"Dulu memikirkanmu bagaikan hal yang tak mungkin, namun sekarang engkau hadir lebih dekat dari apa yang kupikirkan."
~Pemilik Hatiku~
Ninggalin jejak itu penting karena dari situlah aku bisa mengenalmu 😊 yuk vote and coment.
Happy reading 😊
Suara alaram perlahan berbunyi di kamar Airin, membuatnya meraba nakas untuk mengambil jam kecil berwarna biru bergambarkan doraemon itu, dengan gerakan kecil Airin berusaha membuka matanya, sayup-sayup ia melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 04:00.
Sambil meregangkan kedua tangannya, Airin perlahan melangkah menuju kamar mandi, mengambil air wudhu lalu melaksanakan salat subuhnya. Setelah membereskan peralatan salatnya, lagi-lagi ia terbayang akan dokter itu, entah apa yang sebenarnya ia rasakan, tapi yang jelas pikirannya benar-benar berkelana dan berharap bisa menatap wajah sang dokter.
Pukul 06:30.
Airin menuruni anak tangga berwarna putih dengan beberapa corak berwarna gold yang terlihat begitu mewah menuju meja makan, netranya menatap sang Mama yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi untuknya dan untuk sang Papa.
“Pagi Mah, pagi Pah,” sapanya sambil mencium pipi kedua orang tuanya secara bergantian.
“Pagi sayang.”
“Papa sibuk banget yah?” tanya Airin sambil mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi.
“Yah lumayan sibuk, emang kenapa?”
“Nggak aku cuma nanya aja.”
“Papa jangan lupa jaga kesehatan, Airin nggak mau Papa sakit hanya karena ngurusin pekerjaan.”
“Siap anak Papa yang cantik,” ucap Dito sambil mengusap rambut sang putri.
Kekhawatiran akan kesehatan sang Papa memang selalu menghantui Airin, sebagai pemilik perusahaan ternama sudah pasti membuat sang Papa semakin sibuk, namun selain memaklumi tak ada lagi yang mampu Airin lakukan.
Namun yang Airin syukuri, meskipun sibuk papanya tidak pernah lupa untuk meluangkan waktunya bersama keluarga dan tak pernah lupa untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Dan Airin pun belajar banyak hal dari sang Papa, salah satunya selalu berbagi kepada orang lain, kata sang Papa selagi kita dititipkan harta yang lebih dari Allah maka kita harus membaginya kepada orang yang membutuhkan, karena sebagian dari harta kita ada hak orang lain.
🧕🧕🧕
Pukul 07:10.
Airin telah tiba di sekolah, perlahan ia melangkahkan kakinya keluar dari mobil, tapi baru beberapa langkah menuju gerbang sekolahnya, seorang pria berseragam putih abu-abu berjalan mendekatinya.
“Permisi kamu Airin kan?” tanya pria itu kepada Airin.
“Iya saya Airin, ada apa yah?”
“Ini ada titipan bunga dari Vikar,” ucapnya sambil memberikan buket bunga.
“Untukku?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Teen FictionHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)