Jangan lupa vote coment readers:)
.
.
.
.
.
Mentari fikir ucapan pak alif soal menskors teman sekelasnya hanya sebagai ancaman belaka ternyata itu benar-benar terjadi. Hari ini hanya ada ia seorang diri didalam kelas, waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 sebentar lagi bel pelajaran pertama dimulai.
Rasanya canggung jika ia belajar sendirian didalam kelas, guru mata pelajaran pertama sudah masuk keruang kelasnya. Bu indi guru yang mengajar bahasa indonesia itu tampak berdeham sembari membolak-balik lembaran buku dihadapannya.
"Hanya kamu mentari?"
Mentari mengangguk meng-iyakan pertanyaan bu indi. Bu indi terlihat menghela nafasnya sejenak, rasanya cukup aneh hanya melihat 1 murid saja dikelas ia kira tentang skors yang diberi untuk satu kelas hanya main-main ternyata memang benar.
Mentari mulai mengeluarkan bukunya ketika bu indi sudah beranjak dari kursinya menulis sesuatu dipapan tulis, ia mencatat apa yang ditulis oleh bu indi disana. Sesekali bu indi menjelaskan materinya.
Tok! Tok!
Mentari dan bu indi menolehkan kepalanya pada pintu kelas, terlihat bulan yang berdiri disana. Bu indi menghampirinya. "Ada apa?"
"Saya boleh masuk?"
Bu indi tampak mengerutkan keningnya, "Bukannya kamu kelas 12?"
Bulan mengangguk, ia melirik mentari yang sedang menatapnya heran. "Saya mau temani dia belajar."
Bu indi terlihat menimang ucapan bulan, rasanya cukup canggung jika berdua saja dengan mentari. "Yasudah, kamu tidak bolos kan?"
Bulan menggeleng, "Kelas saya free bu."
Bu indi menyuruh bulan untuk masuk, ia duduk disebelah mentari yang terlihat masih bingung. "Lo belajar, gue temenin."
"Hah? Kakak gak ada kelas?" Tanya mentari ragu.
Bulan menggeleng, ia menatap bu indi yang sedang membereskan bukunya. "Saya kasih kamu tugas saja ya mentari, rasanya aneh jika hanya berdua." Jelas bu indi sembari meletakkan selembar kertas pada meja mentari.
"Iya bu gakpapa."
Bu indi berlalu meninggalkan mentari dan bulan berdua didalam kelas, mentari membaca tugas yabg bu indi berikan lali mengerjakannya tanpa memikirkan bulan yang berada disampingnya.
"Aku kira persoalan skors cuman main-main ternyata beneran," Celetuk mentari memecahkan keheningan.
Bulan menolehkan kepalanya menatap mentari yang menyatat sesuatu dibuku tulisnya. "Gak ada kata main-main dikamus gue." Jawab bulan datar.
Mentari menghela nafasnya, "Sendiri jadinya."
"Walaupun mereka ada tetep aja lo sendiri,"
Mentari menggaruk tengkuknya, perkataan bulan memang benar adanya. "Sampai kapan mereka diskors?"
"Banyak ngomong." Ujar bulan dengan raut wajah datarnya.
Mentari mendengus kesal, ia kembali mengerjakan tugasnya. Bulan tetap menatapnya dari samping dengan kepala yang tumpukan dengan sebelah tangannya, bulan mengamati wajah mentari matanya menangkap luka goresan dikeningnya, walau pun tertutup poni ia dapat melihat goresan luka itu.
"Ngapain!?" Mentari tersentak kaget saat tangan bulan mendarat diponinya.
Bulan mengerjapakan matanya, menyadari tangannya yang sudah berada didepan poni mentari dengan cepat ia menarik kembali tangannya. "Sorry."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulan & Mentari [ Terbit ]
Teen FictionFollow dulu sebelum baca ! Cover by Amaris_selene Mentari Febiola Khaelsi, gadis lugu kelewat polos yang selalu dibully dan jadi korban perundungan teman sekelasnya bahkan kakak kelasnya juga tidak jarang mengerjainya. Hari-hari sekolah ia selalu di...
![Bulan & Mentari [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/224506225-64-k985816.jpg)