"Halo ini Choi Sowon, ini siapa ya?"-Sowon
"Sopan amat biasanya ga gini. Abis pindah sekolah jadi sok sopan nih."
"Maaf? Ini siapa ya? Saya ga kenal anda."-Sowon
"A, moso kita udah lama kenal loh, masa lupa ma suara gw?"
"Maaf, tapi siapa ya? Saya benar benar ga kenal anda."-Sowon
"Coba dengerin sura gw baik baik. Choi Sowon, anaknya bapak Choi Siwon."
"Jangan jangan, lo?! Woylah gimana ceritanya lo bisa tahu Eunha anying!"
"It's time to begin the 6th class!"
Tut-tut-tut
"Hallo?"-Sowon
"Aelah udah di matiin"-Sowon
"Sini hp gw."-Eunha
"Oh iya, tapi gimana lo bisa kenal dia?"-Sowon
"Udah ga ada orang di sini, buruan balik, atau kita kena BK."-Eunha
"Dingin bat gila. Ni orang kenapa sih, apa mungkin gara gara baru kenal ya, jadi canggung. Salah gw juga sih udah sok akrab ma dia." Batin Sowon
"Woy! Gw duluan nih kalo ga mau berdiri."-Eunha
"Eh, iya, iya."-Sowon
"Perasaan tadi ramah deh waktu di kelas, apa cuma perasaan gw ya?"-Sowon
"Heh buruan!"-Eunha
-***-
16.30
Parkiran SMA GWANGJIN
Din, Din, Din
Sebuah suara klakson mengejutkan Sowon yang sedang melamun karena perkataan Eunha yang masih terngiang di telinganya. Sowon bahkan tak sadar di depannya ada sebuah mobil dengan laki laki tampan di dalamnya. Taehyung, siapa yang tak tahu pangeran SMA GWANGJIN itu. Seluruh SMA mengenalnya.
"Sowon?! Pulang ma gw sekalian, searah ni. Gw mau ke rumah lu dulu, ada yang harus gw bicarain ma ayah lu."-Taehyung
Sowon hanya diam dan tak menjawab matanya kosong.
"SOWON?! CHOI SOWON?! HEI?! JAWAB NAPA?!"-Taehyung
"E-eh, iya, kenapa? Lah sejak kapan lo di situ?"-Sowon
"Udah 3 abad yang lalu. Buruan masuk, gw mau mampir ke rumah lu dulu."-Taehyung
"Ga usah, ntar Eunwoo Dateng jemput gw."-Sowon
"Udah buruan, SMA Habaek ke SMA Gwangjin butuh 15 menit, ntar lu kelamaan nunggu. Lagian di parkiran ga da tempat duduk. Ntar kaki lu pegel."-Sowon
"Lah, apa peduli lo kalo kaki gw pegel, orang juga ga ngaruh ke-"-Sowon
Tiba tiba Taehyung turun dari mobilnya dan mendorong Sowon masuk ke mobil Taehyung. Setelah Sowon memasangkan sabuk pengamannya, Taehyung pun menginjak pedal gas, dan meninggalkan parkiran.
Tak lama kemudian sebuah mobil datang, saat pemilik mobil itu turun gerbang SMA sudah di tutup, ia tak bisa mengintip ke dalam dan ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ntah apa yang di pikirannya ia bahkan tak sadar jika sudah melanggar lalu lintas.
-***-
17.45
Kediaman Keluarga Choi
Taehyung dan Sowon pun akhirnya sampai rumah. Dan ketika mereka memasuki rumah disana sudah ada ayah Sowon dan kakak laki lakinya, Eunwoo. Eunwoo menatap Taehyung dengan begitu dingin begitu juga dengan ayahnya. Lalu bunda Sowon datang dan mencairkan suasana.
"Ya ampun, Taehyung sama Sowon udah sampai. Nak taehyung duduk dulu, mau dibikinin minum apa?"-Yoona
"Lo sono ke kamar."-Eunwoo
"Gak, gw pengen disini."-Sowon
"Sowon, jangan ngelawan sama abang. Buruan balik ke kamar."-Siwon
"Sowon pengen disini aja, pengen tahu apa yang kalian bicaraiin."-Sowon
Seketika itu Eunwoo pun berdiri dari sofa dan menarik tangan Sowon dengan begitu agresif. Sowon belum pernah melihat sisi ini dari Eunwoo. Sowon bahkan hampir menitihkan air mata karena kaget dengan perlakuan Eunwoo yang mendadak kasar padanya.
Lalu ada sebuah tangan yang menarik tangan Eunwoo, dan pemilik tangan itu menatap Eunwoo dengan tajam dan berkata "Jangan kasar sama cewe. Lu itu cowo, harusnya lu tau." Tangan siapa lagi kalo bukan Kim Taehyung. Setelah itu Eunwoo melepaskan genggaman tangannya pada Sowon dan memberikan isyarat mata pada Sowon agar naik ke atas. Akhirnya Sowon naik ke atas dan masuk sembarang kamar.
Sesampainya di kamar, Eunwoo menyusul dan menutup pintu kamar. Menatap Sowon dengan tajam hingga membuat Sowon mundur beberapa langkah dan membuat Sowon terduduk di kasur kamar tersebut. Dan Eunwoo duduk tepat di depan Sowon, tatapan matanya masih tak berubah, begitu tajam menusuk retina Sowon. "Darimana ae lo ha?" Ucapnya sambil mengeratkan giginya. "Gw a-abis dari sekolah lah da-darimana lagi emangnya. Haha haha." Ucap Sowon berusaha mencairkan suasana. "Ga lucu!" Bantah Eunwoo. Sowon pun berdiri, tapi di tahan Eunwoo
"Mo kemana lo?"-Eunwoo
"Turun, ke kamar."-Sowon
"Mulai hari ini, ini kamar lo."-Eunwoo
"Sumpah demi apa?! Ga usah ngeprank ya lo. Walaupun lo abang gw, gw tetep gamau ya lo seenaknya ma gw. Lagian kita nggak beneran saudaraan."-Sowon
"SOWON! Udah nurut aja. Ini kamar lo, kamar gw tepat di sebelah lo, kalo ada apa apa ngomong ke gw."-Eunwoo
"Perasaan gw ga enak, papah lo mau apa lagi dari gw?"-Sowon
"Ga ada, ini yang permintaan gw."-Eunwoo
"Aw! Ih! Merinding, tumben amat. Tapi makasih." Setelah mengucapkan terimakasih Sowon memeluk Eunwoo dengan begitu eratnya, seolah ia benar benar bersyukur, padahal saat ini otak Sowon sedang memperkirakan keinginan baru ayah tirinya.
Tapi aneh, ketika mereka berdua berpelukan mereka berdua mendengar detak jantung yang begitu keras, mungkin dinding pun bisa mendengar suara itu. Keduanya tak tahu suara jantung siapa yang berdetak itu.
Surat dari Author buat para readers
Author : "maapin author yang sering typo ini ya. Maapin juga author ngarang cerita gaje kaya gini. Tapi buat para readers author, author bener bener ngucapin terimakasih. Huweee kalo ga ada kalian pasti ni cerita ga bakal lanjut lagi. Makasih dukungannya :3
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Night [END]
Fiksi PenggemarSekarang aku mengerti mengapa ada yang berkata "ekspetasi tak seindah kenyataan."
![Sweet Night [END]](https://img.wattpad.com/cover/217924099-64-k40014.jpg)