Pegunungan Olympus
Tahun 371 SM
Nikolai Kadarshev menyatakan bahwa Ada tiga tingkat peradaban yang dialami oleh ras humanoid yang memiliki kecerdasan. Tingkat pertama adalah masa dimana para humanoid masih meraba dan mencari jati diri. Pada masa ini lahir para filsuf yang melontarkan ide dan pemikiran serta para ilmuwan yang berjibaku dengan jurnal dan laboratoriumnya untuk merumuskan dan memecahkan rahasia planet dan lingkungan yang mereka tinggali.
Pada tahap ini manusia mengeksploitasi planet mereka termasuk menambang energi seperti batu bara, minyak Bumi dan listrik. Manusia Bumi, bahkan ketika sudah melewati tahun 2020 baru mencapai poin 0.7 yang artinya manusia bahkan masih belum tuntas mengeksplorasi Buminya sendiri. Manusia baru bisa disebut memasuki tahap satu apabila berhasil menggunakan nuklir sebagai sumber energi utama.
Tahap kedua adalah ketika humanoid itu sudah mampu menambang energi dari bintang di sekitar mereka. Kalau diibaratkan dengan Bumi maka kita dianggap sudah mencapai peradaban tahap dua jika bisa menambang energi langsung dari matahari.
Tahap ketiga adalah tahap tertinggi dimana humanoid itu mampu mengeksploitasi energi, hasil Bumi atau yang lainnya dari planet-planet lain dalam galaksi mereka. Pada tahap ini mereka mungkin sudah tidak membutuhkan Dewa atau Tuhan dan berserah penuh akan teknologi dan logika mereka.
Manusia di era Yunani Kuno, sudah memiliki filsuf dan penyair tersohor. Yunani sudah mengenal sistem demokrasi, mereka juga sudah berpikir tentang teori phytagoras. Yunani kuno adalah salah satu peradaban termaju pada eranya yang telah menyumbangkan banyak hal terhadap dunia. Termasuk Plato dan Socrates tentunya.
Namun di era sebelum masehi bahkan berlanjut sampai dua ribu tahun setelahnya, manusia masih berkutat akan ketamakan dan nafsu duniawi. Perang adalah salah satu bentuk kelemahan manusia yang tidak mampu melawan hasrat untuk mendominasi.
Sementara negara-negara besar Yunani seperti Thebes dan Sparta sedang berperang; sambil sesekali memandang langit dan berdoa berharap pertolongan dari Olympus. Para Dewa yang mereka sembah malah tampak enggan untuk terlibat.
Titan, adalah ras humanoid dari sebuah planet yang mereka sebut Olympia. Sebut mereka alien atau apapun, yang pasti mereka adalah ras berteknologi maju yang hampir masuk ke tingkat peradaban tingkat tiga. Mereka sudah tidak membutuhkan Dewa dan ketika nasib memaksa mereka untuk menempati Bumi, maka mereka malah mengangkat diri mereka menjadi Dewa.
Hermes sedang bercengkrama dengan Dionysus si Dewa anggur. Mereka ditemani belasan nimfa atraktif dengan pakaian yang menyenangkan mata pria; serta guci-guci anggur terbaik dari istana Dionysus. Matahari musim panas pun menelusup lembut menembus tanaman anggur merambat yang tumbuh di sekitar kediaman Hermes. Petikan lira yang merdu terdengar menenangkan dan damai; membuat siapapun yang mendengarnya terlena dan melupakan masalah mereka.
"Kau tahu, para manusia itu berperang lagi," Dionysus memulai pembicaraan.
"Kenapa kau harus memedulikannya?" Hermes menanggapi malas-malasan.
"Karena aku bosan dengan kehidupan yang terlalu santai dan nyaman, sesekali aku juga butuh sesuatu untuk membangkitkan adrenalinku," kata Dionysus setelah menyeruput piala perak berisi anggur.
"Kau benar, tidak heran Ares sangat tekun menjalani perannya sebagai Dewa Perang. Dia dan Athena bersenang-senang dengan manusia soal itu. Yah, setidaknya mereka tidak akan jenuh karenanya," tanggap Hermes.
"Kapan para manusia itu akan merasa bosan melakukan perang yang tidak berarti? Bukankah lebih bijaksana kalau mereka bersatu dan mulai membangun peradaban mereka?" Dionysus, Dewa anggur berambut cokelat ikal dengan raut wajah ceria itu merenung.
"Bahkan para Titan membutuhkan puluhan ribu tahun untuk benar-benar bersatu. Aku rasa itu sifat alamiah yang dimiliki makhluk seperti titan dan manusia. Siapapun yang memimpin, tidak akan pernah ada rasa puas," Hermes mengutarakan pendapatnya.
"Bumi pastilah tempat yang terkutuk," Dionysus berfilosofi.
"Dion, kau percaya pada kutukan?" Hermes menahan tawa
"Maksudku lihat saja sekarang, kita mengarungi puluhan juta tahun cahaya dan menemukan planet ini. Tapi kita malah terjebak dengan budaya primitif manusia. Para Titan memiliki perangnya sendiri di Bumi walaupun sudah ratusan tahun berlalu," kata Dion.
"Aku memilih untuk tidak terlalu memikirkannya, bukankah Ares sudah dengan senang hati mengurusnya untuk kita?" kata Hermes santai.
"Aku tidak mendengarnya belakangan ini, apa Zeus menguras habis waktunya sampai dia tidak sempat untuk berkumpul bersama saudaranya?" Dionysus bertanya.
"Ares baru saja menikah, dengan istri yang dipilihkan Zeus katanya. Kudengar dari informanku Ares sangat memuja istrinya itu," Hermes memberitahu.
"Oh ya? Bukankah Ares memiliki Aphrodite?" Dionysus tampak heran.
"Aphrodite hanyalah partner selingkuhnya. Aku cukup yakin kalau perasaan Ares terhadapnya sudah mulai pudar sejak lama," Hermes mengomentari.
Obrolan santai dan kurang bermakna itu secara cepat berubah menegangkan. Tatkala Hermes melihat pucuk anggur dan pohon yang ditanam di sekitar kediamannya yang sejuk tiba-tiba bergerak riuh dan rontok. Seekor kuda sembrani berwarna cokelat keemasan mengibaskan sayapnya yang lebar sehingga menimbulkan hembusan angin yang kuat.
Apollo terlihat berada di atas punggung kudanya yang bernama Aldebaran dengan penampilan yang buruk. Senyumnya menghilang, rambutnya yang selalu halus dan rapi kini lepek oleh keringat dingin yang ditimbulkan karena perasaan takut. Anak panah primitif tertancap di betisnya menimbulkan luka yang masih meneteskan darah.
"Hermes! Dion! Bantu aku!" teriak Apollo.
Hermes bergegas menghampirinya dengan wajah khawatir sekaligus takut. Orang macam apa yang berani melukai Apollo? Dewa populer sekaligus anak kesayangan Zeus itu?
Hermes tidak butuh waktu lama untuk menunggu pertanyaannya terjawab, dia bahkan belum sempat membantu Apollo turun dan mengobati lukanya. Hermes segera mendapati tamu lain yaitu saudara sekaligus sahabatnya Ares yang merangsek masuk ke kediamannya dengan membawa pasukan.
"Apa yang kau lakukan, Ares? Apa kau sudah gila?! Kau melukai Apollo?!" Hermes berteriak. Sementara itu Dionysus dan beberapa titan pengawalnya memapah Apollo untuk beristirahat di dalam.
"Tiga Dewa Olympus dalam sekali perburuan, lumayan menyingkat waktuku," kata Ares dingin.
Ares memang Dewa Perang yang terkenal kejam dan tidak punya rasa belas kasihan. Namun Ares juga sahabatnya dan Hermes mengetahui kalau Ares tidak sebrutal itu. Segala rumor tentangnya beberapa disebarkan oleh Hermes sendiri atas perintah Zeus kepada para Oracle, untuk menguatkan imejnya sebagai Dewa Perang yang ditakuti manusia.
Namun Ares yang berhadapan dengannya saat ini berbeda. Ares mengenakan pakaian perang lengkap dengan Helm besi terpasang di kepalanya. Sorot matanya tajam dan teguh; nyaris tidak ditemukan rasa persahabatan dari gesturnya.
"Lihat, Ares, dia Hermes saudaramu serta juga Apollo dan Dionysus. Lihatlah mereka yang sibuk bersantai tidak berguna sementara kau bekerja keras. Ingatlah betapa kejamnya Zeus memperlakukanmu, Ares. Seharusnya kau berhak diapresiasi dan menjadi favorit Zeus. Tapi ayahmu mengabaikanmu dan saudara-saudaramu mentertawakanmu serta memanggilmu 'pecundang'" Hermes mendengar seorang wanita bertudung berbisik di telinga Ares.
"Apa? Jangan dengarkan dia, Ares!" Hermes berwaspada. Para ksatria Titan yang menjaganya juga mulai menghunus senjata.
"Jacinda benar kan, Hermes? memangnya apa yang bisa kau lakukan? Kau hidup aman dan nyaman di istanamu karena siapa? Karena aku menjagamu. Karena itu ketika aku melakukan ini padamu, kau tidak punya kesempatan untuk melawan kan?" Ares berujar dingin sambil menghunus pedangnya ke arah Hermes.
"Apa maksud semua ini, Ares? apa kau sedang melakukan pemberontakan??" Hermes berseru.
"Diamlah, Hermes, kalau kau masih mau hidup maka berlututlah padaku dan bergabung bersamaku. Aku akan memaksa Zeus turun dari singgasananya dan aku akan menggantikannya," Ares memaksa Hermes membuat keputusan segera.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]
FantasíaPART LENGKAP TIDAK ADA YANG DIHAPUS Jiwa seorang aktris di era modern, terjebak di dalam tubuh Putri Sparta dan dinikahkan dengan Ares, Dewa Perang Yunani yang terkenal kejam. * * * Jill Adelaide adalah aktris populer dengan kehidupan sempurna. Dik...
![The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/211630048-64-k867143.jpg)