16. Yes or No

418 56 10
                                        

"Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu
atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya
(tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang
dia kehendaki dan mengazab siapa yang dia kehendaki.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 284)

___________________________

Jangan lupa ninggalin jejak vote & coment

Happy reading 😊

Senin pukul 08:00.

Airin kini berada dalam ruangan berwarna putih yang dipenuhi oleh kursi dan mahasiswa yang tengah asik berbincang satu sama lain.

Hari ini adalah hari pertama ia menjadi seorang mahasiswi, Airin berharap tak seorang pun yang tahu tentang siapa dirinya. Ia ingin kuliah seperti orang lainnya tanpa pengecualian.

Selama ini ia selalu berusaha menutupi bahwa dirinya adalah anak dari pengusaha sukses, agar orang-orang yang mendekatinya tulus ingin berteman dengannya.

Saat ini pun Airin duduk seorang diri tak satupun yang mendekat, apalagi dengan pakaian syar'i yang menutupi tubuhnya.

Kebanyakan dari mereka hanya menatap Airin jengah, entahlah namun Airin merasa teman sekelasnya merasa heran dengan dirinya.

Namun bagi Airin, ini adalah rintangan yang harus ia lalui, karena berhijrah itu memang tidak mudah, ada banyak rintangan yang harus dilalui nya, apalagi jika orang-orang disekitarnya masih belum paham akan hal itu.

"Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia." (HR. Ad-Dailami).

Airin kembali mengingat hadis yang pernah ia baca, ia kembali tersenyum dalam diamnya. Meski orang-orang menjauhinya namun itu tidak maslahnya karena Allah selalu ada untuk nya.

Seorang wanita dengan setelan syar'i perlahan melangkahkan kakinya menuju kursi yang berada di samping Airin, Airin menatap wanita itu dengan senyuman, ada rasa bahagia di hatinya saat tak seorang pun dalam ruangannya menggunakan hijab. Kini Allah kirimkan seorang wanita yang mengenakan gamis dan jilbab yang menutupi hingga sebagian tubuhnya. Bahkan hijab yang digunakan wanita itu lebih besar dari khimar yang Airin gunakan.

"Apa aku boleh duduk di sini?" tanyanya lembut sambil tersenyum ramah.

"Iya boleh silahkan," balasnya dengan ramah.

"Terima kasih, oh iya perkenalkan namaku Adinda."

"Saya Airin," ucap Airin sambil menerima uluran tangannya.

Saat Airin menerima uluran tangan Adinda, netra Airin tak sengaja menatap sebuah cincin yang terpasang di jari manis wanita itu.

"Aku udah nikah," ucapnya seakan mengerti dengan apa yang Airin lihat.

"Alhamdulillah," balas Airin dengan senyuman yang masih merekah di bibirnya.

Seorang pria paruh baya yang memasuki kelas membuat Airin dan Adinda fokus pada titik yang sama.

"Assalamu'alaikum,"

Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang