau kaya gini."-Eunha
"Gw tau, tapi Sowon sampe di rawat di rumah sakit. Lu ga khawatir liat temen lu kaya gitu?!"-Eunwoo
"Gw lebih khawatir kalo lu yang kena masalah! Mendingan kita balik, rencana awal kita bertiga ga kaya gini. Buruan ke parkiran kita udah buat dia kelamaan nunggu."-Eunha
Akhirnya, Eunha dan Eunwoo pergi dari taman itu meninggalkan Jungkook, Taehyung, dan Sowon. Setelah mereka pergi badan Taehyung melemah dan ia jatuh begitu saja, lama kelamaan semua menjadi gelap, dan Taehyung tak sadarkan diri.
"Taehyung!"-Sowon
"Buruan kak, bawa abang ke kamar kakak biar bisa cepet di obatin."-Jungkook
Sowon pun menuruti perkataan Jungkook dan membantu Jungkook menopang tubuh Taehyung.
Bruukk
Sowon terjatuh, fisiknya belum cukup kuat untuk membantu Taehyung berjalan.
"Kak?! Kakak kayanya ga kuat deh, kakak bisa berdiri?"-Jungkook
"Kakak ga papa ko. Sini kakak bantuin."-Sowon
"Nggak usah kookie kuat ko gendong bang Taehyung. Ga jauh jauh amat ko dari sini."-Jungkook
"Kamar kakak di lantai dua kook. Ntar kalo kamu-"-Sowon
"Nggak, kookie dari dulu suka gendongon bang Taehyung. Udah buruan kasian bang Taehyung."-Jungkook
Sowon hanya bisa meng-iya-kan perkataan Jungkook dan menuju kamarnya yang berada di ujung lantai 2.
Kamar rawat inap Sowon
"Halo?"
"Dimana anak saya?"
"Maaf, tapi mulai sekarang Sowon akan tinggal bersama saya."
"Bawa dia pulang. Anda tidak berhak mengambil anak saya dari saya."
"Mengambil apakah anak anda anda anggap sebagai barang? Bahkan anda saja tidak memperlakukannya sebagai manusia."
"Terserah anda mau bicara apa saja kembalikan anak saya. Sekarang juga!"
"Maaf, saya tidak bisa. Tutup telpon ini, atau saya akan melaporkan anda ke polisi."
"Tunggu om, biar Sowon yang bicara." Ucap Sowon yang sudah datang dengan Jungkook dan Taehyung, mata ayah Taehyung terbelalak, ia tak menyangka anaknya dapat babak belur seperti itu, setahunya, Taehyung bukanlah tipe orang yang suka mencari masalah dengan orang lain.
Ceklek
Pintu kamar itu terbuka dan Sowon keluar sambil sibuk berbicara dengan ayah angkatnya.
"Apa yang terjadi?"-Ayah Taehyung
"Tadi bang Taehyung di serang mendadak ma Eunwoo."Jungkook
"Eunwoo? Apakah kalian memanggilnya?"-Ayah Taehyung
"Tidak, kami juga nggak tau om, soalnya tiba tiba dia muncul kek hantu terus nyerang bang Taehyung."-Jungkook
"Kamu yakin? Sowon? Apakah Sowon yang memanggilnya?"-Ayah Taehyung
"Nggak om, soalnya hp kookie, kookie bawa, terus hp bang Taehyung ga di bawa, hp kak Sowon juga ga ada."-Jungkook
"Aneh, bagaimana dia bisa tahu Sowon di sini?"-Ayah Taehyung
"Iya, siapa yang memberitahu mereka?"-Jungkook
"Mereka? Memang siapa saja yang datang?"-Ayah Taehyung
"Iya mereka. Eunwoo dan Eunha."-Jungkook
"Eunha? Siapa Eunha?"-Ayah Taehyung
"Pacar Eunwoo."-Jungkook
"Kook?" Suara Taehyung yang sudah sadarkan diri samar samar terdengar.
"Kook" ucapnya lebih keras.
"Lu ga papa bang?"-Jungkook
"Lu buta? Mana ada orang yang babak belur gini ga papa?"-Taehyung
"Taehyung? Gimana udah enakan? Kalo belum biar papa atur kamar kamu."-Ayah Taehyung
"Deket kamar ini aja pa, Taehyung takut ntar kalo ada apa apa sama Sowon."-Taehyung
"Idih bucin."-Jungkook
"Idih julid. Iri, huuu iri kan. Makanya cari doi baru."-Taehyung
"Taehyung, kamu ini sakit masih bisa ngeledekin Jungkook, kalo gitu papa ga jadi masukin kamu ke rumah sakit, pulang aja biar di rawat dokter pribadi."-Ayah Taehyung
"Eh, jangan pah. Maap tadi khilaf."-Taehyung
Jungkook menjulurkan lidahnya menghina Taehyung yang sedang di goda ayahnya. Lalu mereka berbincang bincang tentang banyak hal. Hingga Sowon masuk lagi.
Namun ada yang aneh, muka Sowon memerah dan matanya sembab, ekspresinya juga sangat ketakutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Night [END]
FanfictionSekarang aku mengerti mengapa ada yang berkata "ekspetasi tak seindah kenyataan."
![Sweet Night [END]](https://img.wattpad.com/cover/217924099-64-k40014.jpg)