Malam belum cukup larut ketika mereka akhirnya merasa sudah cukup jauh dari markas kelompok pemberontak Atlanta. Jill bisa melihat rumah-rumah penduduk gelap dan sunyi pertanda mayoritas warganya sudah mengakhiri kegiatannya dan naik ke ranjang masing-masing.
Di era dimana listrik belum ditemukan, orang Yunani zaman kuno menancapkan obor api di jalan yang melewati rumah mereka. Ada juga yang menyalakan lilin dari sarang lebah atau dari getah pohon carnauba untuk menerangi kamar mereka. Selebihnya mereka bergantung pada cahaya bintang dan bulan yang menyorot malu-malu ketika langit tengah diselimuti awan.
Gadis itu punya banyak pertanyaan di kepalanya, namun sulit untuk dia sampaikan. Jill tidak mungkin salah, orang yang tengah menunggangi Raven saat ini benar adalah Hermes Siatrich dalam kenangannya. Memang kini dia berjanggut dan tampak tidak terawat. Tapi Jill berani bertaruh, mereka berdua adalah orang yang sama.
"Kita akan beristirahat dulu sebentar di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke kediamanku. Ada yang harus kita diskusikan." Ares turun lebih dahulu dari kudanya kemudian membantu Jill untuk turun dari punggung Herion.
Mereka berada di sisi sungai kecil berair jernih. Hermes langsung bergegas ke sana untuk membenamkan seluruh tubuhnya. Berusaha merontokkan debu dan tanah kotor bercampur kotoran tikus yang dia tiduri selama dipenjara oleh Atlanta.
"Jadi ... apa yang terjadi kali ini?" Hermes bertanya setelah puas membasuh kerongkongannya dengan air sejuk.
"Apa yang kau lakukan di sini sampai bisa tertangkap oleh Atlanta?" tanya Ares.
"Aku tidak tahu. Aku tidak bisa mengingat apapun," Hermes menanggapi, pertanyaan itu mungkin sudah ribuan kali ditujukan padanya dan jawabannya tetap sama.
"Bagaimana dengan dia? Apa kau mengenalinya?" Ares menunjuk pada Jill yang memasang wajah depresi.
"Tidak, dia siapa?" Hermes balik bertanya lugu. Ares menghela napasnya.
"Hermes, kau menceritakan tentang dia ke para Dewa olympus. Bukankah kau yang mengabari Athena dan Apollo tentang dia? Kau adalah orang pertama yang mengabariku kalau kau punya obat penawar untuk bisa ular yang menggigitnya. Lebih dari tiga bulan yang lalu aku mendatangi kediamanmu untuk meminta obatnya apa kau mengingatnya?" Ares menjelaskan panjang lebar. Hermes terpaku merasa sulit mencernanya.
"Aku tidak mengingatnya Ares." Hermes merasa seperti orang bodoh.
"Jangan bercanda! Waktu itu aku juga bertanya padamu, bagaimana kau bisa mengetahui kalau ada Oracle memberi ramalan padaku dan Putri Sparta yang sekarat karena racun ular? Lalu kau menjawab kalau itu karena kau adalah Hermes, Dewa yang mengetahui segalanya. Setelah kupikir ulang, tidak mungkin sesederhana itu. Kau pasti merencanakannya," Ares menebak.
Jill terlihat tercengang akan hal-hal yang baru diungkapkan oleh Ares karena dia juga baru mendengarnya hari ini.
"Tunggu dulu! Aku tidak paham, aku sendiri baru mendengarnya darimu Ares, sungguh!" Hermes berusaha meyakinkan Ares. Yang Dewa pembawa pesan itu pikirkan sesaat setelah lepas dari neraka Atlanta tadi adalah kembali ke Istananya sambil menyusun rencana untuk membalas dendam. Tapi kenapa Ares malah menginterogasinya seperti penjahat begitu? Memangnya apa yang sudah Hermes lakukan?
Hermes mengernyitkan dahi karena rasa nyeri yang tiba-tiba mendera area kepalanya. Dia sudah merasakan gejala itu selama berbulan-bulan. Hermes sendiri bingung karena seharusnya titan sepertinya tidak bisa terkena penyakit. Hermes mungkin harus menanyakannya pada Hades nanti.
"Apa yang terjadi?" Ares bertanya menyaksikan saudaranya berdiri kemudian membungkuk sedikit dengan bola mata membelalak ke tanah. Nafasnya pun berubah cepat dan dia merasa mual karenanya.
"Sama sepertiku! Hermes sedang mengalami gejala!" Jill berseru menebak.
"Apa?" Ares memastikan.
"Apa kau tidak mendengar yang kemarin dijelaskan Hades? Kurasa Hermes sedang mengalami gejala yang ditunjukkan oleh tubuh yang mengalami perpindahan jiwa!" Jill menjelaskan dengan yakin.
"Apa? Hei, perempuan, apa maksudmu dengan perpindahan jiwa?" Hermes bertanya sebelum asam lambung mulai naik ke kerongkongannya dan dia tidak sadarkan diri.
***
"Haruskah kusiram dia dengan air dingin?"
"Jangan, lihat dia mulai bangun!"
Hermes mendengar kebisingan di sekitarnya, seperti ada ribuan lebah berdengung di telinganya. Namun Hermes sudah terbiasa dengan itu. Dia mungkin sudah melakukan ini ratusan kali.
Hermes segera melihat wajah-wajah penuh tanya di sekitarnya. Jelas mereka tidak mengkhawatirkan dirinya. Mereka hanya sedang menunggu jawaban.
"Ares? Kau masih hidup rupanya. Kenapa lama sekali kau baru menyelamatkanku?" Hermes bertanya pada Ares dengan nada bicara yang lebih percaya diri.
"Apa? Tentu saja aku masih hidup. Apa maksudmu? Lagipula kau memang sering pergi berbulan-bulan jadi tidak ada yang curiga kalau kau menghilang," Ares membela diri.
"Sudahlah melihat kau masih hidup berarti peristiwa itu belum terjadi. Setidaknya belum terlambat. Walaupun insiden dengan Atlanta telah menghambat rencanaku tapi tampaknya semua berjalan seperti yang kuinginkan," ceracau Hermes sambil berusaha mengatur nafasnya, perlahan rasa tidak nyamannya sudah menghilang.
"Sekarang bicaramu sangat lancar, Hermes. Apa yang terjadi? Kalau begitu aku akan bertanya sekali lagi. Apa kau kenal siapa dia, Hermes?" Ares bertanya sambil merangkul Jill.
"Tentu saja aku tahu, dia Portia si Putri Sparta. Gadis tercantik di Yunani pada masa ini. Ah maaf, mungkin lebih tepat kalau aku memanggilnya Nona Jill Adelaide? Apa kabarmu?" Hermes tersenyum menyapa Jill.
"Kau—Kau benar Hermes Siatrich?" Jill merasa lega sekaligus kesal. Ada genangan air di pelupuk matanya karena perasaan emosional yang sulit dijelaskan.
"Iya, Nona Adelaide, mohon maaf telah melibatkanmu dalam rencana egoisku. Tapi aku senang karena Anda tampaknya telah berhasil mengambil hati Ares. Sehingga ada harapan kalau semua akan berjalan baik setelah ini." Hermes menundukkan kepala menunjukkan penyesalan.
"Bagaimana dengan diriku di masa depan? Aku sudah berbulan-bulan terjebak di sini. Siapa yang mengurusku? Bagaimana dengan kontrak kerjaku? Apakah Anda tahu betapa tidak bertanggung jawabnya apa yang sudah Anda lakukan? Kita baru sekali minum bersama dan Anda sudah membuat saya hampir mati diterkam Cerberus!" Jill meluapkan amarahnya.
"Err ... Tenanglah, Nona Adelaide. Tubuh dan pekerjaanmu baik-baik saja. Beberapa saat yang lalu saya berada di samping tubuh Anda yang tertidur di kabin kapal kapal pesiar. Saya sudah mengatakannya, time travel yang Anda lakukan hanya akan seperti mimpi yang sangat lama dan realistis. Anda akan terbangun setelah semua ini selesai dan hidup seperti biasa," Hermes menjelaskan. Namun seketika dia merasakan cengkraman kuat di lengannya yang mengurus karena kurang nutrisi.
"Tidak akan ada yang kembali ke masa depan terutama Jill. Dia harus tetap berada di sini bersamaku. Aku sudah menikahinya Hermes. Bukankah kau yang menginginkan itu?" Ares tampak geram.
Hermes menelan ludah, menyadari pribadi Ares yang temperamental sehingga Hermes harus memperhatikan ucapannya.
"Keberadaan Nona Adelaide di sini hanyalah untuk membantuku," kata Hermes.
"Apa, Hermes? Jelaskanlah semuanya pada kami. Apa yang kau rencanakan?" Ares menuntut jawaban.
"Apakah itu artinya saat ini jiwa Hermes yang berada di masa depan sedang merasuki tubuh Hermes di masa lalu?" Jill bertanya untuk meredakan rasa bingungnya.
"Ya benar, saat ini aku adalah Hermes Siatrich yang berasal dari era modern. Oh iya, Nona Adelaide, apakah pertempuran antara Thebes dan Sparta sudah terjadi?" Hermes bertanya.
"Umm iya, siang tadi baru pecah perang besar antara mereka di Leuctra," jawabnya setengah ragu. Hermes mengangguk-angguk paham, otaknya sibuk menganalisis segala kemungkinan.
"Aku akan menceritakannya dari awal agar kalian mengerti situasinya. Jadi, Ares, kalau skenarionya masih sama seperti dulu maka kamu akan mati dalam waktu tiga hari ke depan dan setengah populasi titan akan punah," Hermes mulai berkisah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]
FantasiPART LENGKAP TIDAK ADA YANG DIHAPUS Jiwa seorang aktris di era modern, terjebak di dalam tubuh Putri Sparta dan dinikahkan dengan Ares, Dewa Perang Yunani yang terkenal kejam. * * * Jill Adelaide adalah aktris populer dengan kehidupan sempurna. Dik...
![The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/211630048-64-k867143.jpg)