"Apa saja di antara rahmat
Allah yang dianugrahkan
kepada manusia, maka tidak
ada yang dapat menahannya;
dan apa saja yang ditahan-Nya
maka tidak ada yang sanggup
untuk melepaskannya setelah itu.
Dan dialah yang Maha Perkasa,
Maha Bijaksana."
(QS. Fatir 35: Ayat 2)
Jangan lupa ninggalin jejak vote and coment ditunggu 😊
Happy reading😊
My Baby
Mah, Airin pamit ke supermarket.
My Mom
Iya sayang, hati-hati.
Airin bersenandung kecil dan menikmati perjalanannya, hingga tiba di depan pintu supermarket yang tak jauh dari butik sang mama. Airin dengan cepat melangkah menuju freezer ice cream dan mengambil dua kotak ice wall’s berukuran besar. Setelah membayar, ia pun berjalan kembali menuju butik.
Namun tanpa Airin sadari, mobil berwarna hitam sedari tadi mengawasi pergerakannya, mobil hitam itu semakin mendekat ke arah Airin, melihat keadaan semakin sepi pria itu menghentikan mobilnya dan dengan cepatnya menarik serta membekap mulut dan hidung Airin.
Airin yang kaget mulai meronta-ronta dan berusaha berteriak meski perlahan ia semakin lemah.
“Tolong, tolong, tolong!” teriakan dari seorang pemulung yang tanpa sengaja melihat kejadian tersebut, membuat beberapa orang berlari ke arah Airin. Sementara kedua pria yang memegang Airin langsung melepaskan Airin dan secepatnya masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Airin yang telah terjatuh pingsan.
Semua mata kini tertuju pada Airin yang tak sadarkan diri, beberapa orang berusaha menepuk-nepuk pipi Airin agar ia sadar, namun nihil Airin tetap tak sadarkan diri.
“Nina!” panggil Ayu pada asisten pribadinya.
“Iya Bu.”
“Tolong susul Airin di supermarket, biar saya yang membawakan pesanan baju syar’i itu.”
“Baik Bu.”
Nina berjalan keluar menuju supermarket, netranya menatap sekumpulan orang yang tak jauh dari supermarket tersebut, ia pun berusaha mempercepat langkahnya.
“Astaghfirullah, Airin!” pekiknya sambil berjongkok memeluk Airin.
“Tolong bantu saya Pak, dia anak bos saya,” ucap Nina kembali dan pria paruh baya itu mengangkat Airin menuju butik.
Ayu kini berjalan menghampiri seorang pria yang berniat mengambil pesanan baju syar’i dari butiknya.
Ayu tersenyum ramah menatap pria yang tengah duduk di sofa. “Ini baju syar’i nya, Nak Hanan.”
“Makasih Tante.”
“Iya sama-sama, bagaimana keadaan ibumu?”
“Alhamdulillah, ibu sudah sembuh.”
“Alhamdulillah.”
“Ya udah Tante, Hanan pamit dulu. Assalamu’alaikum,”
“Waalaikumsalam.”
Hanan berjalan menuju pintu utama butik, namun belum saja mencapai pintu langkahnya terhenti saat netranya menatap gadis yang beberapa menit yang lalu tersenyum indah kini tak sadarkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Novela JuvenilHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)