Vote comment ♡
.
.
.
.
.
.
.
Mentari menyipitkan matanya tatkala sinar matahari mengusik pandangannya, terlalu silau. Hari ini lapangan basket sekolahnya mendadak ramai karena pertandingan dadakan yang dibuat oleh Osis. Tidak perlu waktu untuk mencari tim basket dari sekolah lain untuk mengikuti pertandingan ini.
Mentari menjauhkan diri saat para sisa perempuan mulai memenuhi sisi lapangan basket dengan beberapa karton yang bertulisan. Sejak tadi ia juga mencari keberadaan Aletha yanh menghilang entah kemana.
Ia mendekap novel yang baru ia dapatkan kemarin membawanya menuju taman sekolah, dari pada berpanas-panasan disisi lapangan sebaiknya ia membaca novel disini.
Ia membuka halaman demi halaman membaca dengan seksama dan bereskpresi ketika membaca scene yang begitu mengejutkan ataupun yang lain. Novel ini bercerita perjalanan cinta orang tua sang penulis, yang penuh lika-liku.
"Bumi-nya meninggal?" Gumamnya pelan.
"Masih hidup."
Mentari tersentak kaget, suara berat itu membuat jantungnya hampir keluar. Ia menolehkan kepalanya menatap Bulan yang ternyata berada tepat dibelakanhnya dengan wajah yang berada disamping telinganya.
"Astaghfirullah, kaget." Kesal Mentari pada Bulan.
Bulan beralih duduk disebelah Mentari, ia tersenyum samar melihat buku yang sedang dibaca Mentari sekarang.
"Kak Bulan ngapain disini?" Tanyanya dengan kerutan dikening.
Bulan menghendikkan bahunya, "Nyari lo mungkin?"
Mentari menaikkan sebelah alisnya, "Maksudnya?"
"Lupain. Ikut gue!"
"Kemana?"
"Lapangan."
"Ngapain?"
Bulan berdecak, ia menyentil dahi Mentari pelan. "Nonton pertandingan basket lah!"
"Panas, males." Tolak Mentari dengan alasan.
Bulan menarik tangan Mentari untuk berdiri. "Nonton gue tanding,"
"Kak Bulan ikut?"
Bulan mengangguk, "Lo gak liat gue udah pake seragam?"
Mentari menggeleng pelan, lalu menatap penampilam Bulan dari atas hingga bawah. Laki-laki didepannya ini memang sudah berseragam basket celana pendek dan juga baju tanpa lengan dengan headband merah yang melingkar dikepalanya.
"Udahkan? Sekarang ikut gue!" Ujar Bulan lalu menarik lengan Mentari untuk berjalan mengikutinya kelapangan basket.
"Eh, tapi--"
Mentari dengan pasrah mengikuti langkah Bulan, ia menatap lapangan basket yang ada didepannya para siswa sudah terlihat berbisik saat melihatnya ditarik oleh Bulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulan & Mentari [ Terbit ]
Teen FictionFollow dulu sebelum baca ! Cover by Amaris_selene Mentari Febiola Khaelsi, gadis lugu kelewat polos yang selalu dibully dan jadi korban perundungan teman sekelasnya bahkan kakak kelasnya juga tidak jarang mengerjainya. Hari-hari sekolah ia selalu di...
![Bulan & Mentari [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/224506225-64-k985816.jpg)