Chapter 16
"Sehun?!"
Sooyoung mengucek-kucek kedua matanya, ia berharap sedang tidak salah lihat. Tapi dia benar-benar Sehun kan? Sehun sang calon suaminya yang meninggal lima tahun lalu akibat kecelakaan?
Sooyoung melangkah lebih mendekati ke arah Sehun, "Apa aku sedang bermimpi?"
Saat itu Sehun tersenyum dan menganggukan kepalanya. Kemudian Sehun menepuk-nepuk bagian kursi disebelahnya yang kosong, meminta agar Sooyoung duduk disebelahnya.
Sooyoung ikut tersenyum dan duduk disebelah Sehun. Setelah duduk, ia kembali bertanya seadanya, "Kenapa bisa aku memimpikanmu sekarang? Padahal sejak terjadinya kecelakaan itu, aku tidak pernah bisa memimpikanmu. Dulu, sekuat apapun aku mencoba agar bisa memimpikanmu, aku selalu saja gagal. Dan setelah lima tahun, apa akhirnya aku bisa?" Kedua mata Sooyoung berkaca-kaca memerhatikan wajah Sehun yang juga sedang menatapnya.
"Tidak perlu bermimpi! Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu dan menemanimu!" Senyum Sehun semakin melebar dan menulari Sooyoung.
"Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu. Tapi aku tidak tahu harus mulai dari mana." Sooyoung meringis menjeda kalimatnya, kemudian ia menggelengkan kepalanya sejenak, "Aku rasa aku sudah gila. Dalam mimpipun aku masih mengingat iblis itu! Aku bahkan ingin menceritakan tentangnya pada calon suamiku." Sooyoung menggigit bibiw bawahnya, kemudian ia tersenyum canggung saat tahu bahwa Sehun masih memerhatikannya.
Sehun meraih salah satu tangan Sooyoung kemudian menggenggamnya sambil menatap Sooyoung penuh kasih sayang, "Aku tahu semuanya! Jangan bingung dan merasa gila! Kadang, hidup memang penuh kegilaan yang tidak pernah kita sadari. Bukankah seperempat manusia yang tinggal di bumi ini juga gila?" Sehun sedikit tertawa dan membuat Sooyoung ikut tertawa bersamanya.
"Dia mungkin tidak ingin kau mengingatnya, tapi kau harus mengingatnya! Kau perlu mengingat semuanya agar semua ini bisa berakhir dengan cepat, Park Sooyoung."
Sooyoung masih tersenyum saat bertanya, "Apa yang harus aku ingat? Dan siapa yang kau bicarakan?"
"Cintamu! Ingatlah dia dan aku akan selalu membantumu, menjagamu didekatmu." Sehun tersenyum dan melepas genggaman tangannya pada tangan Sooyoung. Ia berdiri.
Sooyoung menghentikan senyumnya. Ingin sekali ia meraih kembali tangan Sehun, meminta penjelasan dan mengobrol lebih banyak. "Apa aku harus mengenang kisah cinta kita Sehun?"
Sehun berjalan mundur. Matanya yang menatap Sooyoung penuh sayang berkaca-kaca, kemudian ia menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Bukan, tapi cintamu yang sesungguhnya!"
Sooyoung berdiri. Ia ingin melangkah mendekati Sehun, tapi kakinya terasa sulit. Ia seperti mematung ditempat, "Apa maksudmu?"
"Setidaknya ingatlah satu kehidupan sebelum kau hidup seperti sekarang!"
Sooyoung mengerutkan keninganya semakin tidak mengerti, "Kehidupanku yang sebelumnya? Apa maksudnya? Dan apa kau juga ada dikehidupanku sebelumnya?"
Sehun lagi-lagi melangkah mundur perlahan. Ada jarak sekitar empat meter diantara mereka sekarang. "Aku selalu hidup bersamamu sejak dua kehidupan sebelum yang sekarang. Aku selalu menyayangimu, menjagamu dan didekatmu. Tapi sayangnya, aku hanya sebatas penjagamu. Jadi ingatlah semuanya Sooyoung, ingatlah. Aku berjanji aku akan selalu melindungimu dan memberikanmu kebahagiaan seperti yang kau minta sebelumnya."
Setelahnya, setelah Sehun tersenyum saat menyudahi kalimatnya, ia menghilang seperti angin. Sehun menghilang bersamaan dengan angin yang terhempas, menghempaskan seluruh daun-daun yang berguguran ditaman itu. Meninggalkan Sooyoung sendirian ditaman itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Lucky of the Unlucky Lady
Fanfiction"Kau harus mati!" Sosok yang bersayap hitam itu menatap tajam ke dalam mata Sooyoung penuh dendam. Kemudian dengan sangat cepat, sepeti sebuah kilat, sosok itu sudah ada dihadapan Sooyoung yang bahkan belum sempat mengedipkan matanya. Dengan menampi...