Bab 57: The Forgotten Hermes

74.4K 8K 265
                                        

Phobos dan Deimos adalah sosok yang ditakuti manusia, bahkan mungkin menyamai Ares. Mereka menggetarkan jiwa siapapun yang melangkah di medan perang ketika nama mereka disebut. Mereka yang menyembah Phobos diceritakan sering melakukan persembahan darah, seperti menyembelih seekor kerbau, kemudian para ksatria itu meraup isi perut hewan kurban yang masih berlumuran darah dan mengusapnya ke muka mereka sambil menyanyikan puja-puji bagi Phobos.

Phobos dan Deimos adalah Dewa yang populer di kalangan pejuang Sparta karena perang bagaikan sudah mengalir di nadi mereka. Hercules, demigod keturunan Zeus sendiri diceritakan menyembah Phobos. Wajah sang Dewa ketakutan itu tercetak pada perisainya. Pahlawan Yunani terkenal lainnya seperti Agamemnon juga disebut menyembah Phobos.

Ketenaran anak-anak Aphrodite itu juga berlanjut ke masa yang lebih modern. Ada kisah tentang penakluk terkenal yaitu Alexander Agung yang juga menjadikan Phobos sebagai salah satu sesembahannya ketika akan berperang.

Phobos dan Deimos berwujud manusia dan seperti ayah dan ibu mereka yang rupawan, mereka juga tampan dengan rambut dominan hitam. Berbeda dengan Eros yang diasuh Aphrodite sehingga tumbuh menjadi pribadi yang elegan. Phobos dan Deimos dididik oleh Dewa Perang untuk menjadi karakter yang beraura ksatria dan tangguh.

"Ares adalah seorang pengkhianat! Kalau kalian membiarkannya pergi maka aku juga akan memastikan kalian ikut dipenjara bersama ayah kalian! Bagaimana menurut kalian dengan hukuman dipasung ribuan tahun seperti Prometheus? Apakah kalian suka itu?" Athena diliputi amarah dan kekesalan luar biasa.

Dirinya adalah salah satu Dewi utama, Salah satu Dewi yang mungkin paling banyak disembah setelah Zeus. Namun kini Athena yang selalu tampil dengan kepala tegak itu sedang bersimpuh di tanah berbatu dengan pedang Deimos terhunus di belakang pumggungnya.

Bagaimana mungkin Athena bisa lengah? Apalagi kalah di tangan para Dewa minor seperti Phobos dan Deimos. Athena sudah memastikan kalau Ares bergerak sendiri, dia berkuda dengan hanya didampingi kekasih manusianya yang lemah. Athena menyesal tidak membawa lebih banyak pasukan. Dia meremehkan lawan, seharusnya sebagai ahli strategi dia tidak boleh melanggar aturan itu.

"Anda tidak berhak bicara seperti itu, lihat posisi kita sekarang. Anda sedang meringkuk di tanah sementara saudaraku Deimos sedang menghunus pedangnya ke arah Anda. Tidakkah Anda melihat betapa Deimos sangat menahan diri untuk tidak melukai Anda?" Phobos membalas kata-kata Athena santai.

Pasukan Athena bukan lawan yang sepadan bagi Phobos dan Deimos. Apalagi dua bersaudara itu juga mengajak lusinan ksatria unggulan mereka. Entah bagaimana dan mengapa, sepertinya Istana Ares sedang terseret pada situasi perang antara Olympus dengan kaum Titan Pemberontak. Pantas saja Istana Ares sulit dihubungi. Sayangnya Phobos belum tahu persis detil masalahnya.

"Ares adalah pengkhianat! Dia bergabung bersama pemberontak untuk menjatuhkan Zeus! Kalian adalah ksatria yang bersumpah setia pada Zeus! Kalian pasti tahu betapa seriusnya kesalahan Ares!" Athena masih memuntahkan rasa frustasinya.

"Jaga bicaramu, Dewi Athena! Ares bukan pengkhianat!" Deimos ikut bicara, terdengar suara giginya bergemeletuk karena rasa geram. Beraninya Athena menuduh Ares, padahal ayahnya adalah Dewa yang bekerja paling keras untuk melindungi kekuasaan Zeus.

"Apa kalian punya bukti kalau Ares bukan pengkhianat?" Athena menantang, masih mempertahankan sisa harga dirinya.

"Apakah Anda juga punya bukti kalau dia memang pengkhianat? Apakah informan Anda benar?" Phobos membalas kata-katanya, memaksa agar dewi cerdas itu memikirkan kembali tindakannya. Dalam hatinya Athena menyadari, dia mungkin telah menyimpulkan terlalu dini tentang Ares berdasarkan laporan Kairos semata.

"Lalu bagaimana kalau ayah kalian benar berkhianat? Sisi mana yang akan kalian pilih? Ares atau Zeus?" Athena menantang.

Phobos dan Deimos terdiam sejenak.

The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang