"Sama seperti halnya menunggu, meski kita tak tahu apakah sesuatu yang kita tunggu akan datang atau tidak, namun jika kita selalu bersabar insya Allah, apapun yang terjadi selanjutnya akan membuat kita selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan, karena apapun itu jika datangnya dari Allah maka itulah yang terbaik."
~Pemilik Hatiku~
_________^^_________^^_________
Malam telah berganti pagi. Airin yang telah siap dengan setelan syar'i nya kini menunggu di depan teras kediaman Ustadz Didi. Airin tak sendiri ia sedang bersama Ustadzah Hanum menunggu Ustadzah Mina menjemput mereka untuk menghadiri pengajian akbar yang dilaksanakan di salah satu masjid di kota tersebut.
Beberapa menit berlalu, hingga sebuah mobil pun terparkir di halaman rumah Ustadzah Hanum.
Kaca jendela mobil perlahan di turunkan, hingga menampakkan wajah Ustadzah Mina dengan senyuman ramah yang khas di bibirnya.
"Kita langsung berangkat aja Ustadzah, Airin." ucap Ustadzah Mina dan mereka berdua pun melangkah memasuki mobil tersebut.
Setelah duduk di kursi penumpang bagian belakang, Airin sedikit terkejut dengan pria yang duduk di bagian pengemudi. Airin tidak menyangka jika Gus Halim pun ikut serta bersama mereka.
Mobil melaju menyusuri jalan raya yang cukup ramai. Ustadzah Mina dan Ustadzah Hanum sedang berbincang mengenai urusan pesantren, sementara Airin dan Gus Halim hanya diam saja menjadi pendengar yang baik.
Airin mengarahkan pandangannya pada jendela mobil tersebut, menatap jalan raya dan bangunan yang ia lalui.
"Nak Airin." Panggilan itu berasal dari Ustadzah Mina, membuat Airin mengalihkan pandangannya lurus ke arah Ustadzah Mina.
"Iya Ustadzah,"
"Bagaimana mana pengalaman Nak Airin selama di sini, apa Nak Airin betah?"
"Alhamdulillah Ustadzah, Airin betah dan banyak hal yang saya dapatkan selama di sini."
"Alhamdulillah, semoga kebaikan selalu menghampirimu Nak,"
"Aamiin," ucapan itu bukan hanya berasal dari Airin saja, namun juga berasal dari Ustadzah Hanum dan juga Gus Halim.
Airin yang mendengar ucapan itu keluar dari mulut Gus Halim dengan cepatnya memberikan efek pada detak jantung yang selalu terpacu lebih cepat.
Mobil telah tiba di pelataran parkir masjid, ketiga wanita yang berbeda usia itu masuk lebih dulu, sementara Gus Halim memarkirkan mobilnya.
"Tak hanya dari sisi materi, Al-Qur'an juga menerangkan bahwa manusia diciptakan secara berpasang-pasangan. Allah SWT menciptakan manusia secara berpasang-pasangan agar dapat berkembang biak."
Seperti yang tertera dalam Surah Ar-Rum Ayat 21.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir,"
Airin dengan tenangnya mendengarkan apa saja yang keluar dari mulut ustadz yang sedang berdakwah tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 13:30. Setelah melaksanakan shalat dhuhur berjamaah mereka pun meninggalkan masjid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)
Teen FictionHijrah. Berjalan menuju kebaikan dan percaya bahwa apapun yang diniatkan dengan kebaikan akan berakhir dengan kebahagiaan. "Aku pasrahkan semuanya hanya kepadamu Pemilik Hatiku." Airin. Kecantikan dan kekayaan yang ia miliki membuat banyak pria meny...
![Pemilik Hatiku [END] (TERBIT)](https://img.wattpad.com/cover/223722453-64-k848017.jpg)