Chapter 10
"Kau tidak akan pernah diizinkan untuk tertarik apalagi menyukainya! Jangankan menyukainya, tidak membencinya pun saja tidak bisa!"
"Kau dan dia, ITU MUSTAHIL!"
Pria yang sedang berlutut dihadapan ayahnya itu memberanikan diri untuk sedikit mengangkat kepalanya, menunjukan wajah sedihnya dan bertanya, "Kenapa?"
"Kenapa kau bilang?" Pria tua yang bak sedang disembah memunculkan senyum sinis pada putra satu-satunya yang ia miliki dan melanjutkan kalimatnya, "Memangnya kau pernah melihat ada air dan api yang bisa bersatu? Memangnya kau anggap apa aku dan seluruh klan kebesaran kita?"
Si pria sedih itu kembali menundukan kepalanya, menyembunyikannya. "Yang aku tanyakan, kenapa aku harus lahir dari klan ini? Kenapa harus aku?Tidak bisakah aku lahir kembali?"
Lagi-lagi, pria tua yang gagah perkasa kembali memunculkan senyuman super sinisnya, "Kalaupun kau harus hidup kembali tujuh kalipun, kau tidak akan pernah bisa bersamanya! Ini hukum alam dan kau tidak bisa melanggarnya!"
"Bagaimana kalau aku bisa? Bagaimana kalau alam pada akhirnya luluh untuk kami berdua?"
Si pria tua menelan salivanya terlebih dahulu sebelum berkata, "Maka aku sendiri yang akan bertindak untuk memisahkan kalian! Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa merelakan kau dan dia bersama!"
Pria sedih mengangkat kepalanya lagi, terangkat lebih berani dari sebelumnya, "Apa yang harus aku lakukan agar ayah bisa mengizinkan perasaan yang hadir dengan sendirinya ini?"
Sebelum ayah dari pria sedih itu menjawab, sang pria sedih itu membuka suaranya lagi, "Aku juga tidak menyangkanya! Semuanya terjadi begitu saja! Begitu saja ayah..." Dengan menitikan air mata, pria sedih itu mengakhiri kalimatnya dengan suara penuh pilu.
Pria tua sebenarnya sangat menyayangi putra kebanggaannya itu, tapi walau bagaimanapun, permintaannya kali ini tidak bisa ia kabulkan semudah yang lalu-lalu. Kemudian, tanpa memberitahu putranya yang masih berlutut didepannya, ia berdiri untuk mengambil suatu benda yang sudah ia simpan sejak lama, benda keramatnya.
Setelah mengambilnya, pria tua itu duduk kembali diatas kursi tahtanya sambil mengulurkan tangan kanannya yang sudah memegangi sebuah belati bersarung silver pada putranya dan berkata dengan lantang.
"Bunuh orang tuanya! Habiskan semua pengikut klan nya hingga tak tersisa satupun!"
"Tusuk orangtua perempuan itu menggunakan belati ini tepat diatas dada kiri mereka! Lalu penggal kepala seluruh pengikut klan mereka! Bakar kediamannya! Setelahnya, kau baru mendapat izin dariku untuk tidak membenci perempuan itu!"
"Dan ingat! Aku hanya memberi izin untuk tidak membenci perempuan itu. Bukan mengizinkanmu untuk menyukainya apalagi bersamanya!"
Victory kembali memegangi dada kirinya yang menyayatnya pedih, benar-benar menyiksanya. Ia mengelus-elus dadanya, sangat berharap sakitnya hilang. "Kapan ini berakhir?" Kemudian ia berusaha membuka kancing kemejanya satu-persatu, melihat dada telanjangnya.
Ada lagi guratan hitam yang muncul dan belum terlalu tebal, menambah coretan tattoo yang ia miliki sebelumnya semakin merambat melebar.
Victory memejamkan kedua matanya, membayangkan wajah Sooyoung tersenyum dan memeluk tubuhnya yang bergetar kesakitan, meredakan pilunya. "Jangan mengingatku, jangan!"
***
Sooyoung menatap layar komputer kerjanya dengan tatapan kosong. Otaknya sedang memikirkan banyak hal. Hal-hal yang membuatnya jadi lebih banyak melamun dan membuat nafsu makannya berkurang. Hal menyebalkan dari makhluk paling brengsek bernama Victory lah yang telah berhasil bersarang diotaknya selama lima hari ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Lucky of the Unlucky Lady
Fanfiction"Kau harus mati!" Sosok yang bersayap hitam itu menatap tajam ke dalam mata Sooyoung penuh dendam. Kemudian dengan sangat cepat, sepeti sebuah kilat, sosok itu sudah ada dihadapan Sooyoung yang bahkan belum sempat mengedipkan matanya. Dengan menampi...