"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." Q.S, Al-Baqarah : 186.
___________________________
"Umi," panggilnya lembut saat mereka telah duduk di kursi meja makan.
"Iya ada apa Nak?"
"Halim mau nanya Umi."
"Nanya apa?"
"Siapa wanita yang bersama Ustadzah Hanum dan Lea pagi tadi?"
"Oh, itu Airin."
"Airin?"
"Iya dia keponakan Ustadzah Hanum dari Jakarta."
"Oh anak saudara Ustadzah Hanum yah Umi."
"Iya ayah Airin itu saudara sepupu Ustadzah Hanum, kenapa si kok kamu nanya siapa gadis itu?"
"Nggak papa Umi, aku hanya penasaran soalnya kemarin aku lihat dia bersama Lea keliling pesantren."
"Bukan karena kamu suka kan?"
"Umi."
"Suka juga nggak papa, Umi aja suka sama dia, anaknya baik dan sopan santun, yang lebih penting dia sedang belajar untuk hijrah makanya ia ikut kemari bersama Umi dan Ustadzah Hanum."
"Bersama Umi?"
"Iya, Umi sempat mampir ke rumahnya bersama Ustadzah Hanum dan Ustadzah Hanum ngajak ia ke sini."
Halim tidak menjawab lagi, pria berusia 24 tahun itu hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Pria yang melanjutkan studi masternya di Kairo Mesir itu merasa tertarik untuk mengetahui siapa wanita yang bernama Airin tersebut. Wanita yang menatapnya dari kejauhan saat dirinya tengah mengajar.
🧕🧕🧕
Hari berikutnya.
Airin sudah mulai mengisi hari-harinya dengan kegiatan keagamaan, sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh Hanum sang Tante.
Meski tidak menetap di dalam pesantren, namun Airin harus rutin untuk setiap hari mengikuti kelas khusus dan juga menghadiri pengajian yang dilaksanakan di pesantren tersebut.
Seperti halnya hari ini, Airin yang ditemani oleh Lea tengah duduk dengan khususnya, mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Ustadz yang sedang memberikan ceramah dengan tema cinta Allah kepada Hamba-Nya.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." Q.S, Al-Baqarah : 186.
Airin menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan dari Ustadz tersebut, hatinya bergetar dan seketika merasakan kesejukan.
Beberapa jam berlalu hingga pengajian tersebut selesai.
Airin dan Lea berjalan menuju rumahnya yang berada di seberang pesantren tersebut.
"Assalamu'alaikum," salam kedua gadis tersebut saat kakinya memasuki ruangan tamu.
"Waalaikumsalam." Suara itu bersumber dari beberapa orang yang tengah duduk di sana dan salah satunya adalah Gus Halim.
Gus Halim menatap kearah Airin dan Lea sejenak sambil tersenyum ramah, sebelum pandangannya ia alihkan kembali kearah Ustadz Didi-- Abi Lea.
"Airin, Lea ayo bantuin Umi di dapur." ajak Hanum sambil berjalan kearah dua gadis itu.
Airin dan Lea pun mengikuti Hanum menuju dapur.
"Umi, Gus Halim kok ada di sini?" tanya Lea kepada Hanum.
"Cuma silaturahmi aja, emangnya kenapa?"
"Yah nggak pa-pa, Lea heran aja kok tumben beliau ke sini."
"Udah buat teh sana jangan nanya mulu."
"Iya Umi."
Airin yang tidak tau menahu mengenai Gus Halim pun hanya diam saja sambil membantu Hanum menata kue di atas piring.
"Umi tehnya udah selesai nih."
"Yah udah Lea bawa tehnya dan Airin bawa kuenya ke depan yah, Umi mau ke toilet dulu."
Mereka berdua pun menganggukkan kepalanya.
Lea meletakkan teh tersebut di atas meja begitu pula dengan Airin. Airin sebenarnya sedikit gugup karena ini adalah kali ketiga dirinya melihat Gus Halim.
Airin sendiri tak mengerti mengapa ia bisa merasa gugup bila menatap kearah Gus Halim, perasaan itu tiba-tiba saja muncul dengan sendirinya.
Setelah meletakkan teh dan kue tersebut mereka pun pamit untuk kembali kebelakang, namun langkah kaki mereka terhenti saat Ustadz Didi memanggil nama Airin.
Airin yang mendengar itupun langsung membalikkan tubuhnya, menatap pria paruh baya yang selalu ia sapa dengan sebutan paman.
"Iya Paman," ucap Airin lembut.
"Duduk dulu di sini, Paman mau memperkenalkan kamu dengan Gus Halim," ucapan itu seketika membuat Airin merasa deg-degan, bahkan detak jantungnya mulai tak karuan.
Airin pun duduk disebelah Ustadz Didi, sementara Lea berdiri di belakang Airin.
"Airin, ini Gus Halim anak dari pemilik pesantren sekaligus anak dari Ustadzah Mina, dan Gus Halim ini adalah Airin keponakan saya dari Jakarta. Mungkin Nak Halim sudah pernah melihatnya?"
"Iya Ustadz, saya sempat melihat dia saat mengelilingi pesantren bersama Lea beberapa hari yang lalu." jawab Halim dan Ustadz Didi pun menganggukkan-anggukkan kepalanya.
"Airin," panggil Ustadz Didi kembali.
"Iya Paman," jawab Airin yang masih menundukkan pandangannya.
"Nak Halim datang kemari untuk menyampaikan pesan ustadzah Mina untukmu."
"Pesan buat saya Paman?"
"Iya, ustadzah Mina mengajak kamu untuk menghadiri pengajian bersama dengan beliau."
"Dengan saya Paman?" tanya Airin kembali untuk memastikan apakah dia tidak salah dengar.
"Iya, kamu mau kan?"
Airin terdiam sejenak, ia tak tahu harus menjawab apa, tapi ada sedikit rasa bahagia di hatinya saat mendengar ibu dari Gus Halim mengajaknya untuk pergi bersama.
"Airin mau kan, nanti Umi Hanum juga ikut dengan kamu," ucap Ustadz Didi kembali dan Airin pun mengangguk kepalanya dengan lembut.
Setelah Airin menganggukkan kepalanya, ia pun berpamitan untuk kembali kebelakang bersama dengan Lea.
Gus Halim yang menatap tingkah Airin pun kembali mengukir senyuman tipis di bibirnya.
Gus Halim tidak mengerti mengapa ia merasa ada yang berbeda dari gadis bernama Airin tersebut.
Meski ini kali ketiga ia melihat gadis tersebut, namun Halim merasa ada getaran aneh di jantungnya.
To be continue....
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Teen FictionHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)