"Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu,
masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya
lebih mengganggu dari pada sesuatu yang kau takuti sendiri." (Ali bin Abi Thalib).
_____________🧕______________
Masih sangat pagi, tapi Airin kini sedang sibuk membaca sebuah postingan di akun instagram miliknya. Postingan yang berkenaan dengan proses ta'aruf. Namun meski sering kali membaca postingan-postingan semacam itu Airin masih merasakan kegelisahan di hatinya. Kegelisahan akan jawaban apa yang harus ia pilih, entahlah ia selalu merasa bahwa ia belum pantas untuk pria sesempurna Gus Halim.
Airin beralih ke salah satu aplikasi dan menuliskan kata ta'aruf dalam kolom pencarian.
"Taaruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya. Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat."
Tidak puas dengan pengertian ta'aruf, Airin kembali menjelajahi aplikasi instagramnya dan membaca postingan-postingan islami.
"Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S At-Tagābun : 11).
"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya, tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)." (Q.S Al-An'ām : 59).
"Ya Allah, apa hamba boleh menerima ajakan ta'aruf Gus Halim? Apa hamba memang ditakdirkan untuk nya? Ya Allah hamba yakin semua yang terbaik telah engkau tuliskan dalam skenario hidup hamba, jika ia yang terbaik maka hamba akan menerimanya." kata Airin seraya melantunkan doa-doanya dengan mengangkat kedua tangannya.
Meski diliputi oleh rasa ragu, namun ia memutuskan untuk menerima ajakan ta'aruf Gus Halim. Airin percaya Allah akan memberikan jalan terbaik untuk dirinya kelak, keraguan Airin bukan karena tak menyukai Gus Halim, namun ia ragu akan dirinya sendiri apakah dirinya pantas untuk pria seperti Gus Halim.
Namun lagi-lagi Airin mengingat suatu kutipan dari Ali bin Abi Thalib, "Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu,
masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya
lebih mengganggu dari pada sesuatu yang kau takuti sendiri."
Kutipan itu membuat Airin merasa sedikit tenang, Airin memutuskan untuk menjalani proses ta'aruf nya bersama Gus Halim, sebab menolak seorang pria seperti Gus Halim rasanya sangat tidak mungkin. Pria yang telah dibesarkan dilingkungan yang sangat baik pasti akan memberikan kebaikan pula untuk dirinya kelak.
Sudah seminggu Airin berusaha menyakinkan hatinya dan hari ini keputusannya telah bulat untuk menerima Gus Halim. Tak ingin menunggu lama Airin pun perlahan menuruni anak tangga menuju lantai dasar mencari sang papa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Fiksi RemajaHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)