{18 MEY 2019}
Tiga bulan setelah pernikahan, Keke tak lagi tinggal bersama keluarga Daffa. Sebuah rumah mewah bergaya klasik Daffa hadiahkan untuknya. Hari ini tepat hari pindahan mereka, Nadia dan Alex ikut membantu.
"Ahh gila. Capek banget gue." Keluh Nadia yang kala itu tengah duduk bersantai disebuah Gazebo yang letaknya berada dihalaman belakang. Didepan Gazebo itu terdapat kolam renang besar yang menambah kenyamanan suasana didalam rumah.
"Nih, loe minum dulu." Keke tiba dengan membawa empat gelas minuman. Dibelakangnya, Daffa mengikuti dengan membawa dua buah piring yang berisi camilan dan kue. Langsung saja Nadia dan Alex mengambil minuman dan camilan itu.
"Thanks banget yah kalian udah mau bantuin kita pindahan." Kata Daffa yang ikut duduk disamping Istrinya.
"It's oke lah, Daf. Loe kan sahabat kita. Masa kita nggak mau bantu sih. Iya nggak Sayang?" Ujar Alex. Nadia menangguki ucapannya.
Daffa tersenyum pada mereka. Kedua sahabatnya ini memanglah yang terbaik. Beruntungnya ia memiliki mereka. Tapi dia lebih beruntung lagi memiliki sahabat bernama Nico. Pria itu, sudah lama sekali ia tak pernah lagi melihatnya. Setelah pernikahan mereka, Nico tak pernah lagi menampakkan batang hidungnya.
"Loe sekarang dimana, Nick?. Apa loe baik-baik aja?"
"Sayang. Kamu kenapa?" Suara Keke menyadarkannya.
"Aku nggak apa-apa kok, Sayang." Jawabnya dengan senyuman.
Keke menatapnya curiga. Ini sudah kesekian kalinya Daffa terdiam seperti itu. Dia sangat yakin kakau suaminya itu tengah memikirkan sesuatu. "Apa ada yang Daffa sembunyikan dariku Yah?"
"Kamu yakin nggak apa-apa?" Tanya Keke lagi, berusaha mencari tahu.
Daffa hanya tersenyum. Digenggamnya tangan mungil Sang Istri seraya berkata. "Iya, Sayang. Aku nggak apa-apa kok."
Keke ikut tersenyum, meski dalam hatinya masih dipenuhi pertanyaan. Namun tak mungkin jika ia membebani Suaminya dengan kecurigaannya yang tak berdasar itu. Mungkin saja keterdiaman Daffa hanya menyangkut masalah pekerjaannya di Kantor.
Yah, sebaiknya ia berPositif Thinking saja.
Senyuman Keke mambuat Daffa mersa lega, bukan karna terbebas dari kecurigaan istrinya barusan, tapi karna ia merasa jika istrinya itu kini telah bahagia. Setelah pernikahan mereka, dia tak pernah lagi mendapati keke murung ataupun bersedih. Setiap saat, ia selalu melihat istrinya tersenyum bahagia. Bahkan sudah jarang sekali ia mendapati sikap-sikap Keke yang janggal seperti saat mereka masih pacaran dulu. Saat menyentuh istrinya pun, tak ada penolakan lagi yang ia terima. Bahkan setelah mereka berbulan madu di London, Keke menjadi lebih manja dan mesra padanya.
Sepertinya Keke kini benar-benar menerimanya. Dan sepertinya janji yang ia berikan pada Nico telah terlaksanakan.
Patutlah jika hatinya merasa sangat lega.
~~¥£¥~~
Siang ini Vigo telah kembali dari tugas luar Daerahnya. Wajah lelahnya nampak jelas, membuat Amel yang tengah bersamanya merasa kasihan.
"Apa tidak sebaiknya Dokter Vigo pulang ke rumah saja. Dokter terlihat sangat lelah." Ujarnya seraya terus memperhatikan wajah lelah Dokter Pujaannya.
"Tidak perlu Suster, Saya baik-baik saja. Lagi pula masih banyak yang harus saya selesaikan." kata Vigo terus melangkah menuju ruangannya. Suster Amel masih setia mengikutinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan Terindah
Romance👉🏻NiKe {Nico&Keke} Love Story👈🏻 Sekuat apapun aku mengelaknya. Maka semakin kuat pula perasaan ini menyiksaku. Dan setegar apapun aku melawan sakit itu. Maka semakin rapuhlah hati ini. Itulah kenyataannya... Kenyataan yang menegaskan, betapa aku...