Chapter 8
Sooyoung masih berdiri di depan pagar rumah yang didepannya terpajang papan nama bertuliskan "Kang Slayer" sejak lima belas menit yang lalu. Ia masih menunggu dan berharap agar sang pemilik rumah ada kemudian bisa bertemu dengannya.
"KANG SEULGI KELUARLAH!!!" Sooyoung kembali berteriak sambil menggedor-gedor pagar hitam tinggi yang menutupi rumah kelabu milik Seulgi.
"Sebenarnya kemana sih peramal konyol itu?" Sooyoung yang merasa frustasi, mengigit bibir bawahnya, bersender pada pagar itu kemudian bayangan kemarin pagi yang terus saja membayanginya kembali memutar diotak kecilnya.
"Jangan jatuh cinta padaku!"
Sooyoung mengerutkan keningnya bingung, "Apa maksud mu?"
"Jangan pernah jatuh cinta padaku! Jangan pernah!"
Sooyoung masih berusaha melepaskan lengan Victory yang sangat erat memeluk tubuhnya, "Kau sedang berakting atau apa sih? Lepaskan pelukannya dulu!"
Victory menggelengkan kepalanya. Ia juga belum berniat melepas pelukannya pada Sooyoung, "Aku membutuhkanmu, sangat membutuhkanmu karena kau lah petunjuk satu-satunya yang ku miliki untuk mengakhiri penderitaan panjangku. Aku rela menjadi pesuruh atau melakukan apapun untukmu asal kau membantuku. Tapi hanya ada satu syarat yang harus kau ketahui dan tidak akan bisa ku penuhi."
Sooyoung semakin bingung mendengar kata-kata Victory yang aneh terdengar ditelinganya. Satu-satunya petunjuk katanya. Lalu Sooyoung lah yang bisa mengakhiri penderitaannya. Kemudian ia juga bisa meminta apapun pada Victory. Tapi kenapa? Apa benar hanya dia satu-satunya manusia yang bisa menolong makhluk iblis itu?
"Aku masih belum mengerti! Semua yang terjadi padaku. Kedatanganmu, niat awalmu ingin membunuhku lalu tiba-tiba kau meminta bantuanku. Kau yang selalu terlihat kesakitan, kau yang nyatanya makhluk jadi-jadian. Aku benar-benar tidak mengerti! Kenapa semua ini terjadi padaku?"
Victory merenggangkan pelukannya pada Sooyoung kemudian kepalanya tertunduk sedikit agar bisa melihat dan menatap langsung kedalam mata Sooyoung, "Memangnya menurutmu aku mengerti?"
Sooyoung yang membalas tatapan mata Victory, segera menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan yang baru saja ia dengar.
Victory tersenyum sejenak sebelum menjawab, "Tidak ada sebuah permulaan yang bisa dimengerti. Maka dari itu, semuanya harus dipelajari satu-persatu hingga pada akhirnya semua dapat dimengerti. Menjadi jelas bukan hal yang mudah dan bukan hal yang sulit. Aku juga sedang mencoba menerawang semua yang ku ketahui dan ku jalani sekarang. Dan yang ku butuhkan sekarang adalah kau bisa menolongku."
Sooyoung menyipitkan kedua matanya, menatap curiga pada Victory, "Membutuhkanku?"
"Seperti yang ku katakan sebelumnya. Hanya kau satu-satunya yang bisa membantuku karena kau bagai sebuah petunjuk, penuntun diriku."
Sekarang Sooyoung mengedip-kedipkan kedua matanya. Jelas sekali kalau ia masih saja bingung, "Lalu kenapa kau tiba-tiba berkata kalau aku tidak boleh jatuh cinta padamu? Dan kenapa kau bilang kau bisa melakukan apa saja untuk ku?"
"Karena jika kau benar-benar bisa membantuku, maka aku akan sangat berterima kasih padamu. Dan karena aku bukanlah makhluk yang tidak tahu berterima kasih, maka aku akan melakukan apa saja yang kau minta dariku, termasuk uang yang sangat kau sukai itu, dengan mudah, aku bisa memberikannya untukmu. Hanya saja..."
Sooyoung memicingkan matanya pada Victory, "Hanya saja?"
"Hanya saja kau tidak diperbolehkan jatuh cinta padaku. Hanya itu! Jangan jatuh cinta padaku!"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Lucky of the Unlucky Lady
Fanfiction"Kau harus mati!" Sosok yang bersayap hitam itu menatap tajam ke dalam mata Sooyoung penuh dendam. Kemudian dengan sangat cepat, sepeti sebuah kilat, sosok itu sudah ada dihadapan Sooyoung yang bahkan belum sempat mengedipkan matanya. Dengan menampi...