"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya."
(Imam Syafi'i)
Jangan lupa untuk ninggalin jejak vote and coment ditunggu 😊
Happy reading 😊
Airin memfokuskan pandangannya pada langit biru yang begitu cerah, namun seketika berubah menjadi mendung.
Belakang ini cuaca semakin tak menentu, hujan dan panas selalu muncul tiba-tiba, sama seperti suasana hati yang selalu tak menentu kadang bahagia, kadang pula sedih di waktu yang bersamaan.
"Hei, kamu ngelamunin apa si?" tanya Adinda sambil memegang pundak Airin.
"Aku hanya lagi mikirin ternyata kehendak Allah memang tiada terkira, apa pun yang ia kehendaki pasti akan terjadi."
"Iya, itu bahkan sangat jelas tertera dalam Q.S. Al-Insan : 30. Yang berbunyi. Dan engkau tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."
"Kita juga harus memahami bahwa apa pun yang tidak dikehendaki oleh Allah SWT. Meskipun kita telah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya, pasti tidak akan pernah mungkin terwujud." ucap Adinda kembali sambil menatap Airin yang tengah menganggukkan kepalanya.
"Aku juga pernah baca dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud pada pembahasan mengenai Adab yang berbunyi. Apa yang dihendaki oleh Allah pasti akan terjadi, dan apa yang tidak dihendaki oleh Allah, maka tidak akan terjadi. Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, apakah sesuatu yang ku pilih sesuai dengan kehendak Allah." ucap Airin sambil menatap wajah Adinda.
"Kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang membebani pikiranmu?"
"Aku nggak papa Din."
"Beneran? Terkadang cewek itu ngomong nggak papa padahal ia tengah menyembunyikan lukanya sendiri."
Airin tersenyum lembut mendengar ucapan sahabatnya. "Aku serius nggak papa," ucapnya kembali sambil merangkul pundak Adinda.
"Ya udah, ayo kita pulang Mas Ilham udah nungguin aku di parkiran."
"Yuk."
Jam menunjukkan pukul 14:00.
Tadinya Airin berniat berkunjung ke kantor Papanya, namun sang Mama menelponnya untuk segera pulang ke rumah.
Beberapa menit berlalu, hingga mobil yang dikendarainya tiba di parkiran rumahnya. Netra Airin tertuju pada mobil yang tak asing dibenaknya. Mobil yang pernah ia gunakan saat berada di Surabaya. Mobil milik Gus Halim, senyuman tiba-tiba saja terukir di bibirnya. Airin kembali mengingat pesan dari Gus Halim yang mengatakan bahwa Kiyai Zaky dan Ustadzah Mina akan berkunjung ke rumahnya, ia pun berjalan untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Maaf karena Gus Halim memutuskan tak melanjutkan ta'aruf ini," ucap Kiyai Zaky yang samar-samar terdengar di telinga Airin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Teen FictionHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)