"Ya Allah, jika hamba boleh meminta tolong ukirkan rasa cinta dalam hatinya hanya untukku."
~ Pemilik Hatiku ~
Happy Reading
🧕✨
Airin masih dengan mode diamnya, sambil sesekali melirik ke arah Bian yang tengah fokus mengendarai mobil mewahnya.
Airin masih tidak mengerti mengapa ia harus berdandan rapi dan harus ikut bersama Bian malam ini.
Berkali-kali bertanya kepada Bian, namun Bian tak memberi kan jawaban kepadanya. Bian seakan memberikan teka-teki dalam benaknya.
Mobil yang mereka kendarai telah memasuki halaman hotel berbintang, Airin mengerutkan dahinya, ia benar-benar tidak mengerti mengapa Bian malah membawanya ke hotel tersebut.
"Mas Bian."
"Apa?"
"Kita mau ngapain si ke sini?"
"Salah satu rekan bisnis papa menikahkan anaknya, tapi papa nggak bisa hadir makanya Mas ngajakin kamu."
"Ihh, Mas Bian kok nggak ngomong dari tadi, kalau aku tau aku nggak akan ikut, malu tau."
"Maka dari itu Mas nggak ngasih tau kamu, karena Mas yakin kamu nggak akan mau nemenin Mas."
"Lagian kenapa harus aku si, kenapa nggak ajakin sekertaris Mas."
"Si El maksud kamu?"
"Iya."
"Yah malu lah, si El kan cowok, masa Mas gandeng dia ke pesta."
"Yah sekali kali kan nggak pa-pa."
"Hiii, entar Mas di kira jeruk makan jeruk, udah deh ayuk turun, kalau kamu malu tetep aja berdiri di sebelah Mas jangan ke mana-mana."
"Iyah, iya."
Airin dan Bian kini memasuki ruangan hotel yang menjadi tempat resepsi pernikahan di gelar.
Sangat mewah dan rame. Itu lah yang di tangkap oleh netra Airin, benar-benar hal yang tidak di sukainya. Meski terlahir dari keluarga yang kaya raya, namun ia sama sekali tak menyukai hal yang berlebihan dan satu lagi ia tak menyukai berada dalam keramaian semacam ini.
Ia selalu menolak untuk menghadiri acara, terlebih lagi acara dari rekan bisnis orang tuanya. Semua itu ia lakukan agar tak banyak orang yang mengenalinya, karena menurutnya semakin banyak yang mengenalinya sebagai anak dari Ahmad Dito Nugraha, maka akan semakin banyak pula orang yang mendekatinya hanya karena kekayaan.
Bian berjalan menyapa beberapa rekan bisnisnya, sementara Airin tak sedikit pun meninggalkan Bian, ia selalu berada didekat Bian. Ia merasa tak nyaman banyak pasang mata yang kini menatap ke arahnya.
Airin memegang lengan Bian yang di tutupi oleh jas saat Bian berniat melangkahkan kakinya. "Mas Bian mau ke mana si?"
"Mas mau ke toilet dulu, kamu di sini saja jangan ke mana-mana."
"Tapi Mas_"
"Mas hanya sebentar," ucap Bian lalu melangkah meninggalkan Airin.
Airin yang tengah berdiri sendiri, kini merasa tidak nyaman. Ia mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk menjauh dari keramaian, setelah netranya melihat sebuah kursi di bagian sudut akhirnya ia melanjutkan langkahnya hingga tiba di sana.
Airin mendudukkan tubuhnya pada kursi tersebut sambil memainkan handphone yang baru ia keluarkan dari tasnya.
Namun Airin tidak menyadari jika seorang pria sedari tadi memperhatikan dirinya dari kejauhan. Pria yang selalu mengincar dirinya agar bisa menerima cintanya, pria yang melakukan segala cara agar bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Teen FictionHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)