The Luckiest Girl (Part I)

806 184 33
                                    

Chapter 15

"Apa aku sudah mati?"

"Tadi aku juga berpikir begitu."

Victory yang baru berhasil membuka kedua matanya kembali, segera melihat Sooyoung yang duduk dilantai dekat sofa merah yang tengah ia tiduri. Victory melebarkan matanya agak terkejut ketika melihat Sooyoung, "Apa yang terjadi dengan matamu?"

Sooyoung memanyunkan bibirnya lucu sambil mengeluh, "Aku tidak bisa tidur semalaman dan terus saja menangisimu."

"Kenapa?"

"Aku takut kau benar-benar mati kalau aku memejamkan mataku. Aku bahkan terus berdoa sambil menangis."

Victory bangkit dari posisi tidurnya untuk duduk. Kemudian ia memerhatikan Sooyoung yang duduk dilantai dan berkata, "Kenapa kau takut? Aku saja yang mengalaminya tidak merasa takut."

Sooyoung bangun dan duduk kembali. Kali ini Sooyoung duduk diatas sofa, tepat disebelah Victory, "Kau sungguhan tidak takut mati?"

"Aku sudah pernah mati beberapa kali. Aku sudah sering merasakan sakit dan betapa menyiksanya sekarat. Jadi kenapa aku harus takut kalau aku sudah pernah mengalaminya?"

Sooyoung mengedip-kedipkan kedua matanya kemudian ia memicingkan mata itu ke arah Victory, "Kau bilang kau sudah pernah matikan? Jadi apa kau ini sebenarnya zombie?"

Sekarang Victory yang mengedip-kedipkan matanya tidak mengerti apa arti yang dikatakan Sooyoung untuknya, "Zombie? Apa itu?"

"Mayat hidup! Kau bilang kau itukan sudah mati berkali-kali. Jadi kau ini Zombie kan? Kau ini mayat hidupkan? Astaga....!" Sooyoung menutup mulutnya tak percaya.

Sedang Victory, ia hanya menghela nafasnya kasar, "Aku benar-benar tidak bisa membaca jalan pikiranmu!"

"Aku juga tidak meminta kau membaca pikiranku! Mengerikan jika ada orang yang mengetahui jalan pikiran kita. Tidak ada privacy sama sekali!"

Mereka diam selama beberapa detik sambil memandangi wajah satu sama lain. Dan disaat Victory kembali bersyukur karena masih bisa melihat wajah Sooyoung, seketika Sooyoung menghancurkan segala ucapan syukurnya saat perempuan itu kembali mengatakan hal bodoh.

"Jadi apa kau benar-benar mayat hidup?" Sooyoung bertanya dengan raut wajah serius. Jika bisa dan boleh, ingin sekali Victory mencubit gemas kedua pipi Sooyoung.

"Memangnya kau pernah melihat ada mayat hidup setampan diriku?" Victory bertanya sambil mendekatkan wajahnya hingga berjarak dekat didepan wajah Sooyoung.

Sooyoung kembali mengedip-kedipkan kedua matanya. Ia mulai salah tingkah sepertinya. "Aku pernah menonton satu film dimana pemeran utamanya adalah zombie alias mayat hidup yang jatuh cinta pada perempuan normal kemudian zombie itu menjadi manusia. Dan ternyata mayat hidup itu berubah menjadi lelaki yang benar-benar tampan."

Victory seketika langsung menjauhkan wajahnya, "Kau terlalu banyak menonton film!"

"Apa menurutmu kehidupan nyata ada yang seperti itu?"

Victory tidak menoleh dan menatap mata Sooyoung saat ia berkata dengan nada lemah, "Entahlah!"

Sooyoung menganggukan kepalanya seakan mengerti kemudian ia bangun dan berjalan menjauhi sofa. Ia berniat ingin memasak sesuatu untuk ia makan karena sejak semalam ia belum makan apa-apa. Sambil memasukan kepalanya ke dalam kulkas untuk mengecek bahan makanan apa saja yang ia miliki, Sooyoung berteriak, 

"Aku percaya pada hal-hal yang tidak mungkin dalam sebuah film karena sekarang aku bertemu denganmu! Kau entah makhluk apa yang tiba-tiba keluar dari sebuah kartu tarot dan terus meminta bantuanku adalah bukti dari suatu kemungkinan yang tidak ada menjadi ada. Dan bukannya aku ingin mengungkit segala kebaikan yang aku berikan padamu, bukan! Aku hanya  ingin mengatakan kalau aku senang bisa membantumu. Jadi kau tidak perlu merasa sungkan. Kau kan telah membelikanku banyak pakaian bagus." Sooyoung mengelurkan kepalanya sambil tersenyum memegangi sejumput selada serta tomat ditangannya. Kemudian ia menutup kulkasnya, berjalan mendekati westafel dan mencuci sayuran yang ia bawa.

The Lucky of the Unlucky LadyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang